Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Headline

Kawasan Raung-Ijen Masih Jadi Surga Satwa Langka, Kamera Trap Rekam Jejak Macan Tutul Jawa

badge-check


					Seorang anggota tim ekspedisi memasang kamera trap di batang pohon dalam hutan kawasan Raung-Ijen, Banyuwangi, untuk merekam aktivitas satwa liar sebagai bagian dari upaya konservasi dan pemantauan keanekaragaman hayati. (Foto: BBKSDA Jatim/SINTAS Indonesia)

Perbesar

Seorang anggota tim ekspedisi memasang kamera trap di batang pohon dalam hutan kawasan Raung-Ijen, Banyuwangi, untuk merekam aktivitas satwa liar sebagai bagian dari upaya konservasi dan pemantauan keanekaragaman hayati. (Foto: BBKSDA Jatim/SINTAS Indonesia)

BANYUWANGI, VOICEOFJATIM.COM – Kamera-kamera tersembunyi yang tersebar di hutan pegunungan Raung-Ijen membongkar fakta mencengangkan: kehidupan satwa liar di kawasan ini masih sangat aktif, bahkan melibatkan predator langka seperti macan tutul jawa.

Selama Oktober hingga November 2024, sebanyak 80 unit kamera trap dipasang di area Raung-Ijen. Rekaman yang diperoleh menunjukkan aktivitas berbagai spesies liar, dari mamalia kecil seperti musang hingga burung eksotis seperti merak hijau. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi antara SINTAS Indonesia, kelompok Mapala, masyarakat lokal, serta Seksi KSDA Wilayah V Banyuwangi dari Balai Besar KSDA Jawa Timur.

Ekspedisi lanjutan dilakukan pada 11–21 Februari 2025 dengan tim terbagi ke empat kelompok, menyisir kawasan selatan pegunungan dalam medan yang menantang selama sepuluh hari. Hasilnya, jejak kehidupan liar di tengah hutan kian terlihat jelas. Kijang, ayam hutan merah, kucing kuwuk, dan dua jenis musang berhasil terekam kamera. Yang paling menggembirakan, keberadaan dua predator kunci—ajag dan macan tutul jawa—ikut terdeteksi.

“Temuan ini mempertegas bahwa ekosistem hutan Raung-Ijen masih berfungsi dengan baik sebagai habitat alami, termasuk bagi predator puncak seperti macan tutul jawa,” ungkap Pengendali Ekosistem Hutan Ahli Muda Balai Besar KSDA Jawa Timur, Fajar Dwi Nur Aji, pada Selasa (8/4/2025).

Tak hanya dokumentasi visual, tim ekspedisi juga mengumpulkan enam sampel feses yang diyakini milik macan tutul jawa. Sampel ini saat ini tengah dianalisis secara genetik di laboratorium Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada. Harapannya, penelitian ini mampu mengungkap pola distribusi, populasi, serta pergerakan predator langka tersebut secara lebih akurat.

Seluruh proses pengumpulan dan pengiriman sampel ke laboratorium telah memenuhi prosedur legal, dengan dokumen resmi berupa Surat Angkut Tumbuhan dan Satwa Dalam Negeri (SATS-DN) yang diterbitkan oleh BBKSDA Jawa Timur.

“Lebih dari sekadar mendokumentasikan keanekaragaman hayati, ekspedisi ini mengingatkan kita akan pentingnya menjaga Raung-Ijen sebagai benteng terakhir spesies-spesies langka di Pulau Jawa,” tambah Fajar.

Dengan dukungan teknologi dan sinergi antar lembaga, peluang untuk melestarikan Raung-Ijen sebagai rumah terakhir satwa ikonik Indonesia masih terbuka lebar. Kini, tinggal bagaimana komitmen semua pihak untuk menjaga kawasan ini tetap lestari dan tak terganggu aktivitas manusia.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

17 July 2026 - 11:50 WIB

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

Kasus Kematian MHS 15 Tahun, Lenny Damanik Adukan Putusan Hakim Militer ke Sejumlah Lembaga Negara

23 June 2026 - 19:07 WIB

Lenny Damanik bersama Koalisi Masyarakat Sipil saat menyampaikan pengaduan ke Bawas MA RI terkait putusan perkara Sertu Riza Pahlivi. Foto: LBH Medan

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim

6 April 2026 - 22:49 WIB

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri memimpin sertijab tiga pejabat utama, yakni Karorena, Dirreskrimsus, dan Dirressiber, di Lobby Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Senin (6/4/2026).

Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap

28 March 2026 - 15:01 WIB

Detik-detik mobil Xenia menabrak dua perempuan di Jalan Raya Candi, Sidoarjo, hingga meninggal dunia terekam dalam video yang beredar di media sosial. (Foto: tangkapan layar video viral)

Oknum TNI Terduga Aniaya Warga Sula hingga Tewas Dibawa ke POM Ternate

26 March 2026 - 15:12 WIB

Oknum anggota TNI terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan warga di Kepulauan Sula saat dikawal menuju mobil Polisi Militer untuk dibawa ke POM Ternate. (Sumber Foto: Istimewa)
Trending on Berita