SIDOARJO, VOICEOFJATIM.COM – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Jawa Timur meresmikan inovasi terbaru bernama Digital Ecosystem of Immigration and East Java (DE IMEJ) di Terminal 2 Bandara Internasional Juanda, Selasa (18/11/2025). Inovasi ini menjadi langkah baru yang menggabungkan informasi keimigrasian dan berbagai data tentang Jawa Timur dalam satu platform digital yang mudah diakses masyarakat maupun wisatawan mancanegara.
Peluncuran dipimpin langsung oleh Kakanwil Ditjen Imigrasi Jawa Timur, Novianto Sulastono, bersama sejumlah pejabat lainnya, termasuk Kadis Perhubungan Jatim Nyono, GM PT Angkasa Pura Indonesia, perwakilan Lanudal Juanda, Diskominfo Jatim, serta para Konsul Jenderal dan Kakanim se-Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Novianto menegaskan bahwa DE IMEJ merupakan hasil kolaborasi erat antara Kanwil Ditjen Imigrasi Jatim dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
“Platform ini berisi dua substansi, yaitu Keimigrasian dan Jawa Timur,” ujar Novianto. Ia menjelaskan bahwa sistem tersebut didesain agar mudah digunakan oleh siapa pun, terutama WNA yang datang ke Jatim. “Hanya dengan scan, masyarakat khususnya WNA akan mendapatkan informasi yang menarik,” tambahnya.
DE IMEJ memuat berbagai informasi keimigrasian seperti regulasi, daftar lokasi kantor imigrasi se-Jatim, hingga alamat konsul jenderal. Platform ini juga menyediakan panduan praktis, termasuk langkah yang harus dilakukan ketika kehilangan paspor. Tidak hanya itu, DE IMEJ turut menyajikan informasi tentang pariwisata, kuliner, investasi, hingga dunia pendidikan di Jawa Timur.
Novianto menyebut peluncuran DE IMEJ sebagai bagian dari rangkaian Hari Bhakti Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan yang pertama.
“DE IMEJ adalah inovasi yang sederhana, tapi InsyaAllah berdampak bagi masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, mewakili Gubernur Jawa Timur, Kadis Perhubungan Jatim Nyono memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi tersebut.
“Ini program yang luar biasa, karena itu kami mengapresiasi setinggi-tingginya,” ujarnya.
Ia menilai keberhasilan DE IMEJ lahir dari kolaborasi dan komunikasi intensif lintas instansi.
“Tidak ada instansi yang dapat bekerja sendiri menghadapi tuntutan zaman,” kata Nyono.
Ia menambahkan bahwa DE IMEJ akan menjadi satu pintu terpadu bagi wisatawan asing yang datang ke Jawa Timur, selaras dengan slogan baru Provinsi Jawa Timur, Gerbang Baru Nusantara.
Peluncuran DE IMEJ ini diharapkan memperkuat kemudahan layanan keimigrasian dan memperkenalkan potensi Jawa Timur secara lebih luas melalui pendekatan digital yang terintegrasi.











