Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Berita

Yenny Wahid dan Konjen RRT Bahas Toleransi di Kampus Surabaya, Diskusi Imlek Ramadan Soroti Harmoni Peradaban

badge-check

Yenny Wahid dan Konjen RRT Bahas Toleransi di Kampus Surabaya, Diskusi Imlek Ramadan Soroti Harmoni Peradaban Perbesar

Yenny Wahid dan Konjen RRT Bahas Toleransi di Kampus Surabaya, Diskusi Imlek Ramadan Soroti Harmoni Peradaban

VOICEOFJATIM – Ratusan peserta menghadiri forum diskusi bertema “Imlek & Ramadan: Belajar dari Dua Peradaban” yang digelar di Dian Auditorium Universitas Ciputra Surabaya. Kegiatan ini menghadirkan Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) di Surabaya Dr. Ye Su serta Direktur Wahid Foundation Yenny Wahid sebagai narasumber utama untuk membahas toleransi dan perkembangan peradaban di tengah dinamika global.

Rektor Universitas Ciputra Surabaya Prof. Dr. Wirawan E.D. Radianto mengatakan bahwa diskusi tersebut menjadi wadah penting untuk memperkuat dialog lintas budaya dan memperdalam pemahaman tentang keberagaman.

Ia menilai perbedaan bukanlah sesuatu yang harus dipertentangkan, melainkan dapat menjadi sumber kekuatan bagi masyarakat yang mampu memahaminya dengan baik.

“Forum ini menunjukkan bahwa perbedaan seharusnya dipandang sebagai kekuatan. Dengan memahami keberagaman, masyarakat akan terdorong untuk lebih menghargai satu sama lain dan membangun sikap toleran,” ujar Wirawan dalam sambutannya, Selasa (3/3/2026).

Acara diawali dengan pertunjukan barongsai yang memeriahkan suasana sekaligus menjadi simbol penghormatan terhadap keberadaan dan pengakuan budaya Tionghoa di Indonesia.

Momentum diskusi tersebut terasa semakin bermakna karena berlangsung berdekatan dengan sejumlah perayaan keagamaan, yakni Tahun Baru Imlek, awal Ramadan bagi umat Islam, serta masa Prapaskah bagi umat Kristiani.

Dalam paparannya, Dr. Ye Su menampilkan tayangan video yang menggambarkan perjalanan transformasi Tiongkok selama hampir lima dekade terakhir. Ia menjelaskan bagaimana negaranya mengalami perubahan besar melalui proses pembangunan yang konsisten.

Menurutnya, stabilitas sosial serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan menjadi dua faktor utama yang mendorong kemajuan Tiongkok.

Ia juga menambahkan bahwa perkembangan tersebut tidak lepas dari berbagai kebijakan strategis, seperti pemerataan pendidikan, pembangunan infrastruktur secara masif, serta penguatan sektor ekonomi riil.

Selain itu, pemerintah Tiongkok juga menerapkan penanganan korupsi melalui penegakan hukum yang tegas serta menjalin kerja sama internasional untuk memperkuat tata kelola pemerintahan.

Sementara itu, Yenny Wahid menekankan bahwa Indonesia sejak awal berdiri sebagai negara yang dibangun di atas keberagaman.

Menurutnya, nilai tersebut tercermin dalam Pancasila yang menjadi fondasi bersama bagi masyarakat dari berbagai latar belakang agama, budaya, dan etnis.

Yenny menegaskan bahwa keberagaman yang dimiliki Indonesia merupakan kekuatan yang harus terus dijaga agar tercipta kehidupan sosial yang harmonis.

“Keragaman budaya di Indonesia merupakan sebuah harmoni. Kebhinekaan harus dijaga agar tidak ada lagi saudara-saudara kita yang mengalami diskriminasi,” katanya.

Diskusi yang berlangsung sekitar dua jam tersebut diikuti mahasiswa dan masyarakat umum yang hadir dengan penuh antusias.

Selama sesi tanya jawab, peserta aktif mengajukan berbagai pertanyaan terkait toleransi antaragama, keberagaman budaya, serta tantangan global yang dihadapi berbagai negara saat ini.

Antusiasme peserta menunjukkan bahwa dialog mengenai harmoni peradaban dan nilai-nilai toleransi tetap menjadi isu penting yang relevan untuk terus dibicarakan di tengah perubahan dunia yang semakin cepat.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

HIPMI Kota Malang Perkuat Peran Cetak Founder Muda Lewat Kolaborasi dengan Institut Asia

19 July 2026 - 18:32 WIB

HIPMI Kota Malang Perkuat Peran Cetak Founder Muda Lewat Kolaborasi dengan Institut Asia

Enam Dekade Bertahan, Warung Soto H. Fauzi Buktikan UMKM Lokal Bisa Naik Kelas Bersama Dukungan BRI

19 July 2026 - 15:21 WIB

Enam Dekade Bertahan, Warung Soto H. Fauzi Buktikan UMKM Lokal Bisa Naik Kelas Bersama Dukungan BRI

Kupedes BRI Perkuat Ekspansi Bebek Bang Alex, Kini Hadir di Besuki dan Siapkan Coffee Space

18 July 2026 - 21:11 WIB

Kupedes BRI Perkuat Ekspansi Bebek Bang Alex, Kini Hadir di Besuki dan Siapkan Coffee Space

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah

18 July 2026 - 19:49 WIB

Pembekalan Wisudawan STIE Malangkucecwara: Lulusan Harus Kuasai Kompetensi, Bukan Sekadar Mengantongi Ijazah

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

17 July 2026 - 11:50 WIB

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL
Trending on Berita