HPN 2026 Dirayakan dengan Aksi Hijau, Sam Tito Turun Langsung Tanam 750 Bibit dan Tebar 3.000 Nila di Sungai Wendit

VOICEOFJATIM – Peringatan Hari Pers Nasional 2026 di Malang tak henti-hentinya di seremoni. Aksi nyata justru mengalir di bantaran Sungai Wendit, Minggu pagi, 15 Februari 2026. Ketua KHYI Malang dan GANN Malang Raya, KRA Dwi Indrotito Cahyono, turun langsung menanam dan menebar ribuan pohon benih ikan nila sebagai simbol komitmen menjaga sumber mata air.

Pria yang akrab disapa Sam Tito itu hadir bersama sejumlah jurnalis dari media online seperti Tagar Indonesia, Pendopo Satu, Buser Jatim, dan Realita Publik. Kegiatan mereka dimulai dengan menanam bibit beringin di tepi sungai, lalu dilanjutkan penebaran 3.000 benih ikan nila di aliran sungai belakang kawasan wisata Wendit.

Kegiatan tersebut mendapat dukungan dari berbagai pihak. Sebanyak 600 bibit pohon buah disalurkan oleh Perum Jasa Tirta I, sementara 150 bibit lainnya berasal dari Perum Perhutani wilayah Malang. Jenis pohon yang ditanam antara lain durian, sirsak, nangka, hingga kluwih. Untuk benih ikan, bantuan datang dari Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Malang.

IMG-20260216-WA0041 HPN 2026 Dirayakan dengan Aksi Hijau, Sam Tito Turun Langsung Tanam 750 Bibit dan Tebar 3.000 Nila di Sungai Wendit

Sam Tito menyebut inisiatif yang digagas rekan-rekan pers sebagai gerakan moral yang patut diapresiasi. Ia menilai, langkah penghijauan di sekitar sumber mata air merupakan investasi jangka panjang bagi investor lingkungan.

“Ini bukan sekedar seremoni HPN. Teman-teman pers menunjukkan komitmen menjaga sumber mata air lewat aksi nyata. Tahun lalu di Bedengan, sekarang di Wendit. Konsisten dan berdampak,” ujarnya usai kegiatan.

IMG-20260216-WA0012 HPN 2026 Dirayakan dengan Aksi Hijau, Sam Tito Turun Langsung Tanam 750 Bibit dan Tebar 3.000 Nila di Sungai Wendit

Ia menambahkan, penebaran ribuan benih ikan diharapkan dapat memperkaya populasi ikan di Sungai Wendit. Selain menjaga keseimbangan ekosistem, langkah itu dinilai berpotensi memberi nilai ekonomi bagi warga sekitar yang memanfaatkan sungai sebagai lokasi pemancingan.

“Kita tahu banyak warga yang memancing di sini. Kalau populasi ikan meningkat, tentu manfaatnya kembali ke masyarakat,” kata advokat yang juga menjabat Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Malang tersebut.

Lebih jauh, Sam Tito melihat bantaran Sungai Wendit menyimpan potensi wisata alam yang belum tergarap maksimal. Aliran sungai yang diukur panjangnya cocok dikembangkan sebagai destinasi wisata air maupun tempat memancing keluarga.

IMG-20260216-WA0035 HPN 2026 Dirayakan dengan Aksi Hijau, Sam Tito Turun Langsung Tanam 750 Bibit dan Tebar 3.000 Nila di Sungai WenditDi kawasan tersebut, Pokdarwis Kampoeng Banyu bahkan telah menyiapkan lima unit perahu untuk susur sungai dengan tarif terjangkau, yakni Rp5 ribu per orang. Menurutnya, kedekatan lokasi dengan Kota Malang menjadi nilai tambah tersendiri.

“Potensinya besar dan strategis lokasinya. Jika dikelola secara serius, tidak kalah dengan destinasi seperti Andeman Boon Pring atau Sumber Maron,” ucapnya.

Ia menegaskan, pengembangan wisata Sungai Wendit memerlukan sinergi lintas instansi. Keterlibatan Perum Jasa Tirta I, Pemerintah Kabupaten Malang, Perumda Tugu Tirta, hingga Perumda Tirta Kanjuruhan dinilai krusial mengingat seluruh pihak memiliki kepentingan terhadap kelestarian sumber mata air Wendit.

“Semua harus peduli dan duduk bersama. Kalau kolaborasi terbangun, kawasan ini bisa menjadi ikon wisata air baru di Kabupaten Malang,” tutupnya.

Leave feedback about this

  • Rating