VOICEOFJATIM – Kondisi sarana dan prasarana Yayasan Pengembangan Ilmu dan Karya (YPIK) Malang menjadi perhatian dalam kunjungan Sekretaris Akademi Partai Golkar M. Arief Rosyid Hasan bersama Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang M. Suriahdega atau Mas Jo. Kunjungan tersebut menjadi momentum untuk memetakan kebutuhan pengembangan lembaga pendidikan yang telah berdiri selama 45 tahun itu sekaligus membuka peluang dukungan dari tingkat pusat.
Ketua YPIK Malang Sunari Tantowi mengatakan, kunjungan dari unsur pusat merupakan hal yang istimewa bagi yayasan. Selama puluhan tahun berdiri, menurutnya baru kali ini ada perhatian langsung terhadap perkembangan lembaga pendidikan tersebut.

Ia menjelaskan, perjalanan YPIK tidak lepas dari berbagai tantangan. Salah satu pukulan terberat terjadi saat pandemi Covid-19 yang menyebabkan penurunan drastis jumlah peserta didik dan mahasiswa sehingga berdampak terhadap kemampuan yayasan menjalankan berbagai program pengembangan.

“Pada masa Covid-19 kami mengalami kemerosotan yang sangat dalam dalam memperoleh mahasiswa dan siswa. Sekarang mulai ada pembaruan dan jumlah mahasiswa perlahan bertambah,” ujarnya.
Meski kondisi mulai membaik, Sunari mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Salah satunya adalah pembangunan gedung yang belum rampung akibat keterbatasan kemampuan pembiayaan yayasan.
Ia berharap adanya dukungan terhadap penyediaan sarana dan prasarana pendidikan agar proses pengembangan yayasan tidak terhambat. Menurutnya, keterbatasan jumlah mahasiswa ikut berpengaruh terhadap perencanaan hingga pelaksanaan berbagai program lembaga.

“Kami berharap ada bantuan sarana dan prasarana. Pembangunan gedung juga masih belum selesai sehingga membutuhkan perhatian agar pengembangan yayasan bisa berjalan lebih baik,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Akademi Partai Golkar M. Arief Rosyid Hasan menyebut kunjungannya dilakukan untuk mendampingi Ketua DPD Golkar Kota Malang sekaligus melihat langsung kondisi YPIK yang memiliki sejarah panjang dengan Partai Golkar.
Ia menjelaskan, Akademi Partai Golkar dibentuk untuk memperkuat salah satu pilar utama partai di bidang pendidikan. Selain politik dan ekonomi, pendidikan menjadi sektor yang dinilai harus terus mendapatkan perhatian agar keberadaan partai memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“YPIK ini memiliki sejarah didirikan oleh Golkar. Karena itu perhatian terhadap pendidikan menjadi bagian dari tugas kami di Akademi Partai Golkar,” ujarnya.
Di sisi lain, Ketua DPD Partai Golkar Kota Malang M. Suriahdega mengakui kondisi fasilitas pendidikan di bawah YPIK saat ini masih memerlukan pembenahan serius. Karena itu, pihaknya sengaja mengajak jajaran Akademi Partai Golkar melihat langsung kondisi di lapangan agar kebutuhan yayasan dapat diperjuangkan di tingkat pusat.
Menurut Mas Jo, penguatan sektor pendidikan tidak bisa dipisahkan dari upaya menyiapkan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045. Karena itu, Partai Golkar ingin hadir bukan hanya melalui aktivitas politik, tetapi juga melalui penguatan akses pendidikan bagi masyarakat.
“Kondisi sekolah saat ini memang memerlukan perhatian khusus. Kami ingin Golkar hadir di ruang pendidikan karena pendidikan menjadi penopang penting menuju Indonesia Emas 2045,” tegasnya.
Ia menambahkan, keberadaan program pendidikan gratis di tingkat SMP dan SMA yang dikelola yayasan menjadi salah satu alasan perlunya dukungan terhadap pengembangan fasilitas. Dengan infrastruktur yang lebih memadai, manfaat lembaga pendidikan tersebut diyakini dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas.
Sebagai tindak lanjut, Mas Jo menyatakan akan terus berkoordinasi dengan Akademi Partai Golkar agar kebutuhan YPIK Malang dapat disampaikan kepada pengurus pusat.
“Harapan kami ada dorongan dari pusat sehingga kehadiran kami di masyarakat bukan sekadar wacana, tetapi benar-benar menjadi karya nyata melalui penguatan sektor pendidikan,” pungkasnya.













