HIPMI Kota Malang Kompak Dukung Munas HIPMI Digelar di Jawa Timur

VOICEOFJATIM – HIPMI Kota Malang kembali menegaskan dukungannya agar Jawa Timur menjadi tuan rumah Musyawarah Nasional (Munas) XVIII HIPMI. Dukungan tersebut disampaikan sebagai bentuk soliditas organisasi pengusaha muda di daerah sekaligus dorongan agar agenda nasional tersebut dapat diselenggarakan di provinsi yang dinilai memiliki kesiapan infrastruktur, konektivitas, dan kekuatan ekonomi yang memadai.

Ketua HIPMI Kota Malang Hendi Suryo Leksnono mengatakan dorongan tersebut menjadi aspirasi yang disampaikan organisasi kepada berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah. Menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi besar untuk menyelenggarakan pertemuan nasional yang akan menghadirkan ribuan pengusaha muda dari seluruh Indonesia.

“Kami tadi juga menyampaikan bahwa HIPMI sepakat mendorong Jawa Timur menjadi tempat terselenggaranya Munas HIPMI tahun ini,” kata Hendi.

Ia menilai Jawa Timur memiliki sejumlah keunggulan yang menjadikannya layak menjadi tuan rumah kegiatan nasional tersebut. Selain kekuatan ekonomi yang cukup besar, provinsi ini juga didukung infrastruktur yang memadai serta jaringan transportasi yang terkoneksi dengan berbagai wilayah di Indonesia.

Menurutnya, keberadaan fasilitas MICE atau Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition di Surabaya dan wilayah sekitarnya menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kesiapan tersebut. Gedung konvensi, hotel berbintang, serta berbagai sarana pendukung lainnya dinilai mampu menampung ribuan peserta yang akan datang dari berbagai provinsi.

Akses menuju Jawa Timur juga dinilai sangat strategis karena terhubung melalui jalur transportasi udara, laut, dan darat yang saling terintegrasi. Kondisi ini dianggap akan mempermudah mobilitas peserta dari 38 provinsi di Indonesia jika Munas HIPMI diadakan di wilayah tersebut.

Selain menyampaikan dukungan terhadap penyelenggaraan Munas, HIPMI Kota Malang juga memperkenalkan program penguatan kapasitas pengusaha muda melalui peluncuran Learning Management System. Platform pembelajaran digital tersebut dikembangkan bersama Smart ID sebagai sarana edukasi bagi para calon wirausaha maupun pelaku usaha baru.

Hendi menjelaskan bahwa Learning Management System tersebut dirancang sebagai ruang belajar berbasis keberanian yang dapat diakses oleh para pengusaha muda. Melalui platform tersebut, berbagai materi kewirausahaan yang diharapkan dapat dipelajari secara lebih mudah dan fleksibel.

“Kami juga meluncurkan Learning Management System untuk mengedukasi pengusaha baru. Harapannya para pengusaha memiliki sekolah online yang dapat diakses bersama Smart ID,” ujarnya.

Peluncuran platform pembelajaran tersebut dilakukan dalam sebuah kegiatan yang juga melibatkan Kamar Dagang dan Industri serta berbagai asosiasi usaha yang berada di bawah koordinasinya. Acara tersebut sekaligus menjadi ruang pertemuan antara komunitas pengusaha dan pemerintah daerah.

“Sebagai panitia pelaksana kami mengundang Kadin dan asosiasi yang ada di bawah Kadin. Alhamdulillah kegiatan ini mendapat respon positif dari Pak Wakil Wali Kota yang hadir langsung,” kata Hendi.

Dalam kesempatan itu juga dibahas kemungkinan pemanfaatan Learning Management System untuk memperluas wawasan kewirausahaan di kalangan aparatur sipil negara. Menurut Hendi, hal tersebut dapat membuka perspektif baru terkait pengembangan usaha dan inovasi ekonomi.

“Learning Management System ini juga sempat kami diskusikan dengan Pak Wakil Wali Kota, termasuk kemungkinan ASN dapat belajar sehingga memiliki konteks baru dalam kewirausahaan,” jelasnya.

Ia berharap berbagai program yang digagas HIPMI dapat berjalan seiring dengan upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor ekonomi kreatif, pariwisata, dan UMKM di Kota Malang sehingga mampu berkembang hingga tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin menilai keberadaan HIPMI dan Kamar Dagang dan Industri memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menyebut organisasi pengusaha muda menjadi motor penggerak dalam menciptakan wirausahawan baru di Kota Malang.

Ali menjelaskan Kota Malang akan menghadapi bonus demografi pada tahun 2030. Kondisi tersebut menjadi peluang besar apabila generasi muda mampu memanfaatkannya melalui kegiatan ekonomi produktif, termasuk kewirausahaan.

“HIPMI dan Kadin memiliki peran yang sangat vital dalam menjaga stabilisasi ekonomi sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi. Apalagi Kota Malang akan mendapatkan bonus demografi pada tahun 2030,” ujarnya.

Ia menilai generasi muda harus dipersiapkan sejak dini agar mampu memanfaatkan peluang tersebut. Tanpa persiapan yang matang, bonus demografi justru dapat berubah menjadi tantangan besar bagi pembangunan daerah.

Oleh karena itu, Pemerintah Kota Malang berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan HIPMI dan Kadin dalam membangun ekosistem kewirausahaan yang lebih kuat, khususnya bagi generasi muda.

“Ke depan pemerintah kota akan bergandengan tangan dengan Kadin dan HIPMI untuk meningkatkan ekosistem usaha bagi generasi muda, mulai dari pelatihan, permodalan, hingga pengembangan usaha,” kata Ali.

Ia juga menyoroti potensi besar sektor ekonomi kreatif yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian Kota Malang. Menurutnya, kota ini memiliki tiga modal utama untuk mengembangkan sektor tersebut.

Pertama adalah kekuatan budaya lokal yang masih sangat kuat. Kedua adalah talenta generasi muda yang kreatif dan inovatif. Ketiga adalah kemampuan masyarakat dalam beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Dengan tiga kekuatan tersebut, Ali optimistis sektor ekonomi kreatif di Kota Malang dapat berkembang jauh lebih pesat dalam beberapa tahun mendatang.

“Ekonomi kreatif saya yakin bisa tumbuh dua sampai tiga kali lipat dari kondisi sekarang.Bahkan sektor ini berkontribusi hampir 40 persen hingga sekitar 60 persen terhadap pertumbuhan ekonomi di Kota Malang,” ujarnya.

Ia menambahkan kolaborasi antara pemerintah daerah, HIPMI, dan Kadin akan terus diperkuat untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis ekonomi digital, pariwisata, dan ekonomi kreatif yang diproyeksikan menjadi penggerak utama perekonomian Kota Malang dalam lima tahun ke depan.

Leave feedback about this

  • Rating