Komersialisasi MCC, DPRD Kota Malang Bidik PAD Baru

KOTA MALANG, VOICEOFJATIM – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Malang menaruh harapan besar pada kebijakan komersialisasi Gedung Malang Creative Center (MCC). Mereka menargetkan kebijakan tersebut mampu menyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga Rp500 juta pada APBD Perubahan 2025.

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menegaskan bahwa langkah ini bukan hanya soal pendapatan, tetapi juga upaya menjadikan MCC lebih mandiri dari sokongan APBD. Selama ini, biaya operasional gedung yang mencapai Rp6 miliar per tahun sepenuhnya ditanggung oleh kas daerah.

“Kami ingin MCC tidak hanya menjadi simbol kreativitas, tetapi juga bisa berdiri mandiri. Target Rp500 juta tahun ini akan menjadi tolok ukur awal. Akhir 2025 nanti, kami akan evaluasi apakah skema komersialisasi ini efektif,” ujarnya.

Amithya menambahkan, DPRD siap mengawal implementasi kebijakan tersebut agar tidak sekadar menjadi beban masyarakat, melainkan benar-benar memberi manfaat ekonomi sekaligus menjaga esensi MCC sebagai ruang tumbuhnya industri kreatif.

Sementara itu, Wali Kota Malang menjelaskan teknis pelaksanaan kebijakan komersialisasi MCC. Ia menyebut ada pembagian ruang yang dipisahkan antara kegiatan berbayar dan kegiatan gratis.

“Area tertentu memang diberlakukan tarif sesuai aturan, sementara kegiatan masyarakat yang bersifat sosial tetap bisa menggunakan fasilitas tanpa dipungut biaya,” ucapnya, Selasa (5/8/2025).

Sejumlah fasilitas yang masuk kategori berbayar di antaranya Main Hall lantai 2, Auditorium lantai 7, hingga gym yang kini dikenakan tarif Rp50 ribu per kunjungan.

Dengan kebijakan ini, Pemkot bersama DPRD berharap MCC bisa menjaga kualitas layanan, meningkatkan fasilitas, sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi PAD. Evaluasi di akhir tahun menjadi penentu arah kebijakan ke depan agar MCC benar-benar berfungsi sebagai pusat pengembangan ekonomi kreatif di Kota Malang.

Leave feedback about this

  • Rating