SPPG Babat Jerawat Cek Langsung Siswa SDN Pakal 1 yang Absen Usai Keluhkan Sakit Perut

SURABAYA, VOICEOFJATIM – Tim Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Babat Jerawat melakukan kunjungan ke rumah sejumlah siswa SDN Pakal 1 yang dilaporkan tidak masuk sekolah dengan keluhan sakit perut usai menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini ditempuh untuk memverifikasi laporan sekolah sekaligus meminta keterangan langsung dari keluarga siswa.

Kunjungan lapangan dilakukan Kamis (5/2/2026) di wilayah Babat Jerawat, Surabaya, dengan melibatkan Babinsa Benowo, guru, unsur SPPG, perwakilan yayasan, serta ahli gizi. Tim bergerak berdasarkan SOP program untuk memastikan kondisi siswa dan menelusuri kemungkinan penyebab keluhan yang muncul.

Dalam pertemuan tersebut, orang tua salah satu siswa menyampaikan bahwa keluhan yang dialami anaknya belum tentu terkait MBG dan bisa saja dipengaruhi faktor lain, termasuk kelelahan. SPPG menegaskan pengecekan langsung diperlukan agar informasi yang beredar tidak berkembang tanpa data yang jelas.

Sebelumnya, tiga siswa SDN Pakal 1 dilaporkan absen disertai keluhan sakit perut. Setelah menerima informasi itu, SPPG Babat Jerawat berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk memastikan identitas siswa yang tidak hadir dan menyusun agenda kunjungan ke rumah.

Salah satu rumah yang didatangi adalah kediaman Danes, siswa yang tinggal di Pondok Benowo Indah. Rombongan hadir bersama Kepala SPPG Babat Jerawat yang akrab disapa Mba Abel, Babinsa Benowo, guru, unsur SPPI, perwakilan yayasan, serta ahli gizi untuk berdialog dengan keluarga dan memantau kondisi anak.

Keluarga Danes menyambut kedatangan tim secara terbuka dan menyediakan makanan serta minuman untuk rombongan. Orang tua Danes menyebut keluhan yang dirasakan anaknya masih ringan, namun mereka memilih tidak menarik kesimpulan sebelum ada kepastian.

“Belum tentu karena MBG ya Mbak. Mungkin karena kecapekan atau yang lainnya,” ujar orang tua Danes. Keterangan itu disampaikan saat tim menanyakan aktivitas anak, kondisi terakhir, serta riwayat makanan yang dikonsumsi.

Orang tua Danes juga menyatakan anaknya menyukai menu MBG yang diterima di sekolah. “Anak senang banget sama masakan MBG, enak! Semua dimakan lahap, kecuali lele karena emang ga suka.”

Kepala SPPG Babat Jerawat, Mba Abel, menegaskan kunjungan rumah merupakan bagian dari tanggung jawab layanan ketika ada laporan kesehatan siswa. “Iya Bu, bagi kami memang harus dikunjungi untuk memastikan kondisi baik-baik saja.”

Keluarga mengaku terbantu dengan langkah tersebut karena merasa mendapat ruang untuk menyampaikan kondisi anak secara langsung. Orang tua Danes juga menyampaikan apresiasi atas pengecekan yang dilakukan dari rumah ke rumah.

“Terima kasih banyak sudah mau ke rumah kami,” kata orang tua Danes. Mereka berharap komunikasi seperti ini terus dilakukan agar orang tua memperoleh penjelasan yang jelas ketika muncul keluhan.

Kunjungan itu sekaligus menjadi upaya klarifikasi SPPG Babat Jerawat terhadap informasi yang beredar, termasuk di media sosial, terkait dugaan keluhan sakit perut setelah program MBG. Tim menegaskan penanganan dilakukan berdasarkan temuan lapangan, dengan mempertimbangkan faktor lain seperti kondisi fisik siswa, aktivitas harian, atau pemicu di luar makanan.

SPPG Jerawat Pakal menyebut penanganan dilakukan melalui koordinasi lintas unsur—melibatkan dapur, sekolah, Babinsa, guru, yayasan, hingga ahli gizi—agar respons berjalan cepat dan terukur. Ke depan, dapur SPPG Pakal Babat Jerawat menargetkan peningkatan layanan, tidak hanya pada pemenuhan gizi, tetapi juga penguatan respons dan pendampingan saat muncul keluhan kesehatan siswa.

Menurut SPPG, verifikasi langsung ke rumah siswa menjadi bagian dari upaya menjaga komunikasi dengan orang tua sekaligus memastikan program berjalan akuntabel di lapangan.

5 /5
Based on 1 rating

Reviewed by 1 user

    • 5 days ago

Leave feedback about this

  • Rating