Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Headline

Brantas Abipraya Bangun Bendungan Sidan, Siapkan Air Baku 1.750 Liter Per Detik untuk 4 Kabupaten di Bali

badge-check


					Brantas Abipraya Bangun Bendungan Sidan, Siapkan Air Baku 1.750 Liter Per Detik untuk 4 Kabupaten di Bali Perbesar

Bali, 11 Desember 2024 – PT Brantas Abipraya (Persero), salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) terkemuka dalam bidang konstruksi, kembali menunjukkan komitmennya terhadap pembangunan infrastruktur strategis nasional dengan membangun Bendungan Sidan. Terletak di Kabupaten Badung, Gianyar, dan Bangli, Bali, Bendungan Sidan ini dirancang untuk menjadi salah satu solusi utama dalam memenuhi kebutuhan air baku di wilayah Sarbagita, yang meliputi Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Gianyar, dan Tabanan. Dengan kapasitas suplai air baku mencapai 1.750 liter per detik, Bendungan Sidan diproyeksikan mampu melayani kebutuhan 1,3 juta jiwa penduduk Bali sekaligus menjawab tantangan ketahanan air di kawasan tersebut.

“Pembangunan Bendungan Sidan yang dimulai sejak tahun 2018 ini memiliki kapasitas tampung yang luar biasa, yakni sebesar 5,8 juta meter kubik dengan luas genangan mencapai 39 hektar. Lokasinya yang strategis memanfaatkan aliran Sungai Ayung sebagai sumber utama, menjadikan bendungan ini tulang punggung pengelolaan air di Bali,” ujar Muhammad Toha Fauzi, Direktur Operasi I Brantas Abipraya.

Selain menyediakan air baku bagi empat wilayah utama, bendungan ini juga memiliki manfaat tambahan seperti pengendalian banjir, pembangkit energi listrik. Keunggulan teknis Bendungan Sidan terletak pada desainnya yang merupakan tipe zonal inti tegak, dengan desain inti aspal atau ACCED (Asphalt Concrete Core Embankment Dam). Bendungan ini dilengkapi dengan terowongan pengelak sepanjang 452 meter dengan diameter lima meter, yang dirancang untuk mengurangi debit banjir dari 405,09 meter kubik per detik menjadi 138,20 meter kubik per detik. Dengan demikian, bendungan ini tidak hanya memastikan ketersediaan air baku tetapi juga secara signifikan mengurangi risiko banjir di wilayah Denpasar dengan cakupan pengurangan banjir mencapai 108 hektar.

Salah satu aspek penting dari Bendungan Sidan adalah distribusi air baku yang didesain untuk memenuhi kebutuhan secara merata di wilayah Sarbagita. Kota Denpasar mendapat porsi terbesar, yaitu 750 liter per detik, diikuti oleh Kabupaten Badung dengan 500 liter per detik, Kabupaten Gianyar dengan 300 liter per detik, dan Kabupaten Tabanan sebesar 200 liter per detik. Dengan distribusi ini, kebutuhan air domestik di empat wilayah tersebut dapat terpenuhi, memberikan kontribusi signifikan terhadap swasembada air domestik bagi 1,26 juta jiwa atau sekitar 34 persen dari total kebutuhan air domestik di kawasan tersebut.

Selain sebagai sumber air baku, Bendungan Sidan juga menjadi bagian dari solusi energi terbarukan di Bali. Bendungan ini dirancang untuk mendukung pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTM) dengan kapasitas 0,65 MW, serta pembangkit listrik tenaga surya terapung (PLTS) dengan kapasitas hingga 8 MW. Dengan demikian, total potensi energi listrik yang dihasilkan mencapai 8,65 MW, menjadikannya salah satu proyek strategis yang tidak hanya mendukung ketahanan air tetapi juga ketahanan energi di wilayah Bali.

Manfaat pembangunan Bendungan Sidan tidak berhenti di sana. Infrastruktur air ini juga direncanakan menjadi salah satu destinasi wisata baru di Bali, mengingat lokasinya yang indah dan strategis. Kehadirannya diharapkan dapat menambah daya tarik pariwisata lokal, yang pada gilirannya meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar. Hal ini selaras dengan visi Brantas Abipraya untuk tidak hanya membangun infrastruktur yang fungsional tetapi juga memberikan dampak ekonomi dan sosial yang positif bagi masyarakat setempat.

Pentingnya pembangunan Bendungan Sidan semakin terasa mengingat proyeksi kebutuhan air baku di kawasan Sarbagita pada tahun 2025 diperkirakan mencapai 5.097 liter per detik, sedangkan kapasitas eksisting baru mencapai 2.550 liter per detik. Ini menciptakan defisit sebesar 2.547 liter per detik. Dengan hadirnya Bendungan Sidan yang menyuplai tambahan 1.750 liter per detik, defisit tersebut dapat berkurang secara signifikan menjadi 797 liter per detik. Meski belum sepenuhnya menutupi kebutuhan, kehadiran bendungan ini menjadi langkah strategis dalam menjawab tantangan ketahanan air di Bali.

Muhammad Toha Fauzi, mengungkapkan bahwa Bendungan Sidan merupakan salah satu dari 65 proyek strategis nasional di sektor infrastruktur sumber daya air yang diamanahkan pemerintah kepada Perusahaan. Ditambahkannya, proyek Bendungan Sidan ini adalah bentuk nyata dari komitmen Brantas Abipraya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan. “Selain memenuhi kebutuhan air baku dan energi, bendungan ini juga menjadi solusi strategis untuk pengendalian banjir sekaligus mendukung sektor pariwisata yang menjadi salah satu motor ekonomi utama di Bali,” ujar Toha.

Dengan rampungnya pembangunan Bendungan Sidan, PT Brantas Abipraya kembali membuktikan diri sebagai salah satu pelopor dalam pembangunan infrastruktur strategis di Indonesia. Kehadiran bendungan ini tidak hanya menjadi solusi bagi permasalahan air baku dan banjir di Bali, tetapi juga menciptakan peluang baru bagi pengembangan energi terbarukan. Sebagai salah satu bagian penting dalam Proyek Strategis Nasional, Bendungan Sidan diharapkan dapat terus memberikan manfaat besar bagi masyarakat Bali, sekaligus menjadi model bagi pembangunan bendungan lainnya di Indonesia.

“Dengan rampungnya Bendungan Sidan, diharapkan Bali tidak hanya semakin kuat dalam memenuhi kebutuhan air baku, tetapi juga memiliki infrastruktur yang mendukung keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakatnya” tutup Toha.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

17 July 2026 - 11:50 WIB

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

Kasus Kematian MHS 15 Tahun, Lenny Damanik Adukan Putusan Hakim Militer ke Sejumlah Lembaga Negara

23 June 2026 - 19:07 WIB

Lenny Damanik bersama Koalisi Masyarakat Sipil saat menyampaikan pengaduan ke Bawas MA RI terkait putusan perkara Sertu Riza Pahlivi. Foto: LBH Medan

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim

6 April 2026 - 22:49 WIB

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri memimpin sertijab tiga pejabat utama, yakni Karorena, Dirreskrimsus, dan Dirressiber, di Lobby Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Senin (6/4/2026).

Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap

28 March 2026 - 15:01 WIB

Detik-detik mobil Xenia menabrak dua perempuan di Jalan Raya Candi, Sidoarjo, hingga meninggal dunia terekam dalam video yang beredar di media sosial. (Foto: tangkapan layar video viral)

Oknum TNI Terduga Aniaya Warga Sula hingga Tewas Dibawa ke POM Ternate

26 March 2026 - 15:12 WIB

Oknum anggota TNI terduga pelaku penganiayaan yang menewaskan warga di Kepulauan Sula saat dikawal menuju mobil Polisi Militer untuk dibawa ke POM Ternate. (Sumber Foto: Istimewa)
Trending on Berita