VOICEOFJATIM – Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang periode 2025–2030, Djoko Prihatin atau yang akrab disapa Jokpri, menyiapkan gebrakan awal kepemimpinannya dengan meluncurkan program-program strategis. Hal ini disampaikan dalam kegiatan Safari Ramadhan DPD Partai Golkar Kota Malang di wilayah Kecamatan Blimbing, Jumat, (20/2/2026). Program tersebut menyasar kebutuhan konkret kader dan masyarakat, mulai dari layanan kesehatan gratis, penguatan ekonomi berbasis UMKM, hingga bantuan hukum keliling.
Jokpri menegaskan, program itu dirancang bukan sekadar agenda seremonial, melainkan sebagai ruang pelayanan yang bisa dirasakan langsung manfaatnya.
“Dalam waktu dekat ini kami akan meluncurkan tiga program utama yang dikemas dalam Rumah. Ada Rumah Sehat, Rumah Karya, dan bantuan hukum. Ini bentuk komitmen kita agar Golkar hadir bukan hanya bicara politik, tapi juga menyentuh kebutuhan riil kader dan masyarakat,” ujar Jokpri.
Program pertama, Rumah Sehat, digagas sebagai klinik layanan kesehatan gratis bagi kader yang membutuhkan. Golkar menggandeng sejumlah dokter yang bersedia mewakafkan waktu mereka untuk praktik tanpa biaya pada jam-jam tertentu. Mereka akan membuka praktik secara berkala untuk membantu kader yang memiliki keluhan kesehatan.
Menurut Jokpri, langkah ini penting karena persoalan kesehatan sering kali menjadi beban tersendiri, terutama bagi kader di tingkat bawah. Dengan adanya Rumah Sehat, kader tidak perlu lagi bingung mencari akses pemeriksaan awal.
Program kedua adalah Rumah Karya. Di sinilah Golkar mencoba memberi warna baru dengan fokus pada penguatan ekonomi kader. Jokpri menyebut, partainya tidak ingin hanya dikenal lewat kegiatan politik dan sosial, tetapi juga melalui pengembangan kewirausahaan.
Rumah Karya akan berkolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari Kadin, HIPMI, hingga Rektorat UMKM Shopee. Bentuk kegiatannya berupa pelatihan intensif, seperti cara memulai usaha online, memilih produk yang memiliki daya jual tinggi, hingga teknik siaran langsung atau live streaming di TikTok dan Shopee agar penjualan lebih optimal.
“Di Rumah Karya, kita ajarkan bagaimana cara jualan online, memilih barang yang laku, sampai live di TikTok atau Shopee supaya kader punya penghasilan mandiri. Bahkan kalau mereka kekurangan tempat untuk live, kantor kita yang besar bisa dipakai,” kata Jokpri.
Ia mencontohkan, salah satu rekannya di HIPMI mampu meraih omzet ratusan juta rupiah per bulan hanya dari aktivitas live TikTok. Model bisnis digital seperti itu dinilai realistis dan bisa ditiru kader, termasuk mereka yang selama ini belum tersentuh pelatihan digital.
Program ini juga akan menyasar PL-PL atau komunitas di sekitar kader yang ingin belajar berjualan daring. Jokpri optimistis, dengan pelatihan yang tepat, peserta bisa langsung praktik dan menghasilkan pendapatan.
Rumah Karya nantinya terintegrasi dengan program Yellow Store, pengembangan dari program Good Drop yang sebelumnya fokus pada distribusi minyak goreng. Good Drop masih berjalan, namun akan diperluas dengan penyediaan kebutuhan pokok lain, seperti beras kering, yang dijual di bawah harga pasar.
“Kita rencanakan dari Good Drop itu kita ambil beras untuk dijual ke masyarakat dengan harga di bawah pasaran. Jadi bukan hanya minyak goreng, tapi kebutuhan pokok lain juga,” jelasnya.
Program ketiga adalah layanan bantuan hukum. Golkar Kota Malang bekerja sama dengan tim dari Peradi, termasuk Hanafi dan rekan-rekannya, untuk memberikan sosialisasi serta konsultasi hukum secara keliling hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
Melalui program ini, kader maupun masyarakat yang menghadapi persoalan hukum diharapkan tidak lagi kebingungan mencari pendampingan.
“Kita ingin masyarakat atau kader yang punya masalah hukum tidak bingung harus lari ke mana. Ada tempat konsultasi dan pendampingan,” tegas Jokpri.
Selain tiga program utama tersebut, Golkar Kota Malang juga memperkenalkan program Paspor sebagai strategi penguatan loyalitas kader. Program ini disebut Jokpri sebagai gimmick politik untuk mengikat partisipasi kader.
Sejak Maret hingga Oktober, kader yang aktif mengikuti rangkaian kegiatan akan memperoleh poin. Di periode akhir, poin tersebut akan dikonversi menjadi bentuk apresiasi tertentu. Golkar juga mendorong kader di Komisi Pendidikan agar memprioritaskan akses beasiswa gratis bagi mereka yang aktif dan memenuhi kriteria.
Untuk pusat pengaduan dan aspirasi masyarakat, Golkar tetap membuka Rumah Aspirasi di Jalan Panglima Sudirman. Setiap hari, anggota fraksi mengadakan piket untuk menerima aduan maupun aspirasi warga.
Sementara itu, kegiatan operasional seperti Rumah Sehat dan Rumah Karya akan dipusatkan di kantor Golkar. Saat ini, kantor tersebut tengah menjalani ringkasan ringan dan ditargetkan siap beroperasi penuh setelah Lebaran.
“Sekarang masih direkomendasi sedikit. Insyaallah setelah Lebaran sudah gas pol,” ujar Jokpri.
Sebagai bagian dari konsolidasi dan silaturahmi, Golkar Kota Malang juga menyiapkan agenda pengajian akbar mengakar dan Pembagian bingkisan Lebaran kepada masyarakat.
Melalui rangkaian program tersebut, Jokpri ingin menegaskan bahwa kepengurusan Golkar periode 2025–2030 berupaya menghadirkan partai sebagai rumah pelayanan. Bukan sekadar mesin politik lima tahunan, namun ruang kolaborasi yang menyentuh aspek kesehatan, ekonomi, hingga perlindungan hukum masyarakat Kota Malang.
















Leave feedback about this