Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Edukasi

UB Jadi Tuan Rumah Rakernas FPTVI 2025, Bahas Masa Depan Pendidikan Vokasi

badge-check


					UB Jadi Tuan Rumah Rakernas FPTVI 2025, Bahas Masa Depan Pendidikan Vokasi Perbesar

VOJ – Fakultas Vokasi Universitas Brawijaya (UB) menjadi tuan rumah Seminar dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Forum Pendidikan Tinggi Vokasi Indonesia (FPTVI) 2025, yang dimulai hari ini, Kamis (6/2/2025). Acara ini digelar di Gedung Widyaloka, UB, dengan menghadirkan pengurus FPTVI dari seluruh Indonesia untuk membahas berbagai isu strategis terkait pendidikan vokasi.

Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo, S.Si., M.Si., Ph.D., Med.Sc., dalam sambutannya menegaskan pentingnya pendidikan vokasi dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja (ready to work), tetapi juga memiliki kompetensi untuk bersaing di tingkat global. Menurutnya, salah satu tantangan terbesar saat ini adalah deindustrialisasi, di mana banyak industri dan pabrik yang gulung tikar.

“Ini menjadi tantangan bagi pendidikan vokasi, karena meskipun kita mencetak lulusan siap kerja, industri tempat mereka bekerja justru tutup,” ujarnya. Oleh karena itu, lulusan vokasi perlu dibekali keterampilan wirausaha (entrepreneurship) agar tetap bisa beradaptasi dan menciptakan peluang kerja sendiri.

Dekan Fakultas Vokasi UB sekaligus Ketua Panitia Rakernas, Mukhammad Kholid Mawardi, S.Sos., M.A.B., Ph.D., mengungkapkan bahwa Rakernas FPTVI tahun ini akan membahas dua isu utama, yaitu kelembagaan dan inovasi inklusif untuk memperkuat pendidikan vokasi agar lebih berdaya saing global. Isu kelembagaan yang dimaksud terkait dengan perubahan kebijakan pemerintah, di mana pendidikan vokasi yang sebelumnya berada di bawah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Vokasi, kini beralih ke Kementerian Pendidikan Dasar.

“Karena itu, kita menghadirkan Dr. Beny Bandanadjaja, S.T., M.T., Direktur Kelembagaan, Ditjen Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, untuk memberikan gambaran kebijakan ke depan,” jelas Kholid.

Selain itu, jumlah perguruan tinggi vokasi di Indonesia yang hanya sekitar 8% dari total institusi pendidikan tinggi menjadi perhatian serius. “Di luar negeri, pendidikan vokasi bisa mencapai 50% dari total perguruan tinggi. Padahal, vokasi adalah solusi bagi kebutuhan industri dan SDM di Indonesia,” tegasnya.

FPTVI berharap pemerintah dapat memberikan kuota lebih besar bagi pendidikan vokasi, sehingga semakin banyak tenaga kerja siap pakai yang terserap di industri. Studi yang dilakukan FPTVI menunjukkan bahwa jumlah mahasiswa vokasi berbanding lurus dengan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) di suatu daerah.

“Dengan kata lain, semakin banyak pendidikan vokasi di suatu wilayah, semakin besar dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi lokal. Ini harus menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan pendidikan tinggi di Indonesia,” ujar Kholid Mawardi.

Setelah membuka acara secara resmi, Rektor UB menyatakan harapannya agar Universitas Brawijaya bisa menjadi pusat pengembangan pendidikan vokasi di Indonesia. “Vokasi harus memiliki hubungan yang kuat dengan dunia usaha dan industri. Tapi lebih dari itu, inovasi dan teknologi juga harus dikembangkan agar pendidikan vokasi bisa terus berkembang dan relevan dengan kebutuhan zaman,” ujar Prof. Widodo.

Menurutnya, idealnya pendidikan vokasi tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari rantai pendidikan akademik yang terintegrasi, dari riset hingga implementasi di industri. Dengan begitu, pendidikan vokasi bisa memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ekonomi dan pembangunan nasional.

Rakernas FPTVI 2025 di UB ini menjadi momentum penting dalam merumuskan strategi pendidikan vokasi di Indonesia, agar lebih adaptif terhadap perubahan industri dan mampu mencetak lulusan yang siap kerja sekaligus inovatif dalam menciptakan lapangan kerja baru.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Animo Melonjak, FABI XV Jadi Cermin Meningkatnya Semangat Berprestasi Anak Indonesia

25 July 2026 - 21:38 WIB

Animo Melonjak, FABI XV Jadi Cermin Meningkatnya Semangat Berprestasi Anak Indonesia

STIE Malangkuçeçwara Bekali Santri Jiwa Kepemimpinan, Tekankan Keberanian hingga Integritas Sejak Dini

25 July 2026 - 18:55 WIB

STIE Malangkuçeçwara Bekali Santri Jiwa Kepemimpinan, Tekankan Keberanian hingga Integritas Sejak Dini

STIE Malangkuçeçwara Soroti Meningkatnya Kekerasan di Kalangan Pelajar, Edukasi Santri Kenali Enam Bentuk Kekerasan

25 July 2026 - 15:49 WIB

STIE Malangkuçeçwara Soroti Meningkatnya Kekerasan di Kalangan Pelajar, Edukasi Santri Kenali Enam Bentuk Kekerasan

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah

18 July 2026 - 19:49 WIB

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

17 July 2026 - 11:50 WIB

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL
Trending on Berita