Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Edukasi

Petani Kopi Dusun Wonorejo Malang Didorong “Go Digital”, KKN UM 2026 Ungkap Kunci Genjot Harga Jual Tanpa Tengkulak

badge-check

Tim KKN UM 2026 Kelompok Sekarsa Kopi menggelar Sosialisasi Digitalisasi Kopi bersama narasumber Reza Pahlevi di Dusun Wonorejo, Desa Sukodono, Kec. Dampit, Kab. Malang Perbesar

Tim KKN UM 2026 Kelompok Sekarsa Kopi menggelar Sosialisasi Digitalisasi Kopi bersama narasumber Reza Pahlevi di Dusun Wonorejo, Desa Sukodono, Kec. Dampit, Kab. Malang

VOICEOFJATIM – Petani kopi di Dusun Wonorejo, Desa Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Jawa Timur, selama ini menghasilkan panen melimpah dengan kualitas yang telah teruji baik. Namun, sebagian besar dari mereka masih terkendala minimnya literasi digital, khususnya dalam memanfaatkan marketplace dan pemasaran daring untuk menjual hasil bumi tersebut.

Menjawab persoalan itu, tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Malang (UM) 2026 Kelompok “Sekarsa Kopi” menggelar Sosialisasi Digitalisasi Kopi di Dusun Wonorejo, Desa Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Kegiatan ini menghadirkan narasumber Reza Pahlevi dengan tujuan mendorong komoditas kopi lokal agar mampu menembus pasar nasional.

Selama ini, pemasaran kopi di Dusun Wonorejo masih bergantung pada sistem konvensional dan perantara, sehingga nilai jualnya belum optimal. Padahal dari segi kualitas, kopi asal Desa Sukodono ini tidak kalah bersaing dengan produk dari daerah-daerah penghasil kopi yang sudah lebih dulu dikenal luas.

Melihat kondisi tersebut, Reza Pahlevi membawakan materi secara praktis agar mudah dipahami oleh masyarakat awam. Ia menegaskan bahwa adopsi teknologi menjadi kunci utama agar petani dapat memegang kendali penuh atas harga jual produk mereka sendiri.

“Kendala utama yang sering kita temui di lapangan adalah rasa ragu dan ketidakpahaman teknis dalam mengoperasikan aplikasi digital. Padahal, lewat marketplace dan media sosial, petani bisa memangkas rantai distribusi yang panjang sehingga margin keuntungan yang didapat bisa jauh lebih besar,” ujar Reza Pahlevi di hadapan puluhan warga dan penggiat UMKM setempat.

Dalam sosialisasi ini, para peserta dibekali empat pilar utama transformasi digital, yaitu:

1. Pengembangan dan Pemanfaatan Website
Peserta mendapat edukasi mengenai pentingnya memiliki website resmi sebagai “rumah digital” bagi komoditas kopi Wonorejo. Website tersebut nantinya berfungsi menampilkan profil desa, cerita di balik proses budi daya kopi (storytelling), hingga katalog produk yang dapat diakses langsung oleh investor maupun pembeli berskala besar (business-to-business/B2B).

2. Pemanfaatan Marketplace dan Media Sosial
Peserta diberikan panduan dasar mengenai cara membuka toko daring, mengunggah foto produk, hingga melayani calon pembeli eceran secara langsung melalui ponsel masing-masing.

3. Pengemasan dan Pembrandingan (Branding)
Materi ini menekankan pentingnya kemasan yang rapi, higienis, dan memiliki identitas agar produk kopi memiliki daya tarik serta nilai tambah (added value) yang lebih tinggi.

4. Pencatatan Keuangan Digital
Peserta juga dikenalkan pada aplikasi keuangan sederhana untuk membantu memisahkan uang modal usaha dengan kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Antusiasme warga tampak jelas saat sesi tanya jawab dibuka. Para petani memanfaatkan momen tersebut untuk berkonsultasi mengenai berbagai hambatan teknis yang selama ini mereka khawatirkan, mulai dari cara mengelola transaksi di website dan marketplace, hingga skema pengiriman barang kepada pembeli.

Guna memastikan sosialisasi ini membuahkan hasil nyata, Kelompok KKN UM 2026 Sekarsa Kopi berkomitmen memberikan pendampingan secara berkala kepada warga. Para mahasiswa akan terus mendampingi petani secara langsung hingga mereka benar-benar mahir mengoperasikan platform digital, baik website maupun marketplace, secara mandiri.

Melalui sinergi antara mahasiswa dan warga ini, Dusun Wonorejo, Desa Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, diharapkan tidak hanya dikenal sebagai daerah penghasil kopi berkualitas, tetapi juga mampu bertransformasi menjadi desa mandiri digital yang membawa kesejahteraan bagi para petaninya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Animo Melonjak, FABI XV Jadi Cermin Meningkatnya Semangat Berprestasi Anak Indonesia

25 July 2026 - 21:38 WIB

Animo Melonjak, FABI XV Jadi Cermin Meningkatnya Semangat Berprestasi Anak Indonesia

STIE Malangkuçeçwara Bekali Santri Jiwa Kepemimpinan, Tekankan Keberanian hingga Integritas Sejak Dini

25 July 2026 - 18:55 WIB

STIE Malangkuçeçwara Bekali Santri Jiwa Kepemimpinan, Tekankan Keberanian hingga Integritas Sejak Dini

STIE Malangkuçeçwara Soroti Meningkatnya Kekerasan di Kalangan Pelajar, Edukasi Santri Kenali Enam Bentuk Kekerasan

25 July 2026 - 15:49 WIB

STIE Malangkuçeçwara Soroti Meningkatnya Kekerasan di Kalangan Pelajar, Edukasi Santri Kenali Enam Bentuk Kekerasan

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah

18 July 2026 - 19:49 WIB

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

17 July 2026 - 11:50 WIB

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL
Trending on Berita