Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Berita

Zona Integritas Kian Kokoh, UB Umumkan Lonjakan Persepsi Antikorupsi

badge-check


					Sosialisasi dan Penganugerahan Aksi Anti Korupsi dalam rangka Hakordia 2025 Perbesar

Sosialisasi dan Penganugerahan Aksi Anti Korupsi dalam rangka Hakordia 2025

VOICEOFJATIM.COM – Setelah dua tahun berstatus PTNBH, Universitas Brawijaya (UB) kini mulai memanen hasil dari proses perbaikan yang panjang. Dalam gelaran Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2025, kampus ini merilis laporan persepsi antikorupsi internal yang menunjukkan lonjakan signifikan, sekaligus mengapresiasi fakultas yang berhasil mengawal zona integritas dengan performa tinggi. Seluruh agenda itu menjadi penanda bahwa UB serius menata ulang budaya organisasi demi menciptakan lingkungan akademik yang bersih.

Ketua Satuan Reformasi Birokrasi UB, Dr. Ngesti Dwi Prasetyo, menyebutkan bahwa survei antikorupsi internal memperlihatkan grafik yang terus menanjak. Pada 2023, indeks persepsi hanya berada di angka 2,40. Setahun berselang meningkat drastis ke 3,42, dan pada 2025 naik sedikit namun signifikan menjadi 3,52 dari skala 4. Menurutnya, angka tersebut menjadi bukti bahwa transformasi tata kelola tidak berhenti di level kebijakan, tetapi sudah menyentuh praktik keseharian.

Survei itu juga menyoroti sejumlah titik yang dinilai paling rentan, antara lain gratifikasi, pengadaan, dan layanan publik. Ngesti menegaskan bahwa kebiasaan-kebiasaan lama yang sebelumnya ditoleransi perlahan hilang. Contohnya tradisi memberikan “kue terima kasih” dari mahasiswa kepada dosen saat ujian yang disebut kini sudah tidak lagi tampak. “Kami terus sosialisasikan integritas, itu kuncinya,” kata Ngesti.

Di sektor pengadaan, UB melibatkan vendor untuk mengisi survei kepuasan dan integritas, guna memastikan tidak ada praktik pungli. Pada layanan publik, UB mengembangkan pola pelayanan terpadu yang menghubungkan unit-unit di seluruh fakultas agar layanan lebih transparan dan mengurangi risiko penyimpangan.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi, Prof. Dr. Unti Ludigdo, menjelaskan bahwa mahasiswa pun tidak luput dari pengawasan. Setiap proposal kegiatan, laporan penggunaan anggaran, sampai eksekusi program mahasiswa dipantau oleh Direktorat Kemahasiswaan. Ia menyebut mahasiswa UB sudah memiliki kesadaran tinggi terkait akuntabilitas, namun mekanisme pengawasan tetap dibutuhkan agar risiko penyelewengan bisa ditekan.

Sebagai bagian dari rangkaian acara, UB menyerahkan penghargaan kepada fakultas yang meraih skor terbaik pada Indeks Persepsi Antikorupsi dan Area 5 Zona Integritas. Mereka adalah:

1. Fakultas Ekonomi dan Bisnis
2. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
3. Fakultas Ilmu Komputer
4. Fakultas Teknologi Pertanian
5. Fakultas Ilmu Administrasi

Di sisi lain, UB tetap menegakkan sanksi bagi pegawai yang melanggar. Unti menegaskan bahwa punishment tetap berjalan meskipun tidak diekspos ke publik demi menjaga etika organisasi. Sanksinya bervariasi mulai dari pemotongan anggaran, penurunan pangkat, hingga pemberhentian pegawai.

UB juga melaporkan capaian fakultas yang tengah berproses mendapatkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBM). Saat ini Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) sudah mengantongi status WBK dan sedang dinilai untuk predikat WBM. Target akhir UB adalah menjadikan seluruh fakultas sebagai bagian dari Zona Integritas nasional.

Bidang penerimaan mahasiswa baru pun ikut dibenahi. Sistem seleksi berbasis digital, rapor, nilai, dan verifikasi OTPK, diklaim mampu menekan celah manipulasi. Masalah administratif yang sempat ditemukan pada tahun sebelumnya disebut terus berkurang.

Prof. Unti menekankan bahwa korupsi kerap bermula dari kebiasaan kecil yang dibiarkan. Karena itu Hakordia tahun ini tidak dimaksudkan sebagai acara rutin semata, melainkan momen untuk memperkuat internalisasi nilai antikorupsi bagi seluruh sivitas UB. Ia berharap perubahan budaya ini menjadi fondasi agar praktik korupsi tidak lagi memiliki ruang untuk tumbuh

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Animo Melonjak, FABI XV Jadi Cermin Meningkatnya Semangat Berprestasi Anak Indonesia

25 July 2026 - 21:38 WIB

Animo Melonjak, FABI XV Jadi Cermin Meningkatnya Semangat Berprestasi Anak Indonesia

Arief Rosyid Dorong Kader HMI Perkuat Kontribusi untuk Bangsa di Training Raya HMI Malang

23 July 2026 - 20:50 WIB

Arief Rosyid Dorong Kader HMI Perkuat Kontribusi untuk Bangsa di Training Raya HMI Malang

Mahasiswa Malang Makin Selektif Pilih Tempat Tinggal, Bisnis Rumah Kos Premium Ikut Melejit

23 July 2026 - 20:40 WIB

Mahasiswa Malang Makin Selektif Pilih Tempat Tinggal, Bisnis Rumah Kos Premium Ikut Melejit

YPIK Malang Butuh Perhatian, Golkar Dorong Dukungan Pusat untuk Pembenahan Fasilitas

23 July 2026 - 18:26 WIB

YPIK Malang Butuh Perhatian, Golkar Dorong Dukungan Pusat untuk Pembenahan Fasilitas

BRI Situbondo Percepat Digitalisasi UMKM, 183 Merchant EDC Layani Transaksi Non-Tunai

22 July 2026 - 20:22 WIB

BRI Situbondo Percepat Digitalisasi UMKM, 183 Merchant EDC Layani Transaksi Non-Tunai
Trending on Berita