VOICEOFJATIM – Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago meminta jajaran Kepolisian Republik Indonesia (Polri) agar tidak merasa minder atau kehilangan kepercayaan diri saat menghadapi kritik dari masyarakat. Menurutnya, sorotan publik terhadap institusi kepolisian merupakan hal yang lumrah, namun tidak boleh membuat anggota Polri surut dalam menjalankan tugas pengabdian kepada negara.
Pernyataan itu disampaikan Djamari saat memberikan kuliah umum kepada para peserta pendidikan di Sekolah Staf dan Pimpinan (Sespim) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri pada Senin (9/3/2026).
Di hadapan para peserta, Djamari menekankan pentingnya setiap anggota Polri untuk tetap fokus pada tanggung jawab dan kinerja di lapangan, dibanding terus memikirkan penilaian negatif yang berkembang di tengah masyarakat.
Ia menilai, profesi polisi memang tidak pernah lepas dari sorotan. Kritik yang datang silih berganti, menurut dia, kadang membuat sebagian anggota merasa tidak dihargai, padahal tugas yang mereka jalankan menuntut kerja keras dan pengorbanan besar.
Menurut Djamari, banyak bentuk pengabdian anggota Polri yang tidak selalu terlihat secara langsung oleh publik.
Ia mencontohkan bagaimana polisi harus tetap siaga dan bertugas menjaga keamanan serta ketertiban pada saat masyarakat menikmati waktu istirahat, termasuk ketika libur nasional dan hari raya. “Seolah-olah polisi tidak melakukan apa-apa. Padahal kita sudah bekerja keras, siang malam anggota polisi bertugas di lapangan,” ujar Djamari.
Ia menambahkan, pada momen hari raya keagamaan sekalipun, banyak anggota Polri tetap menjalankan tugas untuk memastikan situasi tetap aman dan kondusif. Dalam pandangannya, hal itu menunjukkan bahwa profesi kepolisian adalah bentuk pengabdian yang memerlukan komitmen tinggi dan kesiapan untuk bertugas kapan saja.
“Hari raya orang lain bisa cuti, tetapi polisi tidak. Polisi tidak pernah mengenal cuti Lebaran,” tegasnya.
Meski mengakui bahwa kritik publik kerap terasa berat, Djamari mengingatkan agar kondisi itu tidak membuat anggota Polri merasa kecewa atau patah semangat.
Sebaliknya, ia mendorong seluruh personel kepolisian untuk menjadikan kritik sebagai bahan evaluasi demi memperbaiki kualitas kerja dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Djamari menegaskan bahwa kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian hanya bisa dibangun melalui kerja nyata, profesionalisme, dan dedikasi yang konsisten. Ia optimistis, bila hal itu terus ditunjukkan dalam setiap pelaksanaan tugas, maka citra Polri di mata masyarakat akan semakin membaik dari waktu ke waktu.
















Leave feedback about this