Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Daerah

UB Siapkan Ratusan Mahasiswa dan Dosen untuk Kawal Kurban Sehat dan Halal di Malang Raya

badge-check


					UB Siapkan Ratusan Mahasiswa dan Dosen untuk Kawal Kurban Sehat dan Halal di Malang Raya Perbesar

KOTA MALANG, VOICEOFJATIM.COM — Menjelang Idul Adha 2025, Universitas Brawijaya (UB) Malang tak tinggal diam. Lewat keterlibatan aktif Fakultas Kedokteran Hewan (FKH), kampus ini mengerahkan ratusan mahasiswa dan puluhan dosen untuk memastikan proses kurban berjalan sesuai syariat dan standar kesehatan.

Pada Rabu (28/5/2025), UB menggelar pelatihan intensif bagi para juru sembelih halal (Juleha) se-Malang Raya. Edukasi ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bentuk tanggung jawab kampus terhadap kesehatan masyarakat dan kesejahteraan hewan. Materi pelatihan mencakup teknik penyembelihan yang welas asih (ihsan), standar kebersihan, hingga cara mengemas dan menyimpan daging agar tetap aman dikonsumsi.

“Pemeriksaan awal atau antemortem adalah hal yang krusial. Jika hewan terlihat sakit, harus segera ditangani atau tidak disembelih,” tegas Kepala Laboratorium Kesehatan Masyarakat Veteriner FKH UB, drh. Widi Nugroho, Ph.D.

Meski kegiatan serupa sudah sering dilakukan, FKH UB mengakui bahwa edukasi langsung ke masjid masih menghadapi tantangan. Banyak pengurus masjid yang belum memahami pentingnya kehadiran tenaga medis veteriner dalam proses kurban. Padahal, kehadiran dokter hewan sangat vital untuk menjamin kualitas daging yang dikonsumsi umat.

“Tahun ini kami memperkuat pendekatan langsung ke lapangan. Masih banyak pengurus masjid yang belum sadar bahwa penyembelihan hewan harus didampingi oleh tenaga profesional,” lanjut drh. Widi.

Ia juga menyoroti pentingnya pendekatan ilmiah dalam proses penyembelihan. Menurutnya, teknik yang tidak tepat bisa memperpanjang rasa sakit hewan, bertentangan dengan prinsip animal welfare dan ajaran Islam. Dengan metode restrain dan teknik potong yang benar, rasa sakit bisa diminimalkan.

Dekan FKH UB, drh. Dyah Ayu Oktavianie A.P., M.Biotech., AP.Vet., menambahkan bahwa keterlibatan kampus dalam kegiatan ini adalah bagian dari tanggung jawab profesi dokter hewan.

“Dokter hewan hadir bukan hanya untuk memeriksa, tetapi memastikan bahwa hewan yang disembelih benar-benar sehat dan dagingnya aman bagi masyarakat,” ujarnya.

Tak tanggung-tanggung, FKH UB mengirimkan 916 mahasiswa dan 65 dosen ke seluruh wilayah Malang Raya, termasuk Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu. Para dosen juga akan bertugas di daerah lain di Jawa Timur, seperti Surabaya, Kediri, dan Lamongan.

“Momen ini jadi ajang belajar langsung bagi mahasiswa untuk memahami tugas mereka sebagai calon dokter hewan. Mereka harus paham bahwa profesi ini hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat, salah satunya menjamin daging kurban bebas dari penyakit,” ujar Dyah.

Penyakit zoonosis, yaitu penyakit yang bisa menular dari hewan ke manusia, menjadi perhatian utama tim UB. Oleh karena itu, pengawasan terhadap hewan kurban tidak bisa dianggap remeh.

“Banyak yang mengira hewan kurban sudah pasti sehat. Padahal tanpa pemeriksaan dari tenaga ahli, risikonya tetap ada,” tambah Dyah.

Sebagai bentuk kontribusi nyata, UB juga menggelar pelatihan lanjutan bagi para Juleha yang akan bertugas pada hari H Idul Adha, Jumat (6/6/2025). Pelatihan ini memastikan seluruh proses penyembelihan dilakukan sesuai tuntunan agama dan standar keamanan pangan.

“Komitmen kami jelas mendampingi masyarakat menjalankan ibadah kurban dengan cara yang benar dan aman,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Petani Kopi Dusun Wonorejo Malang Didorong “Go Digital”, KKN UM 2026 Ungkap Kunci Genjot Harga Jual Tanpa Tengkulak

29 July 2026 - 01:52 WIB

Tim KKN UM 2026 Kelompok Sekarsa Kopi menggelar Sosialisasi Digitalisasi Kopi bersama narasumber Reza Pahlevi di Dusun Wonorejo, Desa Sukodono, Kec. Dampit, Kab. Malang

Animo Melonjak, FABI XV Jadi Cermin Meningkatnya Semangat Berprestasi Anak Indonesia

25 July 2026 - 21:38 WIB

Animo Melonjak, FABI XV Jadi Cermin Meningkatnya Semangat Berprestasi Anak Indonesia

STIE Malangkuçeçwara Bekali Santri Jiwa Kepemimpinan, Tekankan Keberanian hingga Integritas Sejak Dini

25 July 2026 - 18:55 WIB

STIE Malangkuçeçwara Bekali Santri Jiwa Kepemimpinan, Tekankan Keberanian hingga Integritas Sejak Dini

STIE Malangkuçeçwara Soroti Meningkatnya Kekerasan di Kalangan Pelajar, Edukasi Santri Kenali Enam Bentuk Kekerasan

25 July 2026 - 15:49 WIB

STIE Malangkuçeçwara Soroti Meningkatnya Kekerasan di Kalangan Pelajar, Edukasi Santri Kenali Enam Bentuk Kekerasan

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah

18 July 2026 - 19:49 WIB

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah
Trending on Berita