VOICEOFJATIM – Organisasi relawan Pro Jokowi (Projo) mulai memanaskan mesin konsolidasi di daerah. Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, menegaskan pihaknya akan menyiapkan program 100 hari kerja di Jawa Timur sebagai langkah awal mengawal pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Program tersebut ditargetkan rampung di seluruh wilayah Jawa Timur, mencakup 38 kabupaten dan kota hingga ke level kecamatan dan desa. Fokus utamanya adalah memperkuat konsolidasi organisasi agar Projo menjadi lebih solid dan terstruktur dari pusat hingga akar rumput.

Budi Arie menjelaskan, langkah ini merupakan bagian dari amanat kongres Projo untuk melakukan konsolidasi nasional yang dimulai dari daerah. Jawa Timur dipilih sebagai titik awal transformasi organisasi menuju gerakan rakyat yang berkelanjutan.
Menurutnya, Projo lahir dari semangat gerakan rakyat. Karena itu, organisasi ini harus terus beradaptasi dan bertransformasi agar tetap relevan serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa dan negara.
“Transformasi ini penting agar Projo tidak hanya hadir sebagai relawan politik, tetapi juga menjadi kekuatan sosial yang memberi manfaat langsung bagi rakyat,” ujarnya.
Ia juga menyebut, model konsolidasi di Jawa Timur akan menjadi contoh bagi daerah lain. Setelah Jatim, langkah serupa akan dilakukan di berbagai provinsi di Indonesia sebagai bagian dari penguatan organisasi secara nasional.

Dalam konteks pemerintahan, Projo menegaskan komitmennya untuk mendukung penuh kepemimpinan Prabowo-Gibran. Organisasi ini berjanji akan mengawal berbagai program strategis pemerintah agar benar-benar memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Kami akan terus mendukung dan mengawal pemerintahan ini sampai selesai. Program-program strategis harus kita pastikan berjalan dan dirasakan manfaatnya oleh rakyat,” kata Budi Arie.
Lebih jauh, ia berharap Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Projo Jawa Timur segera bergerak cepat merespons berbagai persoalan strategis yang dihadapi masyarakat. Kehadiran Projo diharapkan mampu menjadi bagian dari solusi dan memperkuat partisipasi publik dalam demokrasi.
Menurutnya, demokrasi tidak bisa berjalan tanpa keterlibatan aktif warga. Di sinilah Projo mengambil peran sebagai penggerak partisipasi rakyat sekaligus penjaga semangat keberlanjutan gerakan masyarakat.
“Semangat kita jelas, setia di garis rakyat. Kita ingin masa depan rakyat lebih baik, dan itu butuh kerja bersama,” ujarnya.
Terkait isu kemungkinan dirinya kembali masuk kabinet, Budi Arie memilih irit bicara. Ia menegaskan bahwa hal tersebut merupakan hak prerogatif presiden.
“No comment, itu hak prerogatif presiden,” ucapnya singkat.
Dengan konsolidasi yang mulai digerakkan dari Jawa Timur, Projo menargetkan penguatan organisasi sekaligus peningkatan peran dalam mengawal jalannya pemerintahan dan memperjuangkan kepentingan rakyat secara berkelanjutan.
















Leave feedback about this