VOICEOFJATIM – Musyawarah Kecamatan Partai Golkar Kecamatan Sukun berlangsung lancar dan penuh suasana kekeluargaan. Dalam Muscam yang menjadi rangkaian kedua tingkat kecamatan tersebut, Tinik Wijayanti kembali dipercaya memimpin Pengurus Kecamatan (PK) Golkar Sukun untuk lima tahun ke depan. Dukungan solid dari 11 pengurus kelurahan beserta organisasi sayap membuat Tinik menjadi satu-satunya kandidat yang maju dalam forum tersebut.
Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, menyebut pelaksanaan Muscam di Kecamatan Sukun berjalan kondusif tanpa dinamika berarti. Ia bahkan menyebut forum tersebut sebagai “happy Muscam” karena seluruh tahapan berjalan dengan kompak dan penuh kebersamaan.

“Alhamdulillah, Muscam kedua kali ini dengan Kecamatan Sukun berjalan dengan lancar. Kalau menurut mereka, ini happy Muscam katanya. Jadi memang sudah ada kekompakan. Sekali lagi, karena memang mereka kembali mendukung atau menginginkan Mbak Tini untuk maju kembali lagi sebagai Ketua PK Sukun,” ujarnya.
Menurut Djoko, hampir seluruh unsur partai di tingkat kecamatan memberikan dukungan penuh kepada Tinik Wijayanti. Mulai dari 11 pengurus kelurahan hingga perangkat organisasi sayap partai sepakat mengusungnya kembali sebagai ketua PK Kecamatan Sukun.
“Jadi mereka semua kompak, hampir 11 PL dan perangkat sayapnya semua mendukung Mbak Tini maju sebagai Ketua PK Kecamatan Sukun. Dan hanya satu kandidat yang maju dan tidak ada yang lain. Jadi kita hampir pastikan mungkin aklamasi,” katanya.

Ia menjelaskan seluruh tahapan Muscam telah dilalui sesuai mekanisme partai, mulai dari pertemuan awal, pra-Muscam, pembukaan pendaftaran, klarifikasi hingga verifikasi calon. Dengan proses tersebut, DPD Golkar Kota Malang memastikan forum berjalan sesuai aturan organisasi.
Djoko juga mengungkapkan bahwa Tinik sebelumnya pernah menjabat sebagai Pelaksana Tugas Ketua PK Sukun menggantikan kepengurusan lama yang terkena sanksi organisasi. Meski menurutnya Tinik layak berada di struktur tingkat kota, kader di akar rumput masih menginginkan kepemimpinannya di Kecamatan Sukun.
“Kita mengapresiasi pilihan teman-teman PKPL memilih kembali Bu Tini untuk memimpin PK Sukun. Saya rasa memang teman-teman sudah melihat bahwa kepemimpinan beliau sebelumnya sudah cukup berhasil,” ujarnya.
Lebih lanjut, Djoko menilai Kecamatan Sukun memiliki potensi besar untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif Partai Golkar pada Pemilu mendatang. Soliditas kader dan waktu persiapan yang masih panjang dinilai menjadi modal penting untuk meraih target tersebut.
“Potensi Sukun dua kursi kuat, cukup kuat insyaallah. Apalagi ke depan dengan semangat yang luar biasa dan temponya juga masih cukup panjang, dengan soliditas ini saya rasa kita bisa meraih dua kursi di Sukun,” tegasnya.
Sementara itu, Tinik Wijayanti mengaku bersyukur kembali mendapat amanah memimpin Golkar Kecamatan Sukun. Ia menyebut dukungan penuh dari seluruh elemen partai menjadi energi besar untuk menjalankan organisasi selama lima tahun mendatang.
“Alhamdulillah, setelah rangkaian yang panjang, hari ini Muscam ke-11 Kecamatan Sukun berhasil diselesaikan. Semua peserta Muscam gembira, tidak ada dinamika yang cukup berarti,” katanya.
Tinik menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus kelurahan, organisasi sayap, hingga organisasi masyarakat yang memberikan dukungan kepadanya. Dukungan tersebut menurutnya menjadi amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada kepercayaan teman-teman, 11 kelurahan semuanya, yang memberikan dukungan kepada saya. Organisasi saya, FMPG, KPPG, dan juga ormas dari HWK memberikan dukungan kepada saya,” ujarnya.
Dalam kepemimpinan periode baru ini, Tinik menargetkan peningkatan kekuatan politik Golkar di Daerah Pemilihan Sukun. Ia optimistis target dua kursi legislatif dapat diraih pada Pemilu mendatang.
“Seperti yang diminta dan sudah menjadi tagline kami, insyaallah kita akan mengusahakan Dapil Sukun untuk mendapatkan dua kursi ke depannya,” katanya.
Ia juga menjelaskan suasana harmonis di internal Golkar Sukun menjadi salah satu faktor utama yang membuat Muscam berjalan tanpa konflik. Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara pimpinan dan anggota membuat seluruh kader merasa diperhatikan.
“Sukun happy mungkin karena semua teman-teman di kelurahan merasa diperhatikan, sehingga komunikasi berjalan dengan baik. Tidak ada sekat antara pimpinan dan anggota, sehingga semuanya lancar,” pungkasnya.
















Leave feedback about this