Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Berita

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah

badge-check


					Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah Perbesar

VOICEOFJATIM – Memasuki dunia kerja tidak cukup hanya bermodal gelar sarjana. Lulusan juga dituntut memiliki penguasaan ilmu, keterampilan teknis, kemampuan berkomunikasi, kepemimpinan, hingga integritas sebagai bekal menghadapi persaingan di dunia profesional.

Pesan tersebut menjadi benang merah dalam pembekalan calon wisudawan STIE Malangkucecwara yang menghadirkan Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, Dr. Drs. Kadarusman, M.M., Ak., CA., AFA., bersama praktisi sekaligus Partner KAP Agus Ubaidillah & Rekan TGS AU Partners Cabang Malang, Dimas Anas, S.E., M.SA., CA., CPA., CFI.

Kadarusman menegaskan bahwa lulusan tidak boleh berhenti belajar setelah menyelesaikan studi. Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh selama kuliah harus terus diperbarui agar tetap relevan dengan perkembangan dunia usaha dan industri.

“Mahasiswa akuntansi harus benar-benar memahami ilmu akuntansi. Minimal mampu menyusun laporan keuangan. Begitu juga mahasiswa manajemen harus menguasai bidang konsentrasinya, baik resource management, finance, maupun marketing,” ujarnya.

Ia meyakini bekal akademik yang diberikan dosen selama perkuliahan sudah memadai. Namun, kemampuan tersebut akan kehilangan nilai jika tidak terus diasah melalui proses belajar berkelanjutan.

Selain penguasaan ilmu, Kadarusman menilai kemampuan teknis menjadi syarat dasar yang kini hampir selalu dicari perusahaan. Salah satunya adalah penguasaan Microsoft Excel maupun aplikasi spreadsheet lainnya.

“Excel menjadi keterampilan dasar yang harus dimiliki. Kemampuan itu tidak cukup dipelajari sekali, tetapi harus terus dilatih sehingga menjadi kebiasaan,” katanya.

Menurutnya, keterampilan berikutnya yang tidak kalah penting adalah kemampuan berkomunikasi. Lulusan harus mampu menyampaikan ide secara efektif, baik kepada atasan, bawahan maupun rekan kerja.

Ia juga mengingatkan bahwa lulusan strata satu dipersiapkan menjadi calon manajer. Karena itu, kemampuan memimpin menjadi kompetensi yang harus dibangun sejak dini.

“Sarjana didesain bukan hanya menjadi pelaksana, tetapi calon manajer. Karena itu leadership harus dimiliki, termasuk kemampuan mempresentasikan ide dan mengarahkan tim,” jelasnya.

Dalam pembekalan tersebut, Kadarusman juga kembali menegaskan pentingnya nilai ATTITUDE yang selama ini menjadi karakter lulusan STIE Malangkucecwara.

Akronim tersebut meliputi Appreciation, Thoughtfulness, Teamwork, Integrity, Trust, Understanding, Discipline, dan Excellence, yang menurutnya harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari.

Nilai apresiasi, kata dia, mengajarkan lulusan untuk menghargai perbedaan pendapat dan tidak merasa paling benar.

“Ada kemungkinan saya benar, ada kemungkinan saya salah. Karena itu kita harus menghargai pendapat orang lain. Sikap seperti ini sangat penting ketika nanti bekerja dalam tim,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya berpikir kritis dalam setiap pengambilan keputusan. Setiap keputusan harus didasarkan pada logika dan data, bukan sekadar kepentingan pribadi.

Sementara itu, nilai teamwork dinilai menjadi modal penting karena dunia kerja menuntut kolaborasi lintas bidang.

“Sepintar apa pun seseorang, kalau tidak mampu bekerja sama dengan orang lain, maka potensinya tidak akan maksimal,” katanya.

Kadarusman memberi perhatian khusus pada integritas. Menurutnya, lulusan bidang ekonomi dan bisnis akan banyak berhadapan dengan pengelolaan keuangan sehingga kejujuran menjadi prinsip yang tidak bisa ditawar.

“Kalau integritas tidak dimiliki, maka selesai. Integritas dan kejujuran adalah modal utama bagi setiap profesional,” tegasnya.

Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kemampuan mengelola waktu karena sebagian besar kehidupan profesional akan diatur oleh jadwal kerja yang disiplin.

Dalam kesempatan yang sama, Dimas Anas memberikan gambaran mengenai peluang karier lulusan akuntansi maupun manajemen. Menurutnya, profesi yang memiliki kompetensi spesifik akan selalu dibutuhkan oleh dunia usaha.

Ia mencontohkan profesi akuntan publik, dokter, notaris, hingga pengacara yang memiliki keahlian khusus sehingga keberadaannya selalu dicari.

“Profesi itu pasti dicari karena memiliki kompetensi yang spesifik. Akuntan juga demikian. Klien datang karena membutuhkan keahlian profesional yang tidak dimiliki semua orang,” ujarnya.

Menurut Dimas, lulusan manajemen pun memiliki prospek luas, mulai dari bidang pemasaran, sumber daya manusia, keuangan hingga menjadi konsultan sesuai bidang keahlian masing-masing.

Ia mendorong mahasiswa untuk mengenali peluang profesi berdasarkan konsentrasi yang dipilih, termasuk mengembangkan sertifikasi yang mendukung kompetensi.

Di sisi lain, Dimas menegaskan bahwa penguasaan teknologi menjadi kebutuhan mutlak. Kemampuan menggunakan Excel, memahami aplikasi akuntansi, hingga mengoperasikan perangkat digital menjadi bekal dasar yang hampir selalu digunakan dalam pekerjaan.

“Minimal harus paham Excel. Walaupun sekarang sudah banyak sistem terintegrasi, tetap saja perusahaan masih membutuhkan kemampuan mengolah data dengan Excel,” katanya.

Ia juga mengingatkan bahwa kemampuan teknis harus diimbangi soft skill, terutama komunikasi. Pengalaman di lapangan menunjukkan banyak pekerjaan tidak hanya membutuhkan kemampuan analisis, tetapi juga cara menyampaikan informasi kepada klien maupun rekan kerja secara profesional.

Melalui pembekalan tersebut, STIE Malangkucecwara menegaskan bahwa lulusan tidak hanya dipersiapkan menjadi pencari kerja, tetapi profesional yang memiliki kompetensi, karakter, dan integritas sehingga mampu beradaptasi dengan perubahan dunia kerja yang semakin dinamis.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Kupedes BRI Perkuat Ekspansi Bebek Bang Alex, Kini Hadir di Besuki dan Siapkan Coffee Space

18 July 2026 - 21:11 WIB

Kupedes BRI Perkuat Ekspansi Bebek Bang Alex, Kini Hadir di Besuki dan Siapkan Coffee Space

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

17 July 2026 - 11:50 WIB

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

APBKM Gelar Workshop Batik di Blimbing, Cetak Perajin Baru

12 July 2026 - 20:13 WIB

APBKM Gelar Workshop Batik di Blimbing, Cetak Perajin Baru

Animo Olimpiade Pelajar Terus Meningkat, Grand Final Smart Student Competition 2026 Diikuti 2.400 Finalis se-Pulau Jawa

12 July 2026 - 15:05 WIB

Animo Olimpiade Pelajar Terus Meningkat, Grand Final Smart Student Competition 2026 Diikuti 2.400 Finalis se-Pulau Jawa

Reses Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Malang: Fasilitasi Dialog Warga dengan DPUPRPKP, Banjir dan PSU Jadi Sorotan

8 July 2026 - 12:08 WIB

Reses Wakil Ketua Komisi A DPRD Kota Malang: Fasilitasi Dialog Warga dengan DPUPRPKP, Banjir dan PSU Jadi Sorotan
Trending on Berita