VOICEOFJATIM – Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (Badko HMI Sumut), Yusril Mahendra Butar Butar, mengungkapkan bahwa dirinya menerima teror dan intimidasi setelah menggelar forum diskusi yang membahas kasus penyiraman air keras terhadap Andri Yunus. Dugaan ancaman itu datang dari pihak yang belum diketahui identitasnya melalui pesan WhatsApp yang berisi tekanan agar kegiatan diskusi tersebut dihapus dari media sosial.
Dalam percakapan yang diterima, pengirim pesan meminta agar video diskusi yang telah diunggah di Instagram dan TikTok segera dihapus. Tidak berhenti di situ, pelaku juga mengaku mengetahui keberadaan keluarga serta aktivitas pribadi Yusril. Pernyataan itu dinilai sebagai bentuk ancaman serius yang mengarah pada intimidasi personal.
Menanggapi kondisi tersebut, Yusril menegaskan bahwa dirinya tidak akan gentar menghadapi tekanan dalam bentuk apa pun.
“Saya tidak pernah takut terhadap bentuk teror apa pun. Kami berdiri bersama Andri Yunus untuk mencari keadilan dan kebenaran,” tegas Yusril. Ia juga menyesalkan adanya upaya pembungkaman terhadap ruang diskusi publik yang seharusnya menjadi wadah intelektual untuk mengawal berbagai persoalan keadilan.
Menurut Yusril, tindakan intimidasi tersebut justru semakin memperkuat dugaan adanya pihak-pihak tertentu yang ingin menutup fakta dalam kasus penyiraman air keras yang menimpa Andri Yunus dan kini menjadi perhatian publik.
Berdasarkan tangkapan layar percakapan yang diterima redaksi, pengirim pesan tidak hanya meminta penghapusan konten diskusi, tetapi juga melontarkan kalimat bernada ancaman yang mengarah pada kemungkinan tindakan lebih lanjut apabila permintaan itu tidak dipenuhi.
Ancaman tersebut mencakup pernyataan bernada keras seperti akan melakukan “eksekusi” serta peringatan agar pihak yang menjadi sasaran tetap berhati-hati dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Situasi ini dinilai sebagai bentuk teror yang tidak hanya mengancam kebebasan berpendapat, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan individu.
Yusril menegaskan bahwa Badko HMI Sumut akan terus mengawal kasus yang menimpa Andri Yunus hingga ditemukan kejelasan dan titik terang.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat serta aparat penegak hukum untuk menanggapi persoalan ini secara serius, termasuk menelusuri pihak yang diduga melakukan teror dan intimidasi terhadap gerakan mahasiswa.
“Ini bukan hanya soal individu, tapi soal keberanian memperjuangkan kebenaran. Kami akan tetap berada di garis depan,” tutupnya.
















Leave feedback about this