Idul Adha di UIBU Perkuat Ruang Toleransi, Mahasiswa Lintas Agama Duduk Semeja Nikmati Hidangan Kurban

VOICEOFJATIM – Di tengah menguatnya tantangan menjaga harmoni dalam masyarakat yang majemuk, Universitas Insan Budi Utomo (UIBU) Malang memanfaatkan perayaan Idul Adha sebagai ruang membangun kebersamaan lintas agama. Momentum kurban tidak berhenti pada penyembelihan hewan dan distribusi daging kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana mempertemukan seluruh elemen kampus dalam suasana kekeluargaan.

Usai pelaksanaan kurban, dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa berkumpul dalam acara syukuran serta makan malam bersama di Kampus C UIBU. Hidangan yang berasal dari olahan daging kurban disajikan dan dinikmati tanpa memandang perbedaan agama maupun asal daerah.

IMG-20260529-WA0026 Idul Adha di UIBU Perkuat Ruang Toleransi, Mahasiswa Lintas Agama Duduk Semeja Nikmati Hidangan Kurban

Pemandangan mahasiswa Muslim, Katolik, dan pemeluk agama lainnya yang duduk bersama dalam satu meja menjadi gambaran nyata kehidupan keberagaman yang selama ini dibangun di lingkungan kampus. Interaksi yang terjalin dalam suasana santai tersebut memperlihatkan bahwa perbedaan tidak menjadi batas dalam membangun relasi sosial.

Rektor UIBU Dr. Nurcholis Sunuyeko, M.Si mengatakan bahwa tradisi kebersamaan saat Idul Adha sengaja dipertahankan karena memiliki nilai pendidikan yang penting bagi sivitas akademika. Menurutnya, kampus harus menjadi tempat tumbuhnya budaya saling menghormati dan bekerja sama.

“Melalui momentum Idul kurban ini, kita semua lintas keyakinan ikut merasakan kebahagiaan bersama. Di UIBU, seluruh elemen kampus membaur tanpa sekat. Inilah implementasi nyata nilai-nilai kebudiutamaan yang selalu kita gaungkan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa Idul Adha tidak hanya dipahami sebagai perayaan keagamaan umat Islam, melainkan juga sebagai kesempatan memperkuat solidaritas sosial. Karena itu, keterlibatan seluruh warga kampus dalam berbagai rangkaian kegiatan menjadi bagian dari upaya membangun budaya inklusif.

IMG-20260529-WA0023 Idul Adha di UIBU Perkuat Ruang Toleransi, Mahasiswa Lintas Agama Duduk Semeja Nikmati Hidangan Kurban

“Ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi juga tradisi untuk memperkuat persaudaraan di antara sivitas akademika,” tambahnya.

Nilai-nilai tersebut dirasakan langsung oleh Afretina Alisa, mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris asal Flores, Nusa Tenggara Timur. Meski beragama Katolik, ia mengaku selalu merasa diterima dan dilibatkan dalam setiap kegiatan kebersamaan yang diselenggarakan kampus.

“Saya sangat senang bisa merasakan langsung kebersamaan ini. Semua menu yang disajikan dari hewan kurban rasanya enak, terutama baksonya. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut,” katanya.

Hal senada disampaikan Emanuel, mahasiswa asal Flores yang telah beberapa kali mengikuti perayaan Idul Adha di UIBU. Ia melihat kegiatan tersebut bukan hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga memperkuat hubungan antarmahasiswa yang berasal dari latar belakang berbeda.

“Di sini kami benar-benar bisa menjalin toleransi tanpa membedakan suku dan agama. Makan bersama seperti ini membuktikan bahwa perbedaan bukan penghalang untuk bersatu,” ujarnya.

Bagi UIBU, semangat kurban tidak hanya diwujudkan melalui berbagi kepada masyarakat, tetapi juga melalui upaya menjaga kohesi sosial di lingkungan kampus. Tradisi makan bersama yang melibatkan mahasiswa lintas agama menjadi simbol bahwa keberagaman dapat dirawat melalui pengalaman sederhana yang mempertemukan banyak orang dalam satu ruang kebersamaan.

Leave feedback about this

  • Rating