VOICEOFJATIM – Upaya memperkuat struktur organisasi menjadi fokus utama Partai Golkar Kota Malang dalam rangkaian Musyawarah Kecamatan di Blimbing. Forum ini tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga ruang membaca ulang efektivitas konsolidasi hingga level akar rumput.
Pemilihan Nedy Zunaedi sebagai Ketua PK Blimbing secara aklamasi memang berlangsung lancar. Namun, di balik proses yang relatif tanpa dinamika tersebut, tersirat kebutuhan untuk memperdalam struktur dan memperluas basis kader di tingkat bawah.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, mengingatkan pentingnya keseimbangan kekuatan organisasi agar tidak hanya terpusat di level kota.
“Kalau besar di kota tapi kecil di bawah, itu percuma. Kekuatan partai harus ada di level paling bawah, sampai ke RT dan RW,” tegasnya.
Pernyataan tersebut menjadi sinyal bahwa penguatan struktur berbasis grassroot masih menjadi pekerjaan yang terus didorong. Dalam konteks ini, efektivitas mesin partai sangat ditentukan oleh soliditas jaringan di tingkat paling bawah.
Sekretaris DPD Partai Golkar Kota Malang, Teguh Darwanto, menegaskan bahwa seluruh tahapan Muscam tetap berjalan dalam koridor aturan organisasi, termasuk mekanisme aklamasi yang terjadi karena hanya satu calon memenuhi syarat.
Meski demikian, minimnya kompetisi dalam proses tersebut juga menjadi refleksi penting terkait dinamika kaderisasi di tingkat kecamatan.
Di sisi lain, Nedy Zunaedi dihadapkan pada agenda percepatan konsolidasi internal. Ia menegaskan bahwa langkah awal yang akan dilakukan adalah menyusun struktur kepengurusan yang solid dan adaptif.
“Kita akan langsung konsolidasi dan menetapkan pengurus di tingkat kecamatan. Struktur harus segera kuat sebelum kita bergerak lebih jauh,” ujarnya.
Ia juga menargetkan penyelesaian struktur dalam waktu dekat. “Juni harus selesai. Dengan kondisi sekarang, semuanya harus dipercepat,” tambahnya.
Untuk menjawab tantangan organisasi, Nedy menyiapkan komposisi kepengurusan yang menggabungkan kader lama dengan generasi baru.
“Kita padukan yang berpengalaman dengan yang muda, supaya organisasi lebih hidup dan solid,” jelasnya.
Kondisi di Blimbing ini menjadi gambaran bahwa konsolidasi partai bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian dari upaya memperkuat fondasi organisasi agar lebih siap menghadapi dinamika politik ke depan.
















Leave feedback about this