Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Berita

Kasus Andrie Yunus Disorot Nasional, HMI-MPO Desak Tim Investigasi Gabungan Usut Tuntas Penyiraman Air Keras

badge-check

Sorotan terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus, terus menguat setelah insiden yang terjadi di kawasan Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat. (Instagram.com/@infipop.id) Perbesar

Sorotan terhadap kasus penyiraman air keras yang menimpa aktivis KontraS, Andrie Yunus, terus menguat setelah insiden yang terjadi di kawasan Jalan Salemba I, Senen, Jakarta Pusat. (Instagram.com/@infipop.id)

VOICEOFJATIM – Kasus penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, terus menyita perhatian publik. Peristiwa yang menimpa aktivis hak asasi manusia itu kini memunculkan desakan agar penanganannya dilakukan secara serius, terbuka, dan melibatkan lintas institusi.

Himpunan Mahasiswa Islam Majelis Penyelamat Organisasi (HMI-MPO) menjadi salah satu pihak yang secara tegas meminta pembentukan tim investigasi gabungan untuk mengusut pelaku dan motif di balik serangan tersebut. Desakan itu disampaikan sebagai upaya agar proses penyelidikan berjalan transparan dan akuntabel di hadapan masyarakat.

Ketua Bidang PTKP HMI-MPO, Adam Sowakil, menilai kasus yang menimpa Andrie Yunus tidak bisa dipandang sebagai tindak kriminal biasa. Menurutnya, peristiwa tersebut menyentuh isu yang lebih besar, yakni keamanan aktivis, ruang demokrasi, dan kebebasan sipil di Indonesia.

Adam menyebut pembentukan tim investigasi gabungan yang melibatkan Kepolisian Republik Indonesia (Polri), KontraS, dan Tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi langkah strategis agar penyelidikan berjalan objektif dan menyeluruh. Keterlibatan berbagai unsur itu dinilai penting untuk menghindari keraguan publik terhadap proses hukum yang sedang berlangsung.

“Kasus ini tidak boleh ditangani secara biasa. Harus ada tim investigasi gabungan antara Polri, KontraS, dan TNI untuk menghasilkan penyelidikan yang berbasis scientific crime investigation, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” ujar Adam dalam keterangannya, Kamis (19/3/2026).

Ia menegaskan, pendekatan ilmiah dalam investigasi mutlak diperlukan agar setiap bukti yang dikumpulkan memiliki pijakan hukum yang kuat. Selain itu, pola penyelidikan yang terbuka dianggap mampu menekan spekulasi liar yang berkembang di tengah masyarakat.

Bagi HMI-MPO, kasus penyiraman air keras terhadap aktivis seperti Andrie Yunus juga berpotensi dimaknai sebagai bentuk ancaman terhadap suara-suara kritis masyarakat sipil. Karena itu, negara dinilai tidak boleh lemah dalam menghadapi teror yang menyasar pejuang hak asasi manusia.

“Ini menyangkut keamanan aktivis dan masa depan demokrasi. Negara tidak boleh kalah oleh teror terhadap pejuang hak asasi manusia,” tegasnya.

Tidak hanya meminta tim investigasi gabungan segera dibentuk, HMI-MPO juga mendorong agar perkembangan penanganan perkara ini disampaikan secara berkala kepada publik. Keterbukaan informasi dinilai menjadi hal penting untuk mencegah munculnya dugaan intervensi maupun upaya pengaburan fakta.

Kasus ini kembali menjadi peringatan bahwa perlindungan terhadap aktivis dan pembela HAM di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Desakan pembentukan tim investigasi gabungan pun kini menjadi ujian bagi komitmen negara dalam menegakkan hukum secara adil, transparan, dan bebas dari campur tangan pihak mana pun.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

HIPMI Kota Malang Perkuat Peran Cetak Founder Muda Lewat Kolaborasi dengan Institut Asia

19 July 2026 - 18:32 WIB

HIPMI Kota Malang Perkuat Peran Cetak Founder Muda Lewat Kolaborasi dengan Institut Asia

Enam Dekade Bertahan, Warung Soto H. Fauzi Buktikan UMKM Lokal Bisa Naik Kelas Bersama Dukungan BRI

19 July 2026 - 15:21 WIB

Enam Dekade Bertahan, Warung Soto H. Fauzi Buktikan UMKM Lokal Bisa Naik Kelas Bersama Dukungan BRI

Kupedes BRI Perkuat Ekspansi Bebek Bang Alex, Kini Hadir di Besuki dan Siapkan Coffee Space

18 July 2026 - 21:11 WIB

Kupedes BRI Perkuat Ekspansi Bebek Bang Alex, Kini Hadir di Besuki dan Siapkan Coffee Space

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah

18 July 2026 - 19:49 WIB

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

17 July 2026 - 11:50 WIB

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL
Trending on Berita