Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Berita

HIPMI Jaktim dan HIPMI Kota Malang Buka Akses Bisnis dari China hingga Pasar Jakarta

badge-check


					HIPMI Jaktim dan HIPMI Kota Malang Buka Akses Bisnis dari China hingga Pasar Jakarta Perbesar

VOICEOFJATIM – Kolaborasi BPC HIPMI Jakarta Timur dan BPC HIPMI Kota Malang mulai diarahkan pada pembukaan akses bisnis yang lebih luas bagi pelaku usaha. Bukan sekadar mempertemukan jaringan organisasi, kerja sama tersebut membuka dua jalur opportunity, yakni penjajakan bisnis dengan jaringan pengusaha muda China dan perluasan pasar bagi pengusaha Malang ke Jakarta Timur.

Dua jalur tersebut memiliki karakter berbeda. Akses dengan jaringan Chinese Young Entrepreneurs Delegation diarahkan untuk menemukan peluang kerja sama bisnis lintas negara. Sementara program yang melibatkan Qasir difokuskan pada kurasi, penguatan digitalisasi, hingga kesempatan bagi pengusaha terpilih untuk memperoleh market exposure di Jakarta.

Peluang kerja sama dengan jaringan pengusaha China bermula dari komunikasi BPC HIPMI Jakarta Timur dengan Chinese Young Entrepreneurs Delegation. Dalam proposal yang disampaikan kepada HIPMI Jakarta Timur, terdapat sejumlah skema yang ditawarkan, mulai dari industrial docking, project co-investment, perdagangan ekspor-impor, brand joint operation, hingga resource sharing.

Ketua Umum BPC HIPMI Jakarta Timur Dhimas Pringgorodianto mengatakan peluang tersebut kemudian dibicarakan bersama HIPMI Kota Malang untuk mengidentifikasi potensi pengusaha yang memiliki bidang usaha atau kapasitas yang sesuai.

“Ketika ada opportunity bisnis seperti ini, kami melihat ada ruang untuk dibuka bersama HIPMI Kota Malang,” ujar Pringgo.

Menurut dia, kemungkinan kerja sama tidak ditentukan sejak awal karena harus melihat kecocokan antara kebutuhan calon mitra dengan kapasitas pengusaha yang tersedia.

“Bisa saja ada pengusaha di Malang yang memiliki produk, industri, atau model bisnis yang memiliki kecocokan dengan counterpart dari China,” katanya.

“Kami ingin membuka ruangnya terlebih dahulu, kemudian melihat bentuk kolaborasi yang paling tepat,” imbuh Pringgo.

Artinya, peluang China tersebut masih berada dalam tahap penjajakan. HIPMI tidak hanya mencari pengusaha yang memiliki produk, tetapi juga melihat kesiapan bisnis dan kemungkinan model kerja sama yang dapat dikembangkan bersama mitra dari China.

Ketua Umum BPC HIPMI Kota Malang Hendi Suryo Leksono menilai akses terhadap jaringan bisnis internasional menjadi salah satu kebutuhan penting bagi pengusaha daerah. Menurutnya, banyak pelaku usaha memiliki produk dan kapasitas, tetapi belum seluruhnya mempunyai akses untuk bertemu dengan calon mitra di luar negeri.

“Pengusaha Malang memiliki banyak potensi, tetapi tidak semuanya memiliki akses terhadap jaringan bisnis internasional,” kata Hendi.

Karena itu, opportunity yang dibawa HIPMI Jakarta Timur akan dipetakan dengan kondisi pengusaha di Malang.

“Ketika ada opportunity yang dibawa HIPMI Jakarta Timur, kami ingin melihat siapa yang memiliki kesiapan dan kecocokan untuk memanfaatkannya,” ujarnya.

Di luar peluang kerja sama internasional tersebut, kedua BPC juga menyiapkan jalur lain untuk mendorong pengusaha Malang menembus pasar Jakarta.

Kali ini, penguatan dilakukan dari sisi kesiapan usaha. Hendi dan Pringgo menggandeng Rachmat Anggara dari Qasir untuk melakukan kurasi terhadap pengusaha Malang yang dinilai memiliki potensi pengembangan.

Pengusaha yang lolos dalam proses tersebut akan diarahkan mengikuti pelatihan digitalisasi usaha sekaligus mengenal pemanfaatan Qasir sebagai Point of Sale (POS).

Rachmat mengatakan digitalisasi bukan hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat teknologi dalam transaksi. Bagi usaha yang ingin berkembang, sistem pengelolaan data menjadi bagian penting untuk membaca performa bisnis.

“Ketika sebuah usaha ingin masuk ke pasar yang lebih besar, pengelolaan bisnisnya juga harus semakin rapi,” ujar Rachmat.

Menurut dia, penggunaan POS dapat membantu pelaku usaha memiliki data transaksi dan memahami kondisi bisnis secara lebih terukur.

“Digitalisasi dan POS membantu pelaku usaha memiliki data transaksi dan memahami kondisi bisnisnya dengan lebih baik,” katanya.

Dari data tersebut, pelaku usaha dapat mengetahui bagian bisnis yang masih perlu diperbaiki sebelum memperluas jangkauan pasar.

“Dari sana, mereka bisa mengetahui apa yang perlu diperbaiki sebelum mendapatkan kesempatan masuk ke pasar yang lebih luas,” imbuh Rachmat.

Program tersebut tidak berhenti pada pelatihan. Model yang disiapkan menggunakan pendekatan kurasi untuk menentukan pengusaha yang benar-benar siap mendapatkan akses pasar.

Pengusaha dengan kesiapan dan performa terbaik akan memperoleh kesempatan mengikuti pop-up market di Jakarta Timur melalui jejaring BPC HIPMI Jakarta Timur.

Salah satu lokasi yang tengah dijajaki adalah Travoy Hub di Jakarta Timur. Namun, kesempatan tersebut tetap akan menyesuaikan mekanisme, ketersediaan ruang, serta ketentuan yang ditetapkan pengelola kawasan.

Bagi Hendi, kesempatan tampil di hadapan pasar secara langsung menjadi bagian penting dari proses pengembangan usaha. Pelatihan dinilai tidak cukup apabila tidak diikuti kesempatan untuk menguji produk di pasar yang lebih besar.

“Pelatihan penting, tetapi kesempatan bertemu pasar juga penting,” ujar Hendi.

Dia ingin proses pengembangan tersebut berjalan secara bertahap, mulai dari peningkatan kapasitas, pembenahan usaha, hingga kesempatan berhadapan langsung dengan konsumen di luar daerah.

“Kami ingin pengusaha yang sudah melalui proses kurasi dan menunjukkan kesiapan mendapatkan kesempatan untuk menguji produknya di Jakarta,” katanya.

“Jadi ada proses dari belajar, memperbaiki bisnis, kemudian mendapatkan market exposure,” imbuh Hendi.

Pringgo melihat pola kolaborasi tersebut sebagai upaya mengubah hubungan antarkedua BPC menjadi akses bisnis yang lebih nyata. Menurutnya, masing-masing daerah memiliki kekuatan yang dapat saling melengkapi.

“Kami ingin hubungan antara dua BPC ini tidak berhenti pada silaturahmi atau kegiatan bersama,” kata Pringgo.

HIPMI Jakarta Timur, lanjut dia, memiliki jejaring dan akses yang dapat dibuka untuk pengusaha dari daerah. Di sisi lain, HIPMI Kota Malang memiliki basis pengusaha dengan beragam sektor dan potensi bisnis.

“HIPMI Jakarta Timur memiliki jejaring dan akses tertentu, sementara HIPMI Kota Malang memiliki pengusaha dengan potensi yang beragam. Kalau keduanya dipertemukan, bisa muncul opportunity yang konkret bagi pengusaha,” ujarnya.

Hendi menegaskan dua program tersebut tidak berada dalam satu jalur yang sama. Penjajakan dengan jaringan pengusaha China menyasar peluang kolaborasi bisnis internasional, sedangkan program bersama Qasir lebih diarahkan untuk meningkatkan kesiapan usaha sekaligus membuka akses ke pasar Jakarta.

“China adalah salah satu opportunity bisnis yang sedang kami jajaki melalui HIPMI Jakarta Timur,” ujar Hendi.

“Sementara program bersama Qasir merupakan jalur yang berbeda untuk mempersiapkan pengusaha Malang dan memberikan mereka market exposure di Jakarta,” lanjutnya.

Menurut Hendi, perbedaan jalur tersebut justru memperluas pilihan bagi pengusaha. Pelaku usaha yang memiliki kapasitas untuk membangun kerja sama internasional dapat diarahkan pada jejaring China, sementara usaha yang membutuhkan penguatan internal dan akses pasar dapat mengikuti proses kurasi serta digitalisasi.

“Dua-duanya memiliki tujuan yang sama, yaitu membuka ruang pertumbuhan yang lebih besar bagi pengusaha,” katanya.

Dalam skema tersebut, peran masing-masing pihak dibuat saling melengkapi. HIPMI Jakarta Timur membawa jejaring dan opportunity yang tersedia, HIPMI Kota Malang memetakan sekaligus mengkurasi pengusaha yang berpotensi, sedangkan Qasir memberikan dukungan pada aspek digitalisasi dan pengelolaan transaksi.

Dengan pola itu, pengusaha Malang tidak hanya ditawarkan akses ke pasar baru, tetapi juga didorong menyiapkan fondasi bisnis sebelum masuk ke ruang persaingan yang lebih luas. Kesempatan menuju jaringan China maupun pasar Jakarta akhirnya ditempatkan sebagai dua pintu berbeda yang dapat dimanfaatkan sesuai tingkat kesiapan dan karakter masing-masing usaha.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

BRI dan Rumah Sakit Bhayangkara Tulungagung Perkuat Sinergi Hadirkan Kemudahan Layanan Kesehatan melalui Program Manfaat Kartu BRI Life*

26 August 2026 - 11:24 WIB

BRI dan Rumah Sakit Bhayangkara Tulungagung Perkuat Sinergi Hadirkan Kemudahan Layanan Kesehatan melalui Program Manfaat Kartu BRI Life*

BRI Tulungagung Salurkan KUR Rp 741 Milyar hingga Juli 2026, Dorong UMKM Semakin Produktif

19 August 2026 - 22:05 WIB

BRI Tulungagung Salurkan KUR Rp 741 Milyar hingga Juli 2026, Dorong UMKM Semakin Produktif

BRI dan Ponpes Darussalam Bandil Bangun Ekosistem Keuangan Sehat, Santri Jadi Bagian dari Transformasi

18 August 2026 - 07:49 WIB

BRI dan Ponpes Darussalam Bandil Bangun Ekosistem Keuangan Sehat, Santri Jadi Bagian dari Transformasi

Agustusan di Drich Garden Kedungkandang Meriah, Warga Jembatan Merah Tumplek Bleek, UMKM Ikut Menggeliat

16 August 2026 - 10:34 WIB

Agustusan di Drich Garden Kedungkandang Meriah, Warga Jembatan Merah Tumplek Bleek, UMKM Ikut Menggeliat

DPRD Dorong Kota Malang Punya Sistem Lalu Lintas Cerdas dan Transportasi Layak

15 August 2026 - 18:26 WIB

DPRD Dorong Kota Malang Punya Sistem Lalu Lintas Cerdas dan Transportasi Layak
Trending on Berita