Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Edukasi

Sinergi Akademisi dan Masyarakat: Membangun Kemandirian Pangan dan Kampung Wisata di Mulyoagung

badge-check


					Sinergi Akademisi dan Masyarakat: Membangun Kemandirian Pangan dan Kampung Wisata di Mulyoagung Perbesar

MALANG, VOICEOFJATIM.COM – Universitas Brawijaya terus menunjukkan komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat desa melalui program “Doktor Mengabdi.” Kali ini, program unggulan tersebut hadir di Desa Mulyoagung, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang, dengan proyek bertajuk “Membangun Kemandirian Pangan dan Pengelolaan Kampung Wisata Berbasis Urban Farming.” Program ini tidak hanya berfokus pada ketahanan pangan lokal, tetapi juga bertujuan mengembangkan kampung wisata yang berdaya saing melalui pendekatan kolaboratif dengan kelompok masyarakat setempat.

Di bawah koordinasi Dr. Tri Wahyu Nugroho, S.P., M.Si., dari Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya, proyek ini melibatkan tim lintas fakultas yang terdiri dari dosen-dosen Fakultas Vokasi, Peternakan, dan Pertanian, serta sejumlah mahasiswa yang memiliki komitmen tinggi terhadap pemberdayaan masyarakat. Proyek ini diharapkan dapat membentuk ekosistem pertanian urban yang mandiri sekaligus mengembangkan kampung wisata yang dapat menarik minat wisatawan.

Salah satu mitra utama dalam proyek ini adalah Kelompok Wanita “Latar Ijo,” yang fokus pada pertanian urban. Tim Doktor Mengabdi memulai proyek ini dengan menggunakan pendekatan Participatory Rural Appraisal (PRA), yang mengutamakan partisipasi langsung warga dalam mengidentifikasi potensi, tantangan, serta kebutuhan pengembangan kelompok. Proses ini menunjukkan antusiasme tinggi dari masyarakat terhadap pengembangan kelembagaan, penguatan kapasitas produksi, dan diversifikasi produk pertanian, serta pemasaran hasil pertanian.

Langkah awal yang signifikan adalah legalisasi Kelompok “Latar Ijo” sebagai Kelompok Masyarakat (Pokmas) resmi oleh Kepala Desa Mulyoagung. Keputusan ini bukan hanya menjadi simbol sahnya kelompok, tetapi juga menjadi fondasi penting untuk memperluas jejaring kemitraan serta akses pendanaan yang dapat menunjang keberlanjutan program di masa depan.

Sebagai bagian dari program ini, tim Doktor Mengabdi memfasilitasi studi banding ke Kelompok Petani Organik Brenjong di Mojokerto. Kunjungan ini memberikan wawasan praktis tentang teknik pertanian berkelanjutan, pemasaran hasil tani, serta cara mengelola kampung wisata yang edukatif dan menarik. Para anggota Kelompok “Latar Ijo” memperoleh pembelajaran langsung mengenai manajemen pertanian organik, proses hilirisasi produk, dan penguatan branding produk lokal untuk memperkenalkan hasil pertanian mereka kepada pasar yang lebih luas.

Selain pembangunan infrastruktur yang mendukung pertanian urban, seperti rumah kompos di Dusun Jetak Ngasri, program ini juga memberikan pelatihan tentang penataan proses bisnis kampung wisata. Anggota Pokmas dibekali dengan keterampilan pemasaran digital, pembuatan konten promosi, serta strategi kerjasama dengan sektor publik dan swasta untuk memperluas jangkauan pasar dan memperkuat ekonomi lokal. Rumah kompos yang dibangun menjadi bagian integral dari siklus pertanian berkelanjutan, dengan fokus pada pengelolaan limbah organik dan penyediaan pupuk alami.

Selain hasil yang bersifat praktis, program ini juga menghasilkan berbagai luaran akademik dan sosial yang bermanfaat, seperti draft artikel jurnal ilmiah dan hak cipta model pengelolaan rumah kompos. Dokumentasi kegiatan yang telah disiapkan akan diseminasi melalui berbagai media untuk meningkatkan kesadaran publik tentang pentingnya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan.

“Dengan keterlibatan aktif masyarakat dan dukungan lintas disiplin, kami yakin Desa Mulyoagung dapat menjadi model inspiratif dalam pengembangan kampung wisata berbasis urban farming,” ujar Dr. Tri Wahyu Nugroho.

Program ini didukung penuh oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Brawijaya melalui skema pendanaan internal DRPM UB. Keberhasilan program ini menunjukkan sinergi yang efektif antara akademisi dan masyarakat, menciptakan solusi nyata untuk ketahanan pangan, pemberdayaan perempuan, serta pengelolaan kampung wisata yang berkelanjutan.

Melalui inisiatif ini, Universitas Brawijaya tidak hanya memberikan kontribusi dalam dunia akademik, tetapi juga memberikan dampak positif bagi masyarakat Desa Mulyoagung dengan menciptakan peluang baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan kemandirian mereka dalam menghadapi tantangan globalisasi dan perubahan iklim.

 

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah

18 July 2026 - 19:49 WIB

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

17 July 2026 - 11:50 WIB

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

STIE Malangkucecwara Dampingi UMKM Balearjosari, Perkuat Literasi Keuangan dan Pemasaran Digital

4 July 2026 - 10:11 WIB

STIE Malangkucecwara Dampingi UMKM Balearjosari, Perkuat Literasi Keuangan dan Pemasaran Digital

STIE Malangkucecwara Libatkan Chef Internasional untuk Tingkatkan Standar Kuliner UMKM Kampoeng Heritage Kajoetanga

26 June 2026 - 16:38 WIB

STIE Malangkucecwara Libatkan Chef Internasional untuk Tingkatkan Standar Kuliner UMKM Kampoeng Heritage Kajoetanga

Strategi STIE Malangkuçeçwara Perkuat Mental Spiritual Keluarga Hadapi Tantangan Era Digital

22 June 2026 - 17:29 WIB

Strategi STIE Malangkuçeçwara Perkuat Mental Spiritual Keluarga Hadapi Tantangan Era Digital
Trending on Berita