VOICEOFJATIM – Perubahan gaya hidup mahasiswa di Kota Malang mulai memengaruhi tren bisnis properti. Tingginya kebutuhan hunian yang nyaman, modern, dan berada di dekat kampus membuat pengembangan rumah kos premium semakin diminati, sekaligus membuka peluang investasi yang dinilai sangat prospektif.
Kondisi tersebut ditangkap sejumlah pengembang, salah satunya melalui peluncuran Aksara Kost di kawasan Sigura Gura, Jalan Simpang Gajayana, Kota Malang. Lokasi ini berada di pusat kawasan pendidikan dan dikelilingi sejumlah perguruan tinggi besar, seperti Universitas Brawijaya (UB), UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, ITN Malang, Universitas Islam Malang (Unisma), Politeknik Negeri Malang (Polinema), hingga Universitas Muhammadiyah Malang (UMM).

Direktur Aksara Kost, Nuri Hendra, mengatakan pemilihan kawasan Sigura Gura bukan tanpa alasan. Menurutnya, lokasi tersebut memiliki potensi pasar yang sangat besar karena berada di tengah konsentrasi ribuan mahasiswa.
“Dalam radius dua kilometer saja kita sudah berada di kawasan lima kampus yang sangat berdekatan,” ucapnya.

Selain dikenal sebagai kota pendidikan, Nuri menilai Kota Malang juga terus berkembang menjadi kota bisnis dan destinasi wisata. Perkembangan itu berdampak pada meningkatnya kebutuhan hunian berkualitas di lokasi strategis.
Ia menjelaskan, kebutuhan mahasiswa saat ini tidak lagi sekadar mencari tempat tinggal dengan harga terjangkau. Banyak mahasiswa yang mulai mempertimbangkan kenyamanan, keamanan, hingga fasilitas penunjang sebagai faktor utama dalam memilih tempat tinggal.
“Mahasiswa dengan gaya hidupnya sekarang juga menginginkan lingkungan atau tempat tinggal yang lebih baik. Jadi kami melihat potensi kos eksklusif masih sangat kuat,” ujarnya.
Berbeda dengan rumah kos konvensional, setiap unit di Aksara Kost dirancang sebagai aset investasi yang terdiri dari 10 kamar dalam bangunan dua lantai bertipe 130/84. Seluruh kamar telah dilengkapi kamar mandi dalam, pendingin ruangan (AC), furnitur, serta fasilitas penunjang lainnya.
Tak hanya itu, kawasan tersebut juga mengusung konsep hunian yang lebih tertata melalui sistem satu gerbang (one gate system), kamera pengawas (CCTV), dan layanan keamanan selama 24 jam.
Dari sisi legalitas, setiap unit dipasarkan dengan status Sertifikat Hak Milik (SHM) pecah unit. Skema ini dinilai menjadi nilai tambah bagi investor yang menginginkan kepastian kepemilikan aset properti.
Jumlah unit yang dipasarkan pun sangat terbatas. Dalam satu klaster hanya tersedia tujuh unit, sehingga setiap penjualan berpotensi meningkatkan nilai jual unit berikutnya.
Pada masa Soft Launch, harga ditawarkan mulai Rp2 miliar atau lebih rendah dibandingkan harga normal yang mencapai Rp2,649 miliar. Pengembang juga menyediakan berbagai pilihan pembayaran, mulai dari tunai hingga skema in-house selama 12 bulan.
Sebagai bagian dari peluncuran proyek, pengembang juga menghadirkan program Lucky Draw bagi konsumen. Berbagai hadiah disiapkan, mulai cashback hingga Rp50 juta, emas batangan 10 gram, smart TV 32 inci untuk seluruh kamar, potongan 50 persen BPHTB, hingga gratis pengelolaan kos dan layanan WiFi selama satu tahun.
Menurut Nuri, prospek investasi rumah kos premium di Kota Malang masih sangat terbuka lebar. Terlebih jika hunian mampu menawarkan lokasi strategis, fasilitas lengkap, serta lingkungan yang nyaman dan dikelola secara profesional.
Ia juga melihat peluang pengembangan rumah kos tidak hanya berada di kawasan utama seperti Soekarno-Hatta. Kawasan penyangga atau second area juga dinilai memiliki prospek cerah apabila dikembangkan dengan konsep yang matang.
“Menarik jika konsep rumah kos dibawa ke second area. Kawasannya bisa lebih luas, lebih terpadu, dengan taman hijau, ruang komunal, taman baca, bahkan jogging track,” tandasnya.













