VOICEOFJATIM – Musisi senior sekaligus mantan bassis grup rock Elpamas, Didik Sucahyo, kembali menunjukkan eksistensinya di dunia musik. Melalui D-Bass Project, Didik meluncurkan karya musik terbaru dalam sebuah acara yang digelar di d’Kata Eatry and Barrel, Jalan Jenderal Basuki Rahmad No. 32-34, Kota Malang, Kamis (28/8) malam kemarin.
Didik Sucahyo yang saat ini bermukim di Belanda menggandeng sejumlah musisi lokal Malang dalam penggarapan dua single. Dalam proyek tersebut, Didik mengisi posisi bass, berkolaborasi dengan Wiwil pada gitar, Bobi Nilam sebagai drummer, serta Roni Zam sebagai vokalis.

D-Bass Project sekaligus menjadi penanda bahwa perjalanan musikal Didik Sucahyo masih terus berlanjut. Di tengah kesibukannya di Belanda, ia tetap menunjukkan komitmennya untuk berkarya sekaligus membuka ruang kolaborasi bersama musisi di Kota Malang.
Suasana launching semakin istimewa dengan kehadiran gitaris Elpamas, Totok Tewel. Musisi senior tersebut turut mendampingi Didik Sucahyo dalam penampilan spesial pada acara tersebut.
Salah satu penampilan yang mencuri perhatian adalah ketika Didik dan Totok membawakan lagu fenomenal Elpamas berjudul “Pak Tua”. Penampilan keduanya menjadi nostalgia sekaligus suguhan menarik bagi para tamu dan awak media yang hadir.
Sejumlah media juga memberikan apresiasi terhadap kiprah Didik Sucahyo yang dinilai tetap konsisten berkarya dan mendorong semangat kreativitas di kalangan musisi.
Windu Setiawan, owner newsnoid.com, yang mewakili awak media, mengatakan bahwa kegiatan positif seperti yang dilakukan Didik perlu mendapatkan dukungan.
“Kami sangat senang suport Sam Didik Sucahyo. Kita berempat yakni Malangpoint.com, indonewsdaily.com, kabarbaik.com, newsnoid.com dan Kabarkarya.com serta Voice of Jatim yang telah mengawal perjalanan Sam Didik selama ada di Malang. Alhamdulillah lega, Mas,” ujar Windu.
Menurutnya, semangat Didik dalam berkarya dapat menjadi energi positif bagi para musisi muda untuk terus menciptakan karya.
“Kami media sangat berterima kasih kepada Sam Didik yang telah menyebarkan virus kreativitas seni dan karyanya meski usia tidak muda lagi. Hal ini kami rasa membuat energi positif terhadap para musisi muda untuk terus bisa menghasilkan karya dan kreativitasnya,” lanjutnya.
Sementara itu, Didik Sucahyo berpesan agar kreativitas seni mendapatkan perhatian dan dukungan lebih besar dari pemerintah. Menurutnya, keberadaan ruang bagi para pelaku seni sangat penting agar kreativitas dan karya musisi dapat terus berkembang.
“Tanpa ada ruang, musisi akan tenggelam,” menjadi salah satu pesan Didik terkait pentingnya dukungan terhadap ekosistem seni dan musik.
Didik sendiri dijadwalkan kembali ke Belanda pada Minggu (30/8). Meski demikian, pertemuan dan kolaborasinya bersama para musisi Malang diharapkan dapat kembali berlanjut pada tahun mendatang.
“Sampai jumpa lagi Om Didik Sucahyo. Kita tunggu kembali di Indonesia tahun depan”













