BNI Kanwil Malang Dorong Ekraf Naik Kelas, Dukung Penuh Festival Mbois X

VOICEOFJATIM – Perbankan bukan sekadar lembaga keuangan; di Kota Malang, mereka jadi motor kolaborasi dalam ekosistem kreatif yang terus tumbuh. Semangat itu tampak jelas saat Festival Mbois X dibuka di Malang Creative Center (MCC), Kamis (6/11/2025). Di antara ribuan pelaku ekonomi kreatif, hadir BNI Kantor Wilayah 18 Malang sebagai mitra strategis yang ikut memperkuat langkah Kota Malang menuju panggung internasional.

Regional CEO BNI Kanwil 18 Malang, Soesetyo Priharjanto, datang langsung dalam pembukaan acara yang disebut sebagai “Lebaran Ekraf” ini. Ia menyebut keterlibatan BNI bukan hanya bentuk partisipasi simbolik, tetapi bagian dari komitmen panjang untuk mendukung industri kreatif nasional hingga level global. “Kami bersyukur bisa menjadi bagian dari Festival Mbois X. BNI bangga karena pengembangan industri kreatif kini menjadi platform penting pembangunan ekonomi, dan kami berkomitmen mendukungnya, bukan hanya di tingkat lokal, tapi juga internasional,” ujarnya.

IMG-20251109-WA0008-300x178 BNI Kanwil Malang Dorong Ekraf Naik Kelas, Dukung Penuh Festival Mbois X

Sebagai bank Himbara, BNI sudah lama memfasilitasi pelaku industri kreatif dengan akses pembiayaan, pendampingan usaha, hingga membuka jejaring pasar luar negeri. Menurut Soesetyo, pengakuan UNESCO terhadap Kota Malang sebagai Kota Kreatif Dunia kategori Media Art pada akhir Oktober 2025 menjadi momen tepat untuk memperkuat sinergi lintas sektor. “Predikat ini membuktikan bahwa potensi Malang sudah diakui dunia. Jadi sudah seharusnya kami di sektor perbankan ikut hadir mendorong ekosistem ini tumbuh makin kuat,” tambahnya.

Keterlibatan BNI di Festival Mbois X juga menjadi bagian dari rangkaian besar Indonesia Creative Cities Festival (ICCF) 2025, yang tahun ini diselenggarakan di Malang Raya. Kolaborasi lintas sektor dalam ajang tersebut menggambarkan kekuatan model kerja heksahelix, melibatkan pemerintah, akademisi, komunitas, media, lembaga negara, dan sektor swasta.

Ketua OC ICCF 2025, Vicky Arief, menilai sinergi seperti ini adalah kunci berkembangnya kota kreatif. “Kolaborasi di FMX sudah sampai tahap heksahelix. Selain pemerintah dan akademisi, lembaga swasta seperti BNI juga turun langsung. Harapannya, dampak ekonomi bisa terasa nyata bagi pelaku ekraf di Malang,” ujarnya.

Ia menambahkan, Festival Mbois bukan sekadar tempat rekreasi, tetapi ruang produktif yang melahirkan karya dan jejaring baru. “Kalau wisata biasanya konsumtif, datang ke Festival Mbois itu wisata produktif, orang pulang dengan inspirasi, relasi, dan peluang baru,” kata Vicky.

Vicky juga menyinggung peran Malang Creative Center (MCC) sebagai wadah pengembangan talenta muda. “MCC adalah bukti nyata dukungan pemerintah terhadap kreativitas anak muda. Apalagi dengan status Malang sebagai kota kreatif dunia versi UNESCO, semoga dampaknya bisa segera dirasakan masyarakat,” tutupnya.

Dengan dukungan lembaga seperti BNI, Festival Mbois X bukan hanya merayakan satu dekade kreativitas, tetapi juga menandai babak baru: saat ekonomi kreatif Malang benar-benar naik kelas dan berbicara dalam bahasa dunia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *