VOICEOFJATIM – Musyawarah Kecamatan (Muscam) Partai Golkar Kecamatan Kedungkandang menjadi penanda penting proses konsolidasi internal DPD Partai Golkar Kota Malang. Di balik suksesnya forum tersebut, terdapat peran Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang, Djoko Prihatin, yang dinilai berhasil mengakhiri berbagai dinamika yang sebelumnya sempat mewarnai kepengurusan tingkat kecamatan.
Muscam yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar Kota Malang, Minggu (26/7/2026), berlangsung tanpa hambatan dan menghasilkan kesepakatan menetapkan Sri Mulyana sebagai Ketua Pengurus Kecamatan (PK) Golkar Kedungkandang. Hasil itu sekaligus menjadi bukti bahwa proses komunikasi dan rekonsiliasi yang dibangun DPD mampu mengembalikan soliditas kader di wilayah yang sebelumnya menghadapi tantangan internal.

Keberhasilan tersebut melengkapi rangkaian konsolidasi yang dipimpin Djoko Prihatin. Hingga saat ini, tiga dari lima kecamatan di Kota Malang telah menyelesaikan Muscam. Tersisa Kecamatan Klojen dan Lowokwaru sebelum dilanjutkan dengan Musyawarah Kelurahan sebagai tahap akhir penataan organisasi.
“Alhamdulillah Muscam Kedungkandang berjalan lancar. Ini menjadi kecamatan ketiga yang berhasil kami selesaikan. Setelah ini tinggal Klojen dan Lowokwaru, kemudian dilanjutkan Musyawarah Kelurahan agar konsolidasi organisasi benar-benar tuntas,” ujar Djoko.
Menurut Djoko, penyelesaian Muscam di Kedungkandang memiliki makna lebih dari sekadar pergantian kepengurusan. Forum tersebut menjadi momentum untuk mengakhiri berbagai dinamika yang sempat berkembang di internal PK Kedungkandang sekaligus mengembalikan fokus kader pada agenda besar partai menghadapi Pemilu 2029.
Ia menegaskan bahwa DPD tidak ingin energi kader habis pada persoalan internal. Karena itu, konsolidasi dilakukan melalui pendekatan komunikasi dengan seluruh elemen partai hingga tercapai kesepahaman untuk membangun organisasi secara bersama-sama.
“Kami ingin seluruh kader kembali pada ruh perjuangan Partai Golkar. Partai ini harus hadir di tengah masyarakat, memberikan solusi, dan menjadi kekuatan politik yang benar-benar bermanfaat bagi warga,” tegasnya.
Dengan struktur organisasi yang mulai tertata, Djoko langsung mengarahkan seluruh jajaran untuk bekerja mengejar target politik. Di daerah pemilihan Kedungkandang, Golkar yang saat ini memiliki dua kursi DPRD Kota Malang menargetkan penambahan satu kursi pada Pemilu 2029.
“Kami tidak datang hanya untuk mempertahankan capaian. Target kami menambah satu kursi sehingga Kedungkandang menjadi salah satu basis kemenangan Golkar di Kota Malang. Seluruh kader sudah memiliki komitmen yang sama untuk mewujudkan target tersebut,” katanya.
Djoko juga meyakini kepemimpinan Sri Mulyana akan memperkuat proses kaderisasi dan mempercepat pembentukan struktur organisasi hingga tingkat kelurahan. Menurutnya, terpilihnya Sri Mulyana sekaligus menunjukkan bahwa Partai Golkar memberikan ruang yang setara bagi kader perempuan untuk memimpin organisasi.
“Di Golkar, perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pemimpin. Kami ingin semakin banyak kader perempuan tampil di garda terdepan dan menjadi bagian dari kemajuan Kota Malang,” pungkasnya.
Rampungnya Muscam Kedungkandang menjadi salah satu capaian penting kepemimpinan Djoko Prihatin dalam menata kembali mesin organisasi Partai Golkar Kota Malang. Di tengah dinamika yang sempat terjadi, keberhasilan menyatukan kembali kader dinilai menjadi modal strategis untuk memperkuat konsolidasi hingga tingkat kelurahan sekaligus menghadapi kontestasi politik 2029 dengan organisasi yang lebih solid.














