Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Daerah

Kerusakan Gedung DPRD Usai Demo Tolak UU TNI, Anggaran Perbaikan Tembus Rp150 Juta

badge-check


					Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita. (Shelly/VOJ) Perbesar

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita. (Shelly/VOJ)

KOTA MALANG, VOICEOFJATIM.COM – Aksi demo mahasiswa yang menolak pengesahan Undang-Undang TNI pada Minggu (23/3/2025) tak hanya menyisakan jejak kemarahan, tapi juga kerugian besar. Gedung DPRD Kota Malang jadi sasaran amukan massa, dan kini pemerintah harus menanggung beban perbaikan yang ditaksir mencapai Rp150 juta.

Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita, menyampaikan bahwa kerusakan cukup parah terjadi di bagian kaca dan jendela gedung. Tak hanya itu, dua bangunan kecil di sekitar kompleks DPRD juga sempat terbakar.

“Dari perhitungan awal, renovasi gedung akibat aksi kemarin diperkirakan butuh anggaran sekitar Rp100 sampai Rp150 juta,” ungkap Amithya saat ditemui pada Senin (24/3/2025).

Amithya menyesalkan tindakan demonstran yang berujung pada pengrusakan. Menurutnya, menyampaikan pendapat sah-sah saja, tapi harus tetap dalam batas-batas yang bertanggung jawab.

“Kita semua tentu tidak ingin ada korban jiwa, dan jangan sampai aksi-aksi seperti ini malah merugikan negara karena aset rusak harus diperbaiki lagi pakai dana publik,” tegasnya.

Ia menambahkan, DPRD Kota Malang selalu membuka ruang dialog bagi siapapun yang ingin menyampaikan aspirasi. Namun, aksi kemarin berlangsung tanpa pemberitahuan resmi.

“Tidak ada surat yang masuk dari kelompok mahasiswa atau pihak lain. Apalagi dilakukan hari Minggu, ketika tidak ada aktivitas kantor,” jelas Amithya.

Kerusakan pada gedung wakil rakyat ini menjadi alarm penting soal pentingnya pengelolaan unjuk rasa yang tertib. Sebab di tengah iklim demokrasi, kebebasan menyuarakan pendapat tetap harus sejalan dengan kepatuhan terhadap aturan dan etika publik.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

RSU Brimedika Malang Gelar Health Expo 2026, Ajak Generasi Muda Peduli Kesehatan Fisik dan Mental

23 June 2026 - 17:33 WIB

RSU Brimedika Malang Gelar Health Expo 2026, Ajak Generasi Muda Peduli Kesehatan Fisik dan Mental

Dugaan Pungli Rp250 Ribu per Bulan di SMAN 1 Sumbermanjing Wetan Disorot PuSDeK, Siswa Disebut Terancam Tak Ikut Ujian

17 June 2026 - 18:01 WIB

Direktur PuSDeK, Asep Suriaman, menyoroti dugaan pungli berkedok sumbangan di SMAN 1 Sumbermanjing Wetan dan mendorong sekolah membuka transparansi melalui komite.

Soroti Dugaan Persoalan Izin Metropoint, AMPH Ancam Gelar Aksi Lanjutan di Balai Kota Malang

11 June 2026 - 15:43 WIB

Soroti Dugaan Persoalan Izin Metropoint, AMPH Ancam Gelar Aksi Lanjutan di Balai Kota Malang

Dibina BRI Malang Sutoyo, Produk Bordir Handmade Marsalia Diminati Hingga Dubai

28 May 2026 - 14:00 WIB

Dibina BRI Malang Sutoyo, Produk Bordir Handmade Marsalia Diminati Hingga Dubai

Perkuat Fasilitas Kesehatan Pesantren, BRI Salurkan Ambulance ke An Nur 2 Bululawang

26 May 2026 - 19:21 WIB

Perkuat Fasilitas Kesehatan Pesantren, BRI Salurkan Ambulance ke An Nur 2 Bululawang
Trending on Berita