Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Headline

Program Makan Gratis: Efektifkah Mengurangi Stunting di Indonesia?

badge-check


					Program Makan Gratis: Efektifkah Mengurangi Stunting di Indonesia? Perbesar

VOJ – Program makan siang gratis yang digagas pemerintah untuk menekan angka stunting di Indonesia menjadi sorotan penting. Kendati demikian, efektivitas program ini tidak hanya bergantung pada jumlah makanan yang diberikan, melainkan juga pada kandungan gizi, pelaksanaan di lapangan, dan dukungan edukasi di tingkat keluarga. Hal ini diungkapkan oleh Dr. dr. Gita Sekar Prihanti, M.Pd.Ked., dosen Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), yang menegaskan pentingnya keseimbangan antara makronutrien dan mikronutrien dalam makanan yang diberikan.

“Makronutrien seperti karbohidrat, protein, dan lemak harus diimbangi dengan mikronutrien seperti vitamin dan mineral. Proporsi protein sangat penting, mengingat pola makan masyarakat Indonesia cenderung lebih fokus pada karbohidrat demi rasa kenyang. Meningkatkan asupan protein dan memastikan mikronutrien hadir dalam makanan adalah langkah krusial,” jelas Gita.

Edukasi Keluarga dan Tantangan Jangka Panjang

Dr. Gita menekankan bahwa program makan gratis tidak dapat berdiri sendiri sebagai solusi jangka panjang. Edukasi kesehatan di tingkat keluarga menjadi fondasi utama yang harus diperkuat. Banyak keluarga masih lebih memilih makanan berbasis karbohidrat murah tanpa mempertimbangkan kandungan gizinya.

“Program makan bergizi itu penting, tapi tidak bisa menjadi satu-satunya andalan. Keluarga perlu diberdayakan agar paham pentingnya makanan sehat yang terjangkau. Jika tidak, anak-anak akan terus bergantung pada program makan gratis tanpa adanya perubahan pola pikir di rumah,” tambahnya.

Selain itu, ia menyoroti perlunya memperhatikan kebutuhan kalori anak yang bervariasi sesuai dengan berat badan dan usia. Kesalahan dalam menghitung kebutuhan kalori bisa berdampak buruk, seperti risiko obesitas atau kekurangan gizi. Periode emas 1.000 hari pertama kehidupan menjadi waktu yang sangat menentukan, meski tantangan pemenuhan gizi juga terus berlanjut hingga usia sekolah.

Higienitas Makanan dan Perubahan Pola Pikir

Dr. Gita juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan makanan sebagai bagian dari strategi pengurangan stunting. Jika higienitas diabaikan, risiko penyakit seperti diare dapat muncul dan justru memperburuk kondisi anak-anak yang sudah rentan.

“Selain kualitas gizi, higienitas makanan juga harus menjadi perhatian utama. Makanan yang tidak higienis bisa menimbulkan masalah baru yang memperparah kondisi stunting,” ungkapnya.

Ia juga menekankan pentingnya perubahan pola pikir dalam mengonsumsi makanan. Mindful eating, yaitu kesadaran terhadap apa yang dimakan, kapan, dan bagaimana, perlu diajarkan sejak dini. Anak-anak harus diajarkan untuk lebih selektif terhadap makanan, karena makanan yang disukai belum tentu sehat.

“Mengubah mindset tentang makanan memang tantangan besar, tetapi ini sangat penting untuk masa depan mereka,” tutup Gita.

Kerja Sama Semua Pihak

Kesuksesan program ini tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada kerja sama berbagai pihak, termasuk keluarga, masyarakat, dan lembaga pendidikan. Dengan peng

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

17 July 2026 - 11:50 WIB

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim

6 April 2026 - 22:49 WIB

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri memimpin sertijab tiga pejabat utama, yakni Karorena, Dirreskrimsus, dan Dirressiber, di Lobby Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Senin (6/4/2026).

Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap

28 March 2026 - 15:01 WIB

Detik-detik mobil Xenia menabrak dua perempuan di Jalan Raya Candi, Sidoarjo, hingga meninggal dunia terekam dalam video yang beredar di media sosial. (Foto: tangkapan layar video viral)

Konten Promosi Pakai Video Almarhum Vidi Aldiano, Emy Aghnia Tuai Kecaman dan Sampaikan Permintaan Maaf

26 March 2026 - 15:06 WIB

Selebgram Emy Aghnia menjadi sorotan usai unggahan konten promosi yang menampilkan almarhum Vidi Aldiano memicu kecaman luas dari warganet. (Sumber Foto: Instagram/@emyaghnia)

Friderica Widyasari Resmi Nahkodai OJK 2026-2031, Susunan Baru Dewan Komisioner Jadi Sorotan

26 March 2026 - 14:58 WIB

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi bersama enam Anggota Dewan Komisioner menjalani pengucapan sumpah jabatan di Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (25/3/2026). ( SUMBER FOTO : HUMAS DOK OJK )
Trending on Headline