Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Edukasi

Lewat 6.846 Beasiswa, Khofifah Gaungkan Pentingnya Pendidikan Multikultural

badge-check


					Lewat 6.846 Beasiswa, Khofifah Gaungkan Pentingnya Pendidikan Multikultural Perbesar

MALANG, VOICEOFJATIM.COM — Komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam mendukung pendidikan kembali terlihat jelas. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan, dalam enam tahun terakhir, lebih dari 6.800 beasiswa telah dikucurkan bagi mahasiswa dari jenjang S1 hingga S3.

Pernyataan ini disampaikan Khofifah saat menghadiri Sidang Terbuka Program Doktor Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Islam Malang (Unisma) pada Senin (28/4/2025). Dalam acara tersebut, Ali Wafa, penerima beasiswa S3 dari Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah (LPPD) Pemprov Jatim, sukses mempertahankan disertasinya berjudul Survival Pesantren di Tengah Masyarakat Plural.

Ali Wafa memaparkan hasil penelitiannya tentang pendidikan Islam multikultural di Pesantren Miftahul Qulub, Pamekasan, dengan penuh percaya diri di hadapan para penguji, seperti Prof Abdul Halim Soebahar, Prof Djunaidi Ghony, hingga Prof Maskuri. Hasilnya, ia dinyatakan lulus dengan predikat nilai A.

Gubernur Khofifah secara khusus memuji tema yang diangkat Ali Wafa. Menurutnya, generasi seperti Ali Wafa adalah sosok yang dibutuhkan untuk menjawab tantangan ke depan.

“Alhamdulillah, hari ini kami menyaksikan langsung sidang doktoral saudara Ali Wafa. Ia penerima beasiswa dari LPPD Pemprov Jatim untuk melanjutkan studi S3,” ucap Khofifah.

Khofifah juga membeberkan, sepanjang 2019 hingga 2024, sebanyak 5.653 mahasiswa menerima beasiswa pendidikan dari Pemprov Jatim. Sementara untuk tahun 2025, Pemprov mengalokasikan beasiswa kepada 1.190 mahasiswa, meliputi S1, S2, S3, hingga program M1 dan S2 di Al-Azhar Kairo.

Khusus program doktoral (S3), sejak 2022 hingga 2024 tercatat 130 orang telah mendapat bantuan pendidikan penuh dari Pemprov.

“Sejak 2022, kami menyalurkan beasiswa S3 kepada 40 orang, kemudian 40 orang lagi pada 2023, dan tahun ini ada 50 penerima,” ungkapnya.

Dalam sambutannya, Khofifah menyoroti pentingnya pendekatan pendidikan Islam multikultural untuk merespons dinamika sosial dan global yang semakin kompleks. Ia menegaskan, pendidikan berbasis multikultural menjadi kunci menjaga keseimbangan sosial, politik, ekonomi, dan peradaban dunia.

“Kita harus menciptakan keseimbangan baru atas kontraksi dunia yang terus berubah,” jelas Khofifah.

Menurut Khofifah, pendekatan multikultural membantu mengantisipasi benturan peradaban (clash of civilization) yang bisa terjadi kapan saja. Ia juga mengingatkan pentingnya ormas-ormas baru untuk menjaga kehidupan beradab dengan mengedepankan toleransi dalam masyarakat plural.

Situasi global, seperti memanasnya hubungan AS-Rusia, ketegangan China-Jepang, hingga perpecahan internal Palestina antara Hamas dan Fatah, disebut Khofifah sebagai bukti pentingnya membangun harmoni global.

“Oleh karena itu, pendidikan Islam multikultural harus menjadi referensi penting dalam membangun keberagaman dan kebhinekaan, tidak hanya untuk Indonesia, tapi juga dunia,” tegasnya.

Khofifah berharap hasil disertasi Ali Wafa bisa dimuat dalam jurnal-jurnal internasional sebagai kontribusi nyata dari akademisi muda Indonesia. Ia bahkan berharap gagasan-gagasan ini bisa menjadi bahan ajar di sekolah-sekolah tingkat SMA/SMK/SLB.

“Semoga temuan-temuan baru ini bisa jadi referensi akademik sekaligus sumber pembelajaran untuk generasi muda kita,” tambahnya.

Di sisi lain, Ali Wafa mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian meraih gelar doktor dari Unisma. Ia menceritakan perjalanan pendidikannya, dari S1 dengan beasiswa lain, S2 dibiayai sendiri, hingga akhirnya mendapat beasiswa penuh dari Pemprov Jatim untuk program S3.

“Alhamdulillah, perasaan saya lega. Terima kasih kepada Pemprov Jatim dan Ibu Gubernur. Semoga ke depan semakin banyak santri dan guru pesantren di Jatim yang mendapatkan kesempatan beasiswa seperti saya,” kata Ali Wafa.

Sidang terbuka tersebut juga mendapat sambutan hangat dari kalangan akademisi, pejabat daerah, serta mahasiswa dan masyarakat umum yang hadir untuk memperdalam pemahaman tentang pendidikan Islam dalam konteks keberagaman.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Animo Melonjak, FABI XV Jadi Cermin Meningkatnya Semangat Berprestasi Anak Indonesia

25 July 2026 - 21:38 WIB

Animo Melonjak, FABI XV Jadi Cermin Meningkatnya Semangat Berprestasi Anak Indonesia

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah

18 July 2026 - 19:49 WIB

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

17 July 2026 - 11:50 WIB

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

STIE Malangkucecwara Dampingi UMKM Balearjosari, Perkuat Literasi Keuangan dan Pemasaran Digital

4 July 2026 - 10:11 WIB

STIE Malangkucecwara Dampingi UMKM Balearjosari, Perkuat Literasi Keuangan dan Pemasaran Digital

STIE Malangkucecwara Libatkan Chef Internasional untuk Tingkatkan Standar Kuliner UMKM Kampoeng Heritage Kajoetanga

26 June 2026 - 16:38 WIB

STIE Malangkucecwara Libatkan Chef Internasional untuk Tingkatkan Standar Kuliner UMKM Kampoeng Heritage Kajoetanga
Trending on Berita