Kondusivitas Kota Malang Terjaga, Kasus Narkoba Justru Naik 18 Persen

KOTA MALANG, VOICEOFJATIM.COM – Meski situasi Kota Malang terbilang stabil dan kondusif sepanjang triwulan kedua 2025, namun data menunjukkan adanya lonjakan kasus narkotika. Kenaikan tersebut menjadi perhatian serius jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), termasuk Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

Dalam kegiatan rutin bertajuk “Kopi Senja” yang digelar tiap triwulan, Wahyu menyampaikan bahwa forum ini menjadi ruang komunikasi strategis antara jajaran Forkopimda untuk membahas perkembangan situasi di Kota Malang secara menyeluruh.

“Kopi Senja ini memang kami laksanakan rutin setiap tiga bulan. Di dalamnya ada arahan, penyampaian informasi situasi, serta isu-isu strategis yang relevan. Narasumbernya pun dari Forkopimda, sesuai fungsi dan kewenangannya masing-masing,” ujar Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.

Ia menyebutkan bahwa hingga triwulan kedua tahun ini, Kota Malang masih dalam keadaan aman dan terkendali. Isu-isu strategis juga telah didiskusikan bersama lintas sektor.

“Alhamdulillah, sepanjang triwulan kedua, kondusivitas kota ini benar-benar terjaga. Data-data tentang ketentraman dan ketertiban, serta isu dampak regional dan nasional sudah kami bahas bersama. Tinggal bagaimana kita menjaga agar tak muncul gangguan baru di masa mendatang,” jelasnya.

Namun di tengah kondisi yang relatif aman, tren kriminalitas justru menunjukkan peningkatan di beberapa sektor, terutama kasus narkoba, perjudian, dan penculikan.

“Khusus narkoba, data mencatat ada kenaikan dari 90 kasus pada semester pertama 2024 menjadi 107 kasus di periode yang sama tahun ini. Artinya naik 18,89 persen,” beber Wahyu.

Meski begitu, ia menilai lonjakan tersebut belum terlalu signifikan. Menurutnya, pihak kepolisian sudah memiliki langkah antisipatif untuk menekan kasus serupa di triwulan berikutnya.

“Tadi juga disampaikan langsung oleh Pak Kapolres. Langkah-langkah pencegahan sudah disiapkan, semoga angka ini bisa ditekan di periode selanjutnya,” tambahnya.

Guna memperkuat upaya pencegahan, pemerintah kota berencana menggandeng sejumlah perguruan tinggi di Kota Malang. Pasalnya, sebagai kota pendidikan, peran kampus dan mahasiswa sangat vital dalam membangun kesadaran hukum dan bahaya narkoba.

“Kami berharap bisa menjalin sinergi lebih kuat dengan kampus-kampus di Malang. Pendekatannya nanti ke mahasiswa, tentu disertai program pendampingan dari Forkopimda. Kami juga ingin melibatkan seluruh pemangku kepentingan agar pencegahan ini bisa berjalan optimal,” tegasnya.

Rencana kerja sama lintas sektor ini diharapkan tak hanya menekan kasus kriminalitas di Kota Malang, tapi juga menguatkan kolaborasi antara aparat keamanan, pemerintah, dan masyarakat sipil.

Sementara itu, berdasarkan data dari Polresta Malang Kota, peningkatan kasus narkoba tahun ini didominasi oleh pengguna pemula dari kalangan remaja dan usia produktif. Kondisi ini menjadi alarm penting bagi pemerintah untuk segera bertindak cepat, terlebih pada momentum Agustus yang identik dengan penguatan semangat kemerdekaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *