VOICEOFJATIM – BPC HIPMI Kota Malang terus mempertegas komitmennya dalam menumbuhkan ekosistem kewirausahaan di kalangan generasi muda. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui kolaborasi strategis bersama Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang dalam penyelenggaraan Business Innovation & Entrepreneur Expo 2026, yang berpuncak pada Demo Day dan penjurian pada 9 Juli 2026.
Melalui sinergi tersebut, HIPMI Kota Malang tidak hanya hadir sebagai mitra kegiatan, tetapi juga mengambil peran aktif dalam mendampingi mahasiswa agar mampu mengembangkan ide bisnis menjadi usaha yang memiliki nilai ekonomi dan siap bersaing di pasar.

Ketua Umum BPC HIPMI Kota Malang, Hendi Suryo Leksono, menegaskan bahwa kolaborasi antara organisasi pengusaha dan perguruan tinggi menjadi investasi jangka panjang untuk mencetak lebih banyak founder muda yang mampu menciptakan lapangan kerja.

Menurutnya, banyak inovasi mahasiswa sebenarnya memiliki potensi besar, namun gagal berkembang karena tidak memperoleh pendampingan dan akses menuju dunia usaha.
“Masih banyak ide bisnis mahasiswa yang berhenti sebatas proposal karena tidak pernah diuji di pasar. HIPMI Kota Malang ingin menjadi jembatan agar inovasi tersebut dapat berkembang menjadi bisnis yang berkelanjutan. Kami siap memberikan mentoring, membuka jejaring pengusaha, menghadirkan business matching, hingga memperluas peluang kolaborasi dan investasi bagi startup yang memiliki prospek,” ujar Hendi.
Komitmen itu diwujudkan dalam rangkaian Business Innovation & Entrepreneur Expo 2026 yang berlangsung sepanjang Juli 2026. Kegiatan ini mempertemukan mahasiswa, akademisi, pelaku usaha, inkubator bisnis, serta pemerintah dalam satu ekosistem yang mendorong lahirnya perusahaan rintisan berbasis inovasi.
Bagi HIPMI, keberadaan organisasi pengusaha tidak hanya berfungsi sebagai wadah berhimpunnya pelaku bisnis, tetapi juga sebagai penggerak regenerasi entrepreneur. Pendampingan terhadap mahasiswa dinilai menjadi langkah strategis untuk menyiapkan calon pengusaha yang memiliki kemampuan membaca kebutuhan pasar sekaligus membangun model bisnis yang berkelanjutan.
Kolaborasi tersebut mendapat sambutan positif dari Institut Teknologi dan Bisnis Asia Malang. Rektor Institut Asia, Risa Santoso, B.A., M.Ed., menyampaikan bahwa perguruan tinggi harus mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki keberanian membangun usaha.
“Kami ingin mahasiswa memahami kebutuhan pasar, mampu menciptakan solusi, sekaligus memiliki mental sebagai entrepreneur. Karena itu, kolaborasi dengan HIPMI menjadi sangat penting agar mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dari para pelaku usaha,” kata Risa.
Selain HIPMI dan Institut Asia, kegiatan ini juga melibatkan Inkubator Bisnis INC.85 Asia serta Pemerintah Kota Malang melalui Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan. Kepala Inkubator Bisnis INC.85 Asia, Puji, menjelaskan bahwa peserta mendapatkan pendampingan mulai dari penyusunan model bisnis, validasi produk, strategi pemasaran, hingga kemampuan melakukan pitching di hadapan praktisi dan calon investor.
Puncak kegiatan berlangsung dalam Demo Day pada 9 Juli 2026. Puluhan startup mahasiswa mempresentasikan gagasan bisnis mereka di hadapan dewan juri yang berasal dari kalangan akademisi dan praktisi bisnis. Penilaian dilakukan berdasarkan inovasi, kelayakan usaha, model bisnis, potensi pasar, serta dampak yang dihasilkan.
Dari proses tersebut, sepuluh tenant startup terbaik terpilih menerima pendanaan dari INC.85 Asia sekaligus memperoleh kesempatan mengikuti program inkubasi lanjutan. Institut Asia juga memberikan penghargaan Future Unicorn Award, Disruptor Award, dan Impact Maker Award kepada startup dengan performa terbaik.
Melalui kolaborasi ini, HIPMI Kota Malang berharap semakin banyak startup yang lahir dari lingkungan kampus mampu berkembang menjadi perusahaan yang tangguh, menciptakan lapangan kerja baru, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Sinergi antara organisasi pengusaha, perguruan tinggi, inkubator bisnis, dan pemerintah diyakini menjadi kunci dalam mencetak generasi founder baru yang siap menghadapi tantangan dunia usaha.













