VOICEOFJATIM.COM – Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewi Sri Rejeki di Desa Sedaeng, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan menerima bantuan alat produksi dari Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) Asia Malang, Rabu (13/8). Bantuan tersebut berupa mesin pemotong atau perajang serta mesin peniris keripik kentang yang diharapkan mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas produksi kelompok tani perempuan tersebut.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung oleh Ketua Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ITB Asia Malang, Noerkholis, ST., MM., bersama anggota tim Dr. Ike Kusdyah Rachmawati, S.E., M.M. dan Didik Suprayitno, S.P., M.P., kepada Ketua KWT Dewi Sri Rejeki, Ika. Bantuan ini disalurkan sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan usaha olahan pangan berbasis hasil pertanian lokal di kawasan Bromo.
Ika mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan Kemdiktisaintek dan ITB Asia Malang kepada kelompoknya. Ia menyebut, keterbatasan alat selama ini menjadi kendala utama dalam proses produksi keripik kentang. “Dengan adanya mesin baru ini, produksi menjadi lebih lancar, kapasitas bisa meningkat, dan kualitas keripik kentang yang dihasilkan juga lebih baik,” ujarnya.
Selain menyerahkan alat produksi, tim PKM ITB Asia Malang juga memberikan pelatihan kewirausahaan dan manajemen usaha kepada anggota KWT. Pelatihan tersebut bertujuan membekali pelaku usaha dengan pemahaman pengelolaan usaha kecil, mulai dari perencanaan produksi hingga strategi pemasaran agar produk mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Dalam pelatihan tersebut, anggota KWT juga didorong untuk melakukan diversifikasi produk olahan berbahan dasar kentang serta sayuran lain seperti kobis dan wortel yang melimpah di kawasan Tengger. Langkah ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan nilai tambah hasil pertanian lokal.
Noerkholis menegaskan, kegiatan PKM ini tidak hanya bersifat seremonial, melainkan ditujukan untuk membangun kemandirian ekonomi masyarakat. “Harapan kami, KWT Dewi Sri Rejeki bisa terus berkembang dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan warga desa,” katanya.
Bagi masyarakat Desa Sedaeng, dukungan dari perguruan tinggi dan pemerintah ini menjadi angin segar bagi penguatan UMKM lokal. Program tersebut diharapkan mampu memperluas akses pasar, menciptakan peluang usaha berkelanjutan, serta memperkuat perekonomian desa berbasis potensi pertanian yang dimiliki wilayah Tosari.
















Leave feedback about this