Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Daerah

Ali Muthohirin Minta Anak Tak Tergesa Nikah, Tekanan Sosial Jadi Pemicu

badge-check


					Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin. (Shelly/VOJ) Perbesar

Wakil Wali Kota Malang Ali Muthohirin. (Shelly/VOJ)

MALANG, VOICEOFJATIM.COM – Wakil Wali Kota Malang, Ali Muthohirin, menegaskan bahwa pernikahan anak masih menjadi persoalan serius di wilayahnya. Sepanjang 2024, tercatat 92 kasus pernikahan dini terjadi di Kota Malang, dengan Kecamatan Kedungkandang menyumbang jumlah tertinggi.

“Pada tahun 2024, tercatat ada 92 kasus pernikahan anak. Yang paling banyak terjadi di Kecamatan Kedungkandang,” ungkap Ali Muthohirin saat menghadiri kegiatan Fasilitasi Forum Anak bertema “Stop Perkawinan Anak” di Fakultas Humaniora Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim (UIN Maliki) Malang, Kamis (10/7/2025).

Ali menilai maraknya pernikahan dini tidak hanya berdampak pada kehidupan pribadi anak, tetapi juga memperparah masalah sosial dan ekonomi di masyarakat.

“Pernikahan anak usia dini bukan sekadar persoalan individu. Ini bisa memicu kemiskinan karena dilakukan tanpa kesiapan ekonomi, sosial, maupun mental. Bahkan bisa menjadi beban baru dalam struktur sosial,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya pemahaman orang tua agar tidak tergesa menikahkan anak hanya karena anak dianggap sudah balig atau karena desakan sosial.

“Kesalahpahaman menafsirkan ajaran agama maupun tekanan sosial sering menjadi alasan orang tua menikahkan anak terlalu dini. Maka edukasi bagi keluarga harus terus dilakukan,” sambung Ali.

Ali mengapresiasi peran Forum Anak yang dinilainya mampu menjadi jembatan edukasi antar-anak agar saling mengingatkan mengenai risiko menikah di usia muda. Ia berharap keterlibatan anak sebagai agen perubahan bisa semakin mengurangi angka pernikahan dini di Kota Malang.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2024 mencatat pernikahan anak di Indonesia masih berada di angka sekitar 8,06 persen. Ali menegaskan, Pemerintah Kota Malang berkomitmen menurunkan angka tersebut dengan melibatkan anak-anak sebagai bagian dari solusi.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

RSU Brimedika Malang Gelar Health Expo 2026, Ajak Generasi Muda Peduli Kesehatan Fisik dan Mental

23 June 2026 - 17:33 WIB

RSU Brimedika Malang Gelar Health Expo 2026, Ajak Generasi Muda Peduli Kesehatan Fisik dan Mental

Dugaan Pungli Rp250 Ribu per Bulan di SMAN 1 Sumbermanjing Wetan Disorot PuSDeK, Siswa Disebut Terancam Tak Ikut Ujian

17 June 2026 - 18:01 WIB

Direktur PuSDeK, Asep Suriaman, menyoroti dugaan pungli berkedok sumbangan di SMAN 1 Sumbermanjing Wetan dan mendorong sekolah membuka transparansi melalui komite.

Soroti Dugaan Persoalan Izin Metropoint, AMPH Ancam Gelar Aksi Lanjutan di Balai Kota Malang

11 June 2026 - 15:43 WIB

Soroti Dugaan Persoalan Izin Metropoint, AMPH Ancam Gelar Aksi Lanjutan di Balai Kota Malang

Dibina BRI Malang Sutoyo, Produk Bordir Handmade Marsalia Diminati Hingga Dubai

28 May 2026 - 14:00 WIB

Dibina BRI Malang Sutoyo, Produk Bordir Handmade Marsalia Diminati Hingga Dubai

Perkuat Fasilitas Kesehatan Pesantren, BRI Salurkan Ambulance ke An Nur 2 Bululawang

26 May 2026 - 19:21 WIB

Perkuat Fasilitas Kesehatan Pesantren, BRI Salurkan Ambulance ke An Nur 2 Bululawang
Trending on Berita