Golkar Kota Malang Dorong Kader Melek Digital dan Mandiri Secara Ekonomi

VOICEOFJATIM – Safari Ramadhan DPD Partai Golkar Kota Malang di Kecamatan Blimbing, Jumat (20/2/2026), menjadi panggung penegasan arah baru kepemimpinan Djoko Prihatin. Ketua DPD Golkar Kota Malang periode 2025–2030 yang akrab disapa Jokpri itu menempatkan pemberdayaan kader ekonomi sebagai prioritas utama, salah satunya melalui kolaborasi dengan Rektorat UMKM Shopee.

Di hadapan kader, Jokpri menegaskan bahwa partai tidak boleh hanya hadir dalam momentum politik. Menurutnya, Golkar harus mampu menjadi ruang tumbuh bagi kemandirian ekonomi kader, terutama di tengah tantangan ekonomi dan persaingan digital yang semakin ketat.

“Lewat Rumah Karya, kita ajarkan kader bagaimana jualan online, memilih produk yang punya daya saing, sampai teknik live di Shopee atau TikTok supaya bisa langsung menghasilkan,” ujar Jokpri.

Program Rumah Karya menjadi motor utama pemberdayaan tersebut. Konsepnya bukan sekadar pelatihan teoritis, melainkan inkubasi usaha yang aplikatif. Golkar menggandeng Kadin, HIPMI, serta Rektorat UMKM Shopee untuk memberikan pendampingan teknis kepada kader yang ingin terjun ke bisnis bold.

Materi yang disiapkan mencakup strategi memilih produk yang laku di pasar, teknik pengemasan dan branding, manajemen stok, hingga optimalisasi fitur live streaming di Shopee dan TikTok. Jokpri menilai, platform digital membuka peluang besar bagi siapa saja yang mau belajar dan konsisten.

“Sekarang orang bisa dapat penghasilan hanya dari live. Ada teman di HIPMI, omzetnya ratusan juta per bulan dari live TikTok. Artinya peluang itu nyata, tinggal kita siapkan kader agar siap bersaing,” katanya.

Tak hanya menyediakan pelatihan, Golkar Kota Malang juga membuka akses fasilitas. Kantor partai yang memiliki ruang cukup luas akan difungsikan sebagai tempat live streaming bagi kader yang belum memiliki sarana memadai. Langkah ini diharapkan dapat menekan biaya awal usaha sekaligus mempercepat proses belajar.

Program ini juga menyasar komunitas PL-PL maupun warga sekitar kader yang ingin belajar berjualan online. Jokpri optimistis, dengan pendampingan terstruktur dan jejaring yang kuat, kader tidak hanya mampu membuka toko daring, tetapi juga bertahan dan berkembang di pasar digital.

Pemberdayaan ekonomi tersebut diperkuat dengan pengembangan program Good Drop yang sebelumnya fokus pada distribusi minyak goreng. Ke depan, konsep ini diperluas melalui Yellow Store dengan menyediakan kebutuhan pokok seperti beras kering di bawah harga pasar.

“Kita ingin kader tidak hanya belajar jualan online, tapi juga punya ekosistem usaha. Good Drop tetap jalan, dan kita kembangkan dengan Yellow Store supaya manfaatnya makin luas,” jelasnya.

Meski fokus pada ekonomi, Golkar Kota Malang tetap menyiapkan program lain sebagai penopang, seperti Rumah Sehat yang menyediakan layanan pemeriksaan gratis bersama dr. Husnul, dr. Rendra, dan tenaga medis lain, serta bantuan hukum keliling bekerja sama dengan tim Peradi, termasuk Hanafi dan rekan-rekannya.

Namun, Jokpri menegaskan bahwa penguatan ekonomi menjadi kunci agar kader lebih mandiri dan berdaya. Ia tidak ingin kader hanya bergantung pada momentum politik, tetapi memiliki sumber penghasilan yang berkelanjutan.

“Kita ingin kader punya income sendiri. Kalau ekonominya kuat, mereka lebih percaya diri dan lebih siap melayani masyarakat,” tegasnya.

Operasional Rumah Karya dan program ekonomi lainnya akan dipusatkan di kantor Golkar yang saat ini tengah direnovasi dan ditargetkan aktif penuh setelah Lebaran. Sementara Rumah Aspirasi di Jalan Panglima Sudirman tetap berfungsi sebagai pusat pengaduan masyarakat dengan sistem piket anggota fraksi setiap hari.

Melalui kolaborasi dengan Shopee dan berbagai mitra usaha, Jokpri berharap Golkar Kota Malang periode 2025–2030 tidak hanya dikenal sebagai partai politik, tetapi juga sebagai ruang pemberdayaan ekonomi berbasis digital yang konkret dan terukur bagi kader masyarakat maupun.

Leave feedback about this

  • Rating