Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Headline

Warga AS Ramai-Ramai Cari Cara Hapus Akun Facebook-Instagram Hingga Threads

badge-check


					Warga AS Ramai-Ramai Cari Cara Hapus Akun Facebook-Instagram Hingga Threads Perbesar

VOJ – Tren pencarian di Google mengungkap fenomena menarik di Amerika Serikat: pengguna ramai-ramai mencari cara untuk menghapus akun Facebook, Instagram, dan Threads. Lonjakan minat ini muncul tak lama setelah Meta, perusahaan induk dari ketiga platform tersebut, mengubah kebijakan terkait moderasi konten.

Kebijakan baru itu diumumkan oleh CEO Meta, Mark Zuckerberg. Perusahaan memutuskan untuk menghentikan sistem pengecekan fakta pihak ketiga, melonggarkan aturan moderasi konten, dan membuka lebih banyak ruang bagi konten politik di linimasa pengguna. Keputusan ini memicu kontroversi, dengan para pengkritik menilai langkah tersebut sebagai strategi untuk mendekatkan diri ke pemerintahan Trump yang diprediksi akan kembali berkuasa.

Menurut laporan TechCrunch pada Selasa (14/1/2025), istilah pencarian seperti “cara menghapus Facebook secara permanen” mencapai tingkat ketertarikan tertinggi di Google Trends, dengan skor maksimal 100. Selain itu, pencarian terkait seperti “cara menghapus semua foto Facebook,” “alternatif untuk Facebook,” dan “cara menghapus akun Instagram tanpa login” menunjukkan lonjakan hingga lebih dari 5.000% dibandingkan periode sebelumnya.

Meta sebelumnya menerapkan kebijakan ketat terkait moderasi konten setelah platformnya disorot sebagai tempat penyebaran misinformasi dan ujaran kebencian. Salah satu peristiwa besar yang mencoreng nama perusahaan adalah serangan di Capitol pada 6 Januari 2021. Insiden itu diduga dipicu oleh narasi kekerasan yang terorganisasi di Facebook dan Instagram.

Dokumen internal Meta mengungkapkan bahwa meskipun perusahaan menyadari peran platform dalam menyebarkan polarisasi politik, teori konspirasi, dan ajakan kekerasan, upaya penanganan tetap kurang tegas. Gerakan seperti “Stop the Steal,” yang didukung sekutu Trump, terus berkembang tanpa pengawasan ketat, bahkan setelah potensi bahayanya diidentifikasi.

Kini, kebijakan baru Meta dinilai bisa membuka pintu bagi penyebaran ujaran kebencian dan misinformasi dalam skala lebih luas. Bagi sebagian pengguna, keputusan ini menjadi sinyal untuk meninggalkan platform demi menghindari konten berpotensi merugikan yang lebih sulit dikontrol.

Pergeseran ini menjadi tantangan baru bagi Meta, yang selama ini bergulat dengan isu kepercayaan publik. Dengan meningkatnya pencarian alternatif platform media sosial, masa depan Meta di pasar AS kini dipertanyakan.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

17 July 2026 - 11:50 WIB

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

Bukan Sekadar Facelift, Hyundai New CRETA Tawarkan Tiga Pilihan Karakter dalam Satu Lini

25 June 2026 - 18:07 WIB

Bukan Sekadar Facelift, Hyundai New CRETA Tawarkan Tiga Pilihan Karakter dalam Satu Lini

Kasus Kematian MHS 15 Tahun, Lenny Damanik Adukan Putusan Hakim Militer ke Sejumlah Lembaga Negara

23 June 2026 - 19:07 WIB

Lenny Damanik bersama Koalisi Masyarakat Sipil saat menyampaikan pengaduan ke Bawas MA RI terkait putusan perkara Sertu Riza Pahlivi. Foto: LBH Medan

PT Adi Tjandra Teknologi Kupas Tantangan Baru Bisnis di Tengah Ledakan Teknologi AI

15 June 2026 - 07:49 WIB

PT Adi Tjandra Teknologi Kupas Tantangan Baru Bisnis di Tengah Ledakan Teknologi AI

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim

6 April 2026 - 22:49 WIB

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri memimpin sertijab tiga pejabat utama, yakni Karorena, Dirreskrimsus, dan Dirressiber, di Lobby Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Senin (6/4/2026).
Trending on Berita