Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Edukasi

Manfaatkan Jabatan, Oknum ASN Dinas Pendidikan Diduga Lakukan Pungli dan KKN

badge-check


					Manfaatkan Jabatan, Oknum ASN Dinas Pendidikan Diduga Lakukan Pungli dan KKN Perbesar

VOJ – Praktik pungutan liar (pungli) dan korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN) kembali mencuat, kali ini melibatkan oknum pejabat di Dinas Pendidikan Kabupaten Malang. Oknum berinisial LS, yang menjabat sebagai Kepala Bidang (Kabid) Sekolah Dasar (SD), diduga memanfaatkan jabatannya untuk memeras kepala sekolah serta menggiring proyek pemerintah ke perusahaan milik menantunya.

Dugaan ini terungkap setelah sejumlah kepala sekolah menyampaikan keluhan kepada Asep Suriaman, S.Psi., Direktur Pusat Studi Demokrasi dan Kebijakan Publik (PusDek). Mereka mengaku diharuskan menyetor uang kepada LS setiap kali ia berkunjung ke sekolah. Jumlah setoran bervariasi, mulai dari Rp1 juta hingga Rp1,6 juta per kepala sekolah.

“Para kepala sekolah dipaksa menyetor uang tanpa alasan yang jelas. Kami sangat kecewa dengan perilaku seperti ini,” ungkap salah seorang kepala sekolah yang meminta namanya dirahasiakan.

Selain pungli, LS juga dituding meminta kepala sekolah menandatangani surat pernyataan yang menyatakan bahwa mereka tidak pernah mengalami pungutan atau pemerasan. Permintaan tersebut disampaikan melalui koordinator wilayah (korwil) dinas pendidikan di tiap kecamatan.

Kejanggalan tidak berhenti di situ. LS juga diduga menggiring pelaksanaan proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang seharusnya dikelola secara swakelola oleh sekolah. Sebaliknya, proyek-proyek ini dimonopoli oleh menantunya, Mifachul Choiron, pemilik CV Karya Utama Engineering yang berlokasi di Pakisaji, Malang.

Berdasarkan penelusuran PusDek, Choiron bahkan terlihat mendatangi sejumlah sekolah atas arahan LS. Padahal, dalam kunjungan Bupati Malang sebelumnya, telah disepakati bahwa sekolah yang mengalami kerusakan akan menerima alokasi dana Rp70 juta untuk perbaikan.

“Ini adalah bentuk nyata KKN yang tidak bisa dibiarkan. Kami mendesak aparat penegak hukum segera turun tangan untuk membersihkan Dinas Pendidikan dari praktik semacam ini,” tegas Asep.

PusDek mengaku telah melayangkan surat klarifikasi kepada LS terkait dugaan pungli dan KKN ini. Namun, hingga kini, surat tersebut belum mendapat respons.

“Kalau memang tidak bersalah, kenapa tidak menjawab surat klarifikasi kami? Sikap diam seperti ini hanya akan menambah kecurigaan publik,” ujar Asep.

Media juga berusaha menghubungi LS untuk mendapatkan tanggapan terkait tuduhan tersebut. Namun, hingga berita ini diturunkan, LS belum memberikan komentar apa pun.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan pelanggaran di sektor pendidikan yang seharusnya menjadi benteng moral dan integritas bangsa. Publik berharap aparat penegak hukum segera mengambil langkah konkret untuk mengusut tuntas kasus ini dan memastikan pihak yang bersalah mendapatkan sanksi sesuai hukum.

Pengawasan ketat terhadap pelaksanaan proyek pendidikan serta pemberantasan KKN menjadi kunci penting untuk memastikan dunia pendidikan berjalan sesuai prinsip keadilan dan transparansi.

 

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Petani Kopi Dusun Wonorejo Malang Didorong “Go Digital”, KKN UM 2026 Ungkap Kunci Genjot Harga Jual Tanpa Tengkulak

29 July 2026 - 01:52 WIB

Tim KKN UM 2026 Kelompok Sekarsa Kopi menggelar Sosialisasi Digitalisasi Kopi bersama narasumber Reza Pahlevi di Dusun Wonorejo, Desa Sukodono, Kec. Dampit, Kab. Malang

Animo Melonjak, FABI XV Jadi Cermin Meningkatnya Semangat Berprestasi Anak Indonesia

25 July 2026 - 21:38 WIB

Animo Melonjak, FABI XV Jadi Cermin Meningkatnya Semangat Berprestasi Anak Indonesia

STIE Malangkuçeçwara Bekali Santri Jiwa Kepemimpinan, Tekankan Keberanian hingga Integritas Sejak Dini

25 July 2026 - 18:55 WIB

STIE Malangkuçeçwara Bekali Santri Jiwa Kepemimpinan, Tekankan Keberanian hingga Integritas Sejak Dini

STIE Malangkuçeçwara Soroti Meningkatnya Kekerasan di Kalangan Pelajar, Edukasi Santri Kenali Enam Bentuk Kekerasan

25 July 2026 - 15:49 WIB

STIE Malangkuçeçwara Soroti Meningkatnya Kekerasan di Kalangan Pelajar, Edukasi Santri Kenali Enam Bentuk Kekerasan

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah

18 July 2026 - 19:49 WIB

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah
Trending on Berita