VOICEOFJATIM – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Kota Malang menggelar Training Raya yang diikuti 105 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan tersebut menghadirkan Sekretaris Akademi Partai Golkar, M. Arief Rosyid Hasan, yang memberikan pembekalan mengenai kepemimpinan dan peran kader HMI dalam menjawab tantangan kebangsaan.
Training Raya tersebut terdiri atas Intermediate Training (LK II), Latihan Khusus Kohati (LKK), dan Senior Course. Peserta tidak hanya berasal dari Jawa Timur, tetapi juga datang dari berbagai wilayah seperti Maluku, Makassar, Medan, hingga daerah lain di Indonesia.


Dalam penyampaiannya, Arief Rosyid menegaskan bahwa HMI memiliki rekam jejak panjang sebagai organisasi mahasiswa yang konsisten melahirkan tokoh-tokoh bangsa. Menurutnya, posisi tersebut harus dijaga dengan terus memperkuat kualitas kader.
“HMI adalah organisasi mahasiswa tertua, mungkin juga yang terbesar, dan selalu hadir dalam setiap perjalanan bangsa ini. HMI selalu mencetak pemimpin-pemimpin terbaik,” ujar Arief.
Ia menilai keberagaman peserta dari berbagai daerah menjadi modal penting untuk membangun jaringan kepemimpinan nasional sejak di bangku mahasiswa. Karena itu, forum Intermediate Training dinilai bukan sekadar kegiatan kaderisasi, tetapi juga ruang pembentukan calon pemimpin masa depan.
“Pesan saya sederhana, kader HMI harus terus berkontribusi dan berkiprah untuk kemajuan bangsa dan negara kita,” tegas mantan Ketua Umum PB HMI tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum HMI Cabang Kota Malang Chairul Aqsal mengatakan Training Raya merupakan upaya meningkatkan kualitas kader, baik dari sisi intelektualitas maupun moralitas.
Menurutnya, sebanyak 105 peserta mengikuti seluruh rangkaian kaderisasi yang meliputi LK II, LKK, dan Senior Course. Antusiasme peserta dari berbagai daerah menunjukkan masih tingginya semangat kader HMI dalam memperkuat kapasitas kepemimpinan.
“Hari ini kami menyelenggarakan Training Raya yang meliputi Intermediate Training atau LK II, Latihan Khusus Kohati, dan Senior Course. Alhamdulillah peserta kami ada 105 orang. Ini menjadi ikhtiar kami untuk terus mendorong kualitas kader terbaik, baik dalam aspek intelektualitas maupun moralitas,” kata Chairul.
Ia menjelaskan, tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut terinspirasi dari tradisi keilmuan Islam melalui konsep Bait Al-Hikmah, yang mencerminkan pentingnya budaya berpikir kritis, pengembangan ilmu pengetahuan, dan penguatan peradaban.
Chairul juga menilai pesan yang disampaikan Arief Rosyid menjadi pengingat bagi kader aktif HMI agar nilai-nilai perjuangan organisasi tidak berhenti pada forum pelatihan, tetapi diterapkan dalam kehidupan organisasi maupun pengabdian kepada masyarakat.
“Pesan dari Kanda Arief Rosyid menjadi wejangan sekaligus bahan introspeksi bagi kami. Nilai-nilai itu akan terus kami ingatkan kepada kader-kader di komisariat agar bisa dieksternalisasi dan menjadi budaya di HMI Cabang Kota Malang,” ujarnya.
Melalui Training Raya tersebut, HMI Cabang Kota Malang berharap proses kaderisasi tidak hanya menghasilkan kader yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepemimpinan, serta komitmen untuk memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa.













