VOICEOFJATIM – Hujan turun perlahan di sejumlah ruas jalan Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang, saat rombongan Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar Kota Malang membagikan takjil kepada para pengendara dan warga yang melintas. Di tengah gerimis itu, Ketua DPD Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, tampak berdiri di tepi jalan bersama puluhan kader, menyapa satu per satu warga yang menerima bingkisan berbuka.
Safari Ramadhan kali ini tidak hanya diisi dengan pertemuan internal partai. Djoko memilih turun langsung ke lapangan, memastikan pembagian puluhan paket takjil berjalan tertib dan menyentuh masyarakat yang masih beraktivitas menjelang waktu berbuka.

Beberapa pengendara sepeda motor memperlambat laju kendaraannya. Ada yang tersenyum, ada pula yang sekadar mengangguk sambil menerima bingkisan. Di antara rintik hujan, suasana terasa hangat oleh sapaan singkat dan ucapan terima kasih.
“Ramadhan ini momentum berbagi. Kami ingin hadir langsung di tengah masyarakat, bukan hanya lewat rapat atau forum,” kata Djoko di sela kegiatan.
Puluhan kader Golkar yang mengenakan atribut partai terlihat kompak. Mereka membagi tugas, ada yang menyiapkan paket, ada yang mengatur lalu lintas agar tidak terjadi kemacetan. Hujan yang sempat membasahi pakaian tak menyurutkan langkah mereka.
Lowokwaru dipilih bukan tanpa alasan. Wilayah ini dikenal sebagai kawasan pendidikan dengan mobilitas warga yang tinggi, terutama menjelang hari-hari tertentu. Djoko menyebut Safari Ramadhan menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat konsolidasi organisasi di tingkat kecamatan.
Dalam sela pembagian takjil, ia juga menyempatkan berdialog dengan pengurus kecamatan dan kader muda. Ia menekankan pentingnya peran struktur di tingkat bawah sebagai garda terdepan partai.
Menurut Djoko, kegiatan sosial seperti ini bukan sekadar simbol. Ia berharap kehadiran partai dalam momen Ramadhan bisa dirasakan secara nyata oleh masyarakat. “Kader harus hadir ketika masyarakat membutuhkan. Itu yang terus kami dorong,” ujarnya.
Safari Ramadan di Lowokwaru pun menjadi gambaran wajah politik yang lebih membumi. Di tengah hujan yang turun tanpa aba aba, ketua partai dan kadernya memilih tetap berdiri di jalan, membagikan takjil, sekaligus merawat komunikasi dengan warga. Sebuah potret konsolidasi yang dikemas dengan semangat berbagi di bulan suci.
















Leave feedback about this