Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Berita

PT Adi Tjandra Teknologi Kupas Tantangan Baru Bisnis di Tengah Ledakan Teknologi AI

badge-check


					Managing Partner YPYM, Yuliana Kusumawati Perbesar

Managing Partner YPYM, Yuliana Kusumawati

MALANG – Perkembangan teknologi yang berlangsung dalam beberapa tahun terakhir telah mengubah cara perusahaan menjangkau konsumen. Jika sebelumnya strategi pemasaran digital berpusat pada mesin pencari dan media sosial, kini pelaku usaha dihadapkan pada ekosistem digital yang jauh lebih kompleks dengan hadirnya berbagai platform berbasis kecerdasan buatan.

Perubahan tersebut menjadi salah satu tantangan terbesar bagi dunia bisnis. Konsumen tidak lagi hanya mencari informasi melalui Google atau media sosial, tetapi juga memanfaatkan berbagai platform AI seperti ChatGPT, Gemini, Claude, Perplexity, DeepSeek hingga Grok untuk memperoleh jawaban dan rekomendasi secara instan.

CEO PT Adi Tjandra Teknologi (YPYM), Rochman Ma’arif, menilai bahwa kecepatan perubahan teknologi saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan periode disrupsi digital yang terjadi pada 2015 hingga 2019. Pada masa itu, Indonesia mengalami ledakan pertumbuhan startup yang mendorong transformasi berbagai sektor industri, termasuk pemasaran dan akuisisi pelanggan.

“Digital marketing merupakan topik yang sangat dinamis. Penguasaan bidang ini memiliki nilai yang besar karena dampaknya sangat signifikan terhadap bisnis dan membutuhkan kombinasi kemampuan teknis maupun nonteknis yang kompleks, termasuk dalam pengelolaan anggaran,” ujar Rochman.

Menurutnya, titik perubahan terbesar mulai terlihat sejak 2022 ketika perkembangan teknologi berbasis kecerdasan buatan melaju dengan kecepatan yang sulit diprediksi. Bahkan perusahaan teknologi global pun harus terus melakukan penyesuaian untuk mempertahankan relevansinya di tengah perubahan perilaku pengguna.

“Sejak tahun 2022 hingga sekarang, akselerasi teknologinya sangat sulit diprediksi. Kita melihat perusahaan sebesar Google harus melakukan berbagai perubahan secara berkala agar layanan pencariannya tetap relevan terhadap perubahan perilaku pengguna yang terjadi sangat cepat,” katanya.

Fenomena tersebut terlihat dari berbagai inovasi yang diluncurkan Google dalam beberapa tahun terakhir. Mulai dari kehadiran AI Overview, Google AI Mode hingga pengembangan Gemini yang diperkenalkan secara luas sebagai bagian dari transformasi layanan pencarian berbasis kecerdasan buatan.

Managing Partner YPYM, Yuliana Kusumawati, mengatakan bahwa langkah agresif yang dilakukan Google menunjukkan bahwa bahkan perusahaan teknologi terbesar sekalipun harus terus berinovasi untuk mempertahankan posisi mereka di tengah persaingan era AI.

“Untuk menangkap perubahan yang sedang terjadi, Google harus merilis banyak produk baru agar tetap relevan dalam menjawab kebutuhan miliaran pengguna yang mengakses informasi selama 24 jam setiap hari,” ungkap Yuliana.

Perubahan tersebut juga berdampak langsung terhadap strategi optimasi digital yang selama ini digunakan dunia bisnis. Jika sebelumnya Search Engine Optimization (SEO) menjadi pendekatan utama dalam meningkatkan visibilitas sebuah merek di internet, kini muncul berbagai metode baru seperti App Store Optimization (ASO), Local SEO, hingga pendekatan yang lebih mutakhir yaitu Answer Engine Optimization (AEO) dan Generative Engine Optimization (GEO).

Yuliana menjelaskan bahwa munculnya istilah AEO dan GEO merupakan konsekuensi dari meningkatnya penggunaan platform AI generatif sebagai sumber informasi utama masyarakat. Perusahaan tidak lagi cukup memahami cara kerja Google Search, tetapi juga harus memahami mekanisme berbagai mesin AI yang kini digunakan pengguna dalam mencari jawaban.

“Jika dulu pelaku bisnis fokus memahami algoritma Google melalui SEO, sekarang mereka juga harus memahami bagaimana platform seperti ChatGPT, Claude, Gemini, Perplexity, DeepSeek maupun Grok memproses dan menyajikan informasi kepada pengguna,” jelasnya.

Kondisi tersebut membuat perjalanan konsumen menjadi semakin tersebar. Calon pelanggan kini dapat menemukan produk melalui berbagai kanal, mulai dari platform AI, marketplace, aplikasi perjalanan, mesin pencari, toko aplikasi, komunitas digital hingga media sosial.

Akibatnya, strategi pemasaran yang sebelumnya terpusat pada beberapa platform utama kini harus dirancang secara lebih menyeluruh. Pelaku usaha dituntut mampu membaca pergerakan konsumen di berbagai titik digital sekaligus agar peluang konversi tidak terlewat.

Melihat kompleksitas tersebut, PT Adi Tjandra Teknologi menilai bahwa perusahaan membutuhkan strategi yang lebih adaptif dan berbasis data dalam mengelola pemasaran digital. Pemilihan mitra teknologi yang tepat menjadi faktor penting agar investasi pemasaran dapat berjalan efektif, efisien, serta mampu menghasilkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan di tengah perubahan lanskap digital yang terus bergerak cepat.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Terkait Perizinan, Disnaker-PMPTSP Kota Malang Turun Langsung Cek Metropoint

11 June 2026 - 16:02 WIB

Terkait Perizinan, Disnaker-PMPTSP Kota Malang Turun Langsung Cek Metropoint

Metropoint Buka Suara Soal Tudingan Pelanggaran Izin, Manager : Tim Legal Bakal Menjelaskan Detail

11 June 2026 - 15:50 WIB

Metropoint Buka Suara Soal Tudingan Pelanggaran Izin, Manager : Tim Legal Bakal Menjelaskan Detail

Soroti Dugaan Persoalan Izin Metropoint, AMPH Ancam Gelar Aksi Lanjutan di Balai Kota Malang

11 June 2026 - 15:43 WIB

Soroti Dugaan Persoalan Izin Metropoint, AMPH Ancam Gelar Aksi Lanjutan di Balai Kota Malang

AMPH Gelar Aksi di Metropoint Merjosari, Desak Pemkot Malang Periksa Dugaan Pelanggaran Perizinan

11 June 2026 - 15:38 WIB

AMPH Gelar Aksi di Metropoint Merjosari, Desak Pemkot Malang Periksa Dugaan Pelanggaran Perizinan

Dosen STIE Malangkucecwara Dorong Penguatan Mental dan Spiritual Keluarga Binaan LAZIS Sabilillah

11 June 2026 - 09:52 WIB

Dosen STIE Malangkucecwara Dorong Penguatan Mental dan Spiritual Keluarga Binaan LAZIS Sabilillah
Trending on Berita