Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Edukasi

Usulan Pendidikan Gizi Masuk Kurikulum, Pakar Unair Soroti Pentingnya Literasi Nutrisi Sejak Dini

badge-check


					Siswa SD nikmati MBG. (Setkab.go.id) Perbesar

Siswa SD nikmati MBG. (Setkab.go.id)

SURABAYA, VOICEOFJATIM.COM – Usulan Badan Gizi Nasional (BGN) agar pendidikan gizi dimasukkan ke dalam kurikulum sekolah memicu perdebatan. Meskipun BGN menilai hal itu sangat mendesak, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti justru belum sependapat, membuat banyak pihak menyayangkan penolakan tersebut.

Menanggapi hal itu, pakar gizi dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga, Lailatul Muniroh, menegaskan pentingnya pendidikan gizi diterapkan sejak dini. Menurutnya, anak-anak tidak bisa hanya diberikan makanan bergizi, tapi juga harus memahami mengapa makanan itu penting.

“Asupan nutrisi untuk anak tidak boleh asal. Anak-anak harus punya pengetahuan soal gizi seimbang sejak kecil. Itu bagian dari membentuk generasi yang sehat,” kata Lailatul, Senin (28/7/2025).

Ia mengapresiasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas pemerintah, tetapi menilai bahwa inisiatif tersebut tidak cukup jika tidak disertai edukasi yang menyeluruh. “Kalau isi MBG tidak mencerminkan gizi seimbang, lalu anak-anak juga tidak paham manfaatnya, maka program itu tidak efektif. Edukasi adalah fondasi penting,” ujarnya.

Lailatul juga mengingatkan bahwa banyak ibu sebagai penentu pola makan keluarga belum tentu memahami apakah menu dari MBG benar-benar memenuhi kebutuhan gizi anak.

Menurutnya, pendidikan gizi tidak harus menjadi mata pelajaran khusus. Justru akan lebih efektif jika diintegrasikan secara lintas mata pelajaran. “Gizi bisa diselipkan di pelajaran IPA saat membahas makronutrien, dalam Bahasa Indonesia lewat cerita tentang pangan, atau dalam PJOK dengan praktik membuat menu sehat dan observasi kantin sekolah,” jelasnya.

Ia menyebut pendekatan ini sebagai pendidikan kontekstual, bukan sekadar mengenalkan nama sayuran, tetapi juga menjelaskan manfaatnya dan alasan anak-anak perlu mengonsumsinya. “Kita tidak ingin sekadar menyuruh mereka makan sehat, tapi ingin mereka paham kenapa harus begitu,” tegasnya.

Pendidikan gizi, lanjutnya, adalah bentuk keterampilan hidup (life skill) yang membantu anak mengenali pilihan pangan sehat dan membangun gaya hidup preventif sejak usia sekolah.

Namun, membentuk kurikulum yang ramah gizi bukanlah tugas satu kementerian saja. Ia menekankan perlunya kerja sama lintas sektor, dari pendidikan, kesehatan, hingga peran keluarga di rumah. “Guru harus disiapkan, kurikulum harus relevan, dan kebijakan perlu fleksibel sesuai kondisi lokal,” ujarnya.

Lailatul menutup dengan peringatan bahwa abainya pendidikan gizi akan berakibat fatal bagi generasi mendatang. “Kalau kita menunda investasi ini sekarang, maka ke depan kita harus membayar mahal dalam bentuk stunting, penyakit metabolik, dan rendahnya produktivitas anak-anak bangsa,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Petani Kopi Dusun Wonorejo Malang Didorong “Go Digital”, KKN UM 2026 Ungkap Kunci Genjot Harga Jual Tanpa Tengkulak

29 July 2026 - 01:52 WIB

Tim KKN UM 2026 Kelompok Sekarsa Kopi menggelar Sosialisasi Digitalisasi Kopi bersama narasumber Reza Pahlevi di Dusun Wonorejo, Desa Sukodono, Kec. Dampit, Kab. Malang

Animo Melonjak, FABI XV Jadi Cermin Meningkatnya Semangat Berprestasi Anak Indonesia

25 July 2026 - 21:38 WIB

Animo Melonjak, FABI XV Jadi Cermin Meningkatnya Semangat Berprestasi Anak Indonesia

STIE Malangkuçeçwara Bekali Santri Jiwa Kepemimpinan, Tekankan Keberanian hingga Integritas Sejak Dini

25 July 2026 - 18:55 WIB

STIE Malangkuçeçwara Bekali Santri Jiwa Kepemimpinan, Tekankan Keberanian hingga Integritas Sejak Dini

STIE Malangkuçeçwara Soroti Meningkatnya Kekerasan di Kalangan Pelajar, Edukasi Santri Kenali Enam Bentuk Kekerasan

25 July 2026 - 15:49 WIB

STIE Malangkuçeçwara Soroti Meningkatnya Kekerasan di Kalangan Pelajar, Edukasi Santri Kenali Enam Bentuk Kekerasan

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah

18 July 2026 - 19:49 WIB

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah
Trending on Berita