Sanusi Dukung Dongeng Jadi Sarana Pendidikan Anak, Kisah Lokal Diangkat ke Panggung

KABUPATEN MALANG, VOICEOFJATIM.COM – Cerita-cerita dongeng yang dulu mengisi malam anak-anak kini mulai terpinggirkan oleh layar gawai. Melihat kondisi itu, Bupati Malang menyatakan dukungannya terhadap upaya pelestarian tradisi mendongeng sebagai bentuk pendidikan karakter sejak dini.

Bupati Malang, Muhammad Sanusi, menyambut positif inisiatif yang dilakukan oleh Sanggar Dongeng Kepompong Nusantara. Menurutnya, dongeng bukan sekadar hiburan, tetapi juga sarana yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anak.

“Lewat dongeng, kita bisa menyampaikan pesan kemanusiaan, nilai ketuhanan, semangat saling membantu, dan toleransi,” ujar Bupati Malang saat menerima kunjungan pengurus sanggar tersebut di rumah dinasnya beberapa waktu lalu.

Dalam kunjungan itu, Sanggar Dongeng Kepompong Nusantara menghadiahkan sebuah boneka tangan bernama Bejo kepada Bupati. Tak sekadar menerima, Sanusi bahkan sempat memainkan boneka tersebut, menunjukkan antusiasmenya terhadap program literasi berbasis cerita ini.

Ia juga mendorong agar dongeng-dongeng lokal yang sarat makna kembali digali dan dikenalkan ke generasi muda. Salah satu kisah yang disorotnya adalah kisah Garudeya dari relief Candi Kidal, sebuah cerita mitologi yang dipercaya turut menginspirasi lahirnya lambang negara Garuda Pancasila.

“Cerita Garudeya ini bisa jadi contoh dongeng lokal yang penuh semangat perjuangan dan cinta tanah air. Ini bisa kita kenalkan ke anak-anak sebagai bagian dari penguatan karakter,” tambah Sanusi.

Bupati juga menilai kegiatan mendongeng dapat membantu membangun imajinasi serta kreativitas anak, sekaligus menjadi alternatif positif dari ketergantungan pada perangkat digital.

Sementara itu, Ketua Yayasan Sanggar Dongeng Kepompong Nusantara, Yudi Agus Priyanto mengungkapkan bahwa timnya telah menggelar pertunjukan dongeng keliling ke 23 TK dan SD di wilayah Kabupaten Malang. Program tersebut menyasar lebih dari dua ribu anak, dan didanai melalui hibah Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan.

“Kami sudah keliling selama enam bulan terakhir. Rencananya, pada September nanti kami akan adakan Festival Dongeng dan Kearifan Lokal,” tutur Yudi.

Festival yang disiapkan itu akan digelar dalam rangka memperingati Hari Aksara Internasional (International Literacy Day). Rangkaian acaranya bakal dimeriahkan pertunjukan seni lintas komunitas, penampilan pendongeng anak, serta ajang apresiasi bagi para relawan literasi.

Yudi pun berharap Bupati Sanusi bersedia hadir sekaligus membuka acara tersebut secara langsung, sebagai bentuk dukungan konkret terhadap gerakan literasi di Kabupaten Malang.

Leave feedback about this

  • Rating