KOTA MALANG, VOICEOFJATIM.COM – Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) melangkah nyata mewujudkan kampus berdampak dengan meresmikan Britech Store, platform penjualan daring untuk produk-produk inovasi mahasiswa dan dosen. Lewat program ini, FTP tak sekadar mengajarkan teori kewirausahaan, tapi benar-benar mendorong mahasiswa turun langsung membina pelaku UMKM.
Dekan Fakultas Teknologi Pertanian, Prof. Yusuf Hendrawan, menegaskan bahwa era sekarang menuntut mahasiswa memiliki keahlian lebih dari sekadar akademik. Lewat Britech Store, mahasiswa diajak menyesuaikan diri dengan dunia digital marketing dan terlibat langsung dalam pengembangan sektor usaha mikro.
“Sekarang zamannya digital marketing, dan mahasiswa harus punya kompetensi itu. Karena 60 persen ekonomi Indonesia digerakkan oleh sektor informal, termasuk UMKM,” ujar Prof. Yusuf.
Ia menambahkan, langkah ini merupakan bagian dari visi besar Universitas Brawijaya sebagai World Class Entrepreneur University, dengan mencetak lebih banyak wirausaha di bidang teknologi pertanian. Tak hanya untuk menciptakan lapangan kerja, namun juga sebagai solusi atas meningkatnya pengangguran intelektual.
“Kalau kita punya seribu mahasiswa tiap tahun, dan satu orang menciptakan lima lapangan kerja, itu artinya 5.000 pekerjaan baru tercipta. Dampaknya luar biasa,” tegasnya.
Lewat kolaborasi dengan UMKM, mahasiswa FTP UB tak hanya belajar memasarkan produk secara digital, tapi juga mengenal sistem produksi, manajemen keuangan, hingga model bisnis. Sebanyak 93 produk inovasi mahasiswa ditampilkan dalam expo yang digelar bersamaan dengan Seminar Nasional bertema “Peranan Teknologi Pertanian dalam Pengembangan UMKM Indonesia”.
Pada kegiatan ini, FTP UB turut menggandeng Sariraya Group, perusahaan milik alumni UB yang kini berkiprah di Jepang. Kerja sama ini diharapkan membuka peluang ekspor produk inovatif dari dosen dan mahasiswa ke pasar internasional.
“Mahasiswa kami sudah dibekali ilmu GMP, HACCP, K3, pengelolaan limbah, inovasi produk, dan banyak lagi. Semua itu akan menjadi bekal saat mereka membina atau membangun UMKM baru,” kata Prof. Yusuf.
Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Brawijaya, Prof. Imam Santoso, menyatakan bahwa kegiatan ini merepresentasikan semangat kampus berdampak seperti yang digagas oleh Menteri Pendidikan.
“Tiga kegiatan utama hari ini, yaitu seminar nasional, expo UMKM, dan pertemuan Forum Komunikasi Teknologi Pertanian Indonesia adalah bentuk kontribusi nyata UB terhadap pengembangan teknologi pertanian dan UMKM,” ungkap Prof. Imam.
Ia menambahkan, pertemuan para akademisi lintas kampus ini penting untuk merumuskan arah pengembangan teknologi pertanian yang relevan dan inovatif. Seminar nasional pun menjadi ajang diseminasi ilmu dan kolaborasi antarlembaga pendidikan tinggi.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi, UMKM, Perindustrian dan Perdagangan Kota Batu, Aries Setiawan, menyampaikan apresiasi terhadap langkah kolaboratif yang dilakukan FTP UB. Menurutnya, kegiatan ini berkontribusi signifikan terhadap pertumbuhan sektor UMKM di wilayahnya.
“Dari data BPS, 86 persen lebih Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Batu disumbang oleh sektor UMKM. Dengan kolaborasi ini, kreativitas dan inovasi mahasiswa bisa langsung dirasakan oleh pelaku usaha di daerah,” jelas Aries.
Ia menambahkan, hampir seribu pelaku UMKM di Kota Batu telah menerima manfaat dari pelatihan dan pembinaan yang diberikan mahasiswa FTP UB. Ke depan, Pemkot Batu tengah merancang program kelembagaan UMKM yang lebih terstruktur dan berkelanjutan, berkat kolaborasi dengan UB.











