VOICEOFJATIM – Di tengah maraknya konten horor dan eksplorasi tempat angker di media sosial, akun TikTok @misteri.malang.official hadir dengan pendekatan berbeda. Tidak hanya mengangkat kisah misteri dan urban legend, kanal yang digawangi Febri Hardian dan Sam Tembre tersebut juga membalut kontennya dengan humor khas Malangan yang dekat dengan keseharian masyarakat.
Tagline mereka yang unik, “Ojok Kemendel Timbang Di Buntel”, menjadi identitas tersendiri yang mudah dikenali para pengikutnya. Melalui siaran langsung maupun video pendek, duo kreator asal Malang ini mengajak penonton menjelajahi berbagai lokasi yang dianggap menyimpan cerita misterius sekaligus memperkenalkan sisi budaya lokal.
Febri Hardian, pendiri sekaligus pengelola akun Misteri Malang, mengungkapkan bahwa lahirnya kanal tersebut sebenarnya tidak direncanakan secara khusus sebagai media konten horor.

Menurutnya, pada awal pembentukan tim, mereka justru ingin fokus membuat konten komedi. Namun seiring perjalanan waktu dan perubahan komposisi tim, arah konten mulai berkembang ke eksplorasi misteri yang dipadukan dengan guyonan khas Malang.
“Awalnya sebenarnya tidak sengaja. Dulu kami ingin membuat konten komedi. Setelah tim pecah dan tinggal saya dengan Sam Tembre, kami mencoba mengeksplorasi hal lain dan akhirnya serius menekuni konten misteri. Tetapi unsur komedinya tetap ada karena kami memakai bahasa dan guyonan Malangan,” kata Febri kepada wartawan.
Pendekatan tersebut ternyata mendapat respons positif dari masyarakat. Berbeda dengan banyak konten horor yang dibangun dengan suasana tegang dan menakutkan, Misteri Malang justru menghadirkan nuansa santai sehingga lebih mudah diterima berbagai kalangan.
Ketertarikan terhadap sejarah dan urban legend juga menjadi alasan utama keduanya terus mengembangkan kanal tersebut. Bagi mereka, misteri tidak hanya berkaitan dengan hal-hal gaib, tetapi juga cerita masa lalu yang melekat pada suatu tempat.
Selama beroperasi, Misteri Malang telah mengunjungi puluhan lokasi di berbagai wilayah Malang Raya. Meski tidak memiliki data pasti jumlah titik yang sudah dieksplorasi, Febri menyebut jumlahnya sudah mencapai puluhan lokasi.
“Kalau dihitung mungkin sudah puluhan tempat. Banyak lokasi yang kami datangi untuk live maupun pembuatan konten,” ujarnya.
Dalam perjalanannya, Misteri Malang tidak hanya terdiri dari dua orang. Meski sejak awal dibangun oleh Febri dan Sam Tembre, kini mereka mulai melibatkan anggota tambahan untuk membantu proses produksi konten.
Keberadaan tim yang lebih besar dinilai penting karena kebutuhan produksi semakin berkembang, terutama ketika harus melakukan eksplorasi ke lokasi yang jauh atau membutuhkan peralatan tambahan.
Popularitas akun tersebut juga terlihat dari jumlah penonton saat siaran langsung berlangsung. Febri mengatakan, setiap sesi live mampu menarik ratusan hingga ribuan penonton.
“Alhamdulillah antusiasmenya cukup bagus. Saat live biasanya bisa ratusan sampai ribuan penonton yang bergabung,” katanya.
Meski demikian, perjalanan membangun kanal Misteri Malang tidak selalu berjalan mulus. Febri mengaku akun lama mereka pernah mengalami pemblokiran permanen oleh platform TikTok. Akibatnya, mereka harus memulai kembali dari awal menggunakan akun baru yang saat ini dikenal dengan nama @misteri.malang.official.
Kendala lain juga sering ditemui ketika melakukan eksplorasi lapangan. Selain persoalan teknis seperti minimnya sinyal internet dan sulitnya akses menuju lokasi, mereka juga mengaku beberapa kali mengalami kejadian yang dianggap tidak biasa.
Febri menceritakan bahwa setelah melakukan eksplorasi di sejumlah lokasi yang dianggap angker, dirinya dan tim sering merasakan kondisi tubuh yang tidak prima.
“Kalau kendala teknis biasanya sinyal dan akses lokasi. Tetapi setelah eksplorasi kadang badan terasa sakit semua, terutama kalau tempatnya memang sangat wingit. Ada juga pengalaman mendengar bisikan-bisikan saat proses eksplorasi,” ungkapnya.
Salah satu pengalaman yang paling diingat terjadi setelah melakukan eksplorasi di kawasan Sukun, Kota Malang. Febri dan Sam Tembre mengaku sempat mengalami kecelakaan sehari setelah kegiatan tersebut.
Meski demikian, ia menegaskan pengalaman tersebut merupakan bagian dari perjalanan pribadi mereka yang tidak dapat dibuktikan secara ilmiah.
Dalam setiap kegiatan eksplorasi, tim Misteri Malang juga selalu mengutamakan izin kepada pihak yang berwenang atau pengelola lokasi. Selain itu, mereka menjalankan tradisi lokal yang diyakini masyarakat setempat sebagai bentuk penghormatan terhadap tempat yang akan dikunjungi.
“Kalau perizinan pasti kami lakukan terlebih dahulu. Setelah itu biasanya ada tradisi meminta izin secara adat Jawa sebelum memulai eksplorasi,” jelasnya.
Ke depan, Misteri Malang tidak ingin hanya dikenal sebagai kanal eksplorasi lokasi angker. Mereka berencana memperluas tema konten ke bidang sejarah, budaya, podcast, hingga produksi film pendek dan serial digital.
Febri mengatakan Malang memiliki banyak situs sejarah yang belum banyak diketahui masyarakat. Karena itu, kanal yang mereka bangun akan diarahkan untuk memperkenalkan warisan sejarah daerah kepada generasi muda.
“Kami ingin berkembang. Tidak hanya eksplor misteri. Ke depan ada rencana membuat series, film pendek, podcast, dan juga membahas sejarah-sejarah yang ada di Kota Malang. Banyak candi, punden, dan lokasi bersejarah yang menarik untuk dikenalkan kepada masyarakat,” katanya.
Selain mengeksplorasi sejumlah lokasi di Malang Raya, tim Misteri Malang juga berencana melakukan roadshow ke luar daerah. Beberapa destinasi yang masuk daftar eksplorasi mereka antara lain kawasan pabrik gula tua yang selama ini dikenal memiliki banyak cerita sejarah dan urban legend.
Melalui kombinasi antara misteri, komedi lokal, dan edukasi sejarah, Misteri Malang berupaya menghadirkan warna baru dalam dunia konten digital daerah. Di tengah derasnya arus konten nasional, kanal ini menunjukkan bahwa cerita-cerita lokal Malang masih memiliki ruang untuk tumbuh dan menarik perhatian publik.
Dengan identitas khas yang mereka usung, Misteri Malang kini tidak sekadar menjadi akun TikTok eksplorasi misteri, tetapi juga ruang bagi masyarakat untuk mengenal kembali cerita, sejarah, dan budaya yang hidup di balik berbagai sudut Kota Malang.










Leave feedback about this