Fatayat NU Kota Malang Tetapkan Lima Agenda Prioritas, Fokus pada Perlindungan Perempuan hingga Penguatan Ekonomi Kader

VOICEOFJATIM – Pelantikan Pengurus Cabang Fatayat NU Kota Malang masa khidmat 2025-2030 dimanfaatkan sebagai titik awal penyusunan arah gerak organisasi untuk lima tahun ke depan. Di tengah berbagai perubahan sosial yang berlangsung cepat, kepengurusan baru menegaskan komitmennya untuk mengambil peran lebih besar dalam menjawab persoalan yang dihadapi perempuan, keluarga, dan generasi muda.

Ketua PC Fatayat NU Kota Malang, Widiarini M.Kes, mengatakan tantangan yang muncul saat ini tidak lagi sebatas persoalan domestik. Perkembangan teknologi digital, meningkatnya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak, persoalan kesehatan mental, hingga tekanan ekonomi keluarga menjadi isu yang harus direspons secara serius dan berkelanjutan.

Menurutnya, Kota Malang memiliki karakteristik yang berbeda dibandingkan daerah lain karena menjadi tujuan pendidikan bagi ribuan mahasiswa dari berbagai wilayah Indonesia. Kondisi tersebut menciptakan dinamika sosial yang kompleks sekaligus membuka peluang besar bagi organisasi perempuan untuk berkontribusi.

“Kota Malang merupakan kota pendidikan dan kota kreatif yang dihuni banyak perempuan muda dari berbagai daerah. Di tengah perkembangan teknologi dan berbagai persoalan sosial yang muncul, Fatayat NU harus mampu hadir sebagai organisasi yang memberikan solusi nyata bagi masyarakat,” ujar Widiarini.

Sebagai langkah konkret, Fatayat NU Kota Malang menetapkan lima bidang yang akan menjadi fokus utama program kerja hingga tahun 2030. Penguatan kaderisasi dan kepemimpinan perempuan muda ditempatkan sebagai prioritas pertama. Organisasi ingin mencetak kader yang tidak hanya aktif dalam kegiatan internal, tetapi juga memiliki kapasitas memimpin dan berkontribusi di ruang publik.

Fokus kedua diarahkan pada penguatan ketahanan keluarga serta perlindungan perempuan dan anak. Bidang ini menjadi perhatian khusus karena masih tingginya kasus kekerasan yang terjadi di berbagai daerah. Selain pendampingan, organisasi berencana memperluas edukasi mengenai pencegahan kekerasan dan penguatan peran keluarga.

Fatayat juga akan memperbesar keterlibatan kader dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan. Melalui program tersebut, organisasi berharap dapat hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya kelompok rentan yang membutuhkan pendampingan dan dukungan.

Di sisi lain, transformasi digital menjadi agenda penting yang tidak bisa diabaikan. Perubahan pola komunikasi masyarakat menuntut organisasi untuk beradaptasi agar mampu menjangkau generasi muda secara lebih efektif. Karena itu, pemanfaatan teknologi dan penguatan kolaborasi lintas sektor akan menjadi salah satu strategi utama kepengurusan baru.

Sementara itu, pemberdayaan ekonomi perempuan menjadi fokus kelima yang akan dikembangkan secara serius. Fatayat NU Kota Malang menilai kemandirian ekonomi merupakan fondasi penting dalam memperkuat posisi perempuan sekaligus meningkatkan ketahanan keluarga.

“Kami ingin mendorong lahirnya perempuan-perempuan yang mandiri secara ekonomi melalui pengembangan UMKM, ekonomi kreatif, kewirausahaan digital, serta penguatan jejaring usaha kader Fatayat,” kata Widiarini.

Komitmen tersebut mulai diwujudkan melalui pengembangan produk usaha yang digagas kader. Dalam rangkaian pelantikan, Fatayat memperkenalkan minuman berbahan dasar bunga rosella yang dikembangkan sebagai salah satu produk UMKM binaan. Selain memiliki nilai kesehatan karena kandungan antioksidannya, produk tersebut diharapkan menjadi contoh pengembangan usaha berbasis potensi lokal yang dapat direplikasi oleh kader lainnya.

Ketua PW Fatayat NU Jawa Timur, Siti Maulida M.Pd, menilai Fatayat Kota Malang memiliki peluang besar untuk berkembang karena didukung lingkungan yang kaya akan sumber daya pendidikan, komunitas, dan jaringan sosial. Menurutnya, potensi tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat kaderisasi sekaligus memperluas manfaat organisasi bagi masyarakat.

“Malang memiliki kekuatan besar di bidang pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Saya berharap Fatayat Kota Malang menjadi organisasi yang lincah, kaderisasinya kuat, pemberdayaan ekonominya berkembang, perlindungan perempuan dan anaknya semakin nyata, serta kepedulian sosialnya semakin dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya pengurus atau program yang disusun, melainkan kemampuan membangun kolaborasi dengan berbagai pihak. Kehadiran unsur pemerintah, legislatif, perguruan tinggi, rumah sakit, organisasi kepemudaan, hingga komunitas perempuan dalam pelantikan menunjukkan bahwa Fatayat memiliki modal jejaring yang kuat untuk mengembangkan berbagai program strategis.

Karena itu, Siti Maulida mengingatkan agar pelantikan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, seluruh program yang telah disusun harus segera diwujudkan dalam bentuk kegiatan yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

“Momentum ini harus menjadi awal kerja nyata. Program dan jejaring sudah tersedia, sekarang saatnya seluruh pengurus bergerak menjalankan amanah organisasi,” tegasnya.

Pandangan serupa disampaikan Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Malang KH Dr Isroqunnajah M.Ag. Ia menyoroti dampak perkembangan teknologi digital yang semakin memengaruhi kehidupan keluarga dan generasi muda. Menurutnya, media sosial menghadirkan banyak manfaat, tetapi juga membawa tantangan berupa penyebaran konten negatif dan berbagai pengaruh yang dapat mengganggu ketahanan keluarga.

“Fatayat perlu mengambil peran dalam memperkuat keluarga agar mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat,” katanya.

Selain itu, Isroqunnajah juga menekankan pentingnya penguatan literasi perlindungan anak dan pencegahan kekerasan seksual. Ia menilai organisasi perempuan memiliki posisi strategis untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terkait upaya perlindungan diri dan pembentukan lingkungan yang aman bagi anak-anak.

“Fatayat harus terus mengedukasi kader dan masyarakat tentang perlindungan anak serta pencegahan kekerasan. Perempuan merupakan salah satu pilar penting bangsa sehingga perlu dibekali ketahanan dan literasi yang memadai,” ujarnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Fina Faizah S.Pd., M.PdI., menjelaskan bahwa pelantikan tersebut merupakan hasil persiapan selama kurang lebih dua bulan yang melibatkan seluruh elemen organisasi. Widiarini sendiri terpilih sebagai Ketua PC Fatayat NU Kota Malang melalui konferensi cabang pada Juni 2025, setelah sebelumnya memimpin PAC Fatayat NU Lowokwaru.

Pelantikan diikuti sekitar 350 peserta yang terdiri dari unsur pemerintah daerah, DPRD, akademisi, organisasi kemasyarakatan, mitra kerja, serta kader Fatayat NU dari berbagai wilayah. Saat ini Fatayat NU Kota Malang memiliki lima Pengurus Anak Cabang dan 75 ranting yang tersebar di seluruh kecamatan.

Fina berharap kepengurusan baru mampu menerjemahkan semangat “Berkelas, Melesat, dan Berdampak” melalui program-program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Harapan kami, Fatayat NU Kota Malang terus berkembang dan mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi perempuan, keluarga, dan masyarakat Kota Malang,” pungkasnya.

Dengan menjadikan perlindungan perempuan dan anak, literasi digital, ketahanan keluarga, gerakan sosial, serta kemandirian ekonomi sebagai agenda utama, Fatayat NU Kota Malang menegaskan arah gerak organisasinya untuk lima tahun ke depan. Kepengurusan baru ingin memastikan bahwa Fatayat tidak hanya menjadi ruang kaderisasi perempuan muda Nahdliyin, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Leave feedback about this

  • Rating