Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Daerah

DPRD Kota Malang Soroti Keterbatasan Pemda dalam Program Sekolah Rakyat

badge-check


					Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnagani. (Ist) Perbesar

Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnagani. (Ist)

KOTA MALANG, VOICEOFJATIM.COM – Ketua DPRD Kota Malang Amithya Ratnanggani Sirraduhita menilai pelaksanaan program sekolah rakyat masih menghadapi sejumlah kendala, terutama terkait kewenangan pemerintah daerah yang terbatas. Padahal, menurutnya, peran daerah sangat penting untuk memastikan program strategis nasional ini berjalan optimal.

“Hal sederhana seperti permintaan pembangunan pagar sekolah saja tidak bisa dilakukan. Padahal ini menyangkut keamanan siswa. Karena tidak bisa diwujudkan, akhirnya pemerintah daerah hanya bisa menggantinya dengan sistem penjagaan,” ujar Amithya, Rabu (20/8/2025).

Ia menambahkan, siswa sekolah rakyat juga membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, apalagi mereka harus tinggal di asrama selama masa pendidikan. “Yang perlu dipikirkan adalah bagaimana orang tua tetap bisa memberikan dukungan emosional, meski anak-anak mereka berada jauh dari rumah,” katanya.

Amithya juga menyoroti fasilitas kesehatan yang masih minim. Menurutnya, pelayanan kesehatan idealnya memiliki kendaraan khusus untuk mengantar siswa yang sakit, bukan hanya mengandalkan sepeda motor. “Kalau ada anak sakit, seharusnya ada armada mobil agar lebih aman dan cepat. Dengan kondisi sekarang, tentu belum maksimal,” tegasnya.

Meski begitu, ia mengapresiasi upaya yang sudah berjalan. Tenaga pendidik dan wali asuh memang belum sepenuhnya lengkap, namun proses pemenuhannya sudah mulai terlihat. “Untuk urusan tenaga pengajar maupun wali asuh, saat ini sedang dalam proses. Memang belum terpenuhi semuanya, tapi ada progres yang baik,” ungkapnya.

Soal dukungan anggaran, Amithya menyebut pemerintah sudah menyiapkan biaya yang cukup besar untuk menunjang kebutuhan siswa. “Setiap siswa mendapatkan alokasi sekitar Rp48,5 juta per tahun. Menurut saya, ini angka yang luar biasa. Program sekolah rakyat sebenarnya sangat bagus, tinggal bagaimana kita mendukung agar bisa berjalan maksimal,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

RSU Brimedika Malang Gelar Health Expo 2026, Ajak Generasi Muda Peduli Kesehatan Fisik dan Mental

23 June 2026 - 17:33 WIB

RSU Brimedika Malang Gelar Health Expo 2026, Ajak Generasi Muda Peduli Kesehatan Fisik dan Mental

Dugaan Pungli Rp250 Ribu per Bulan di SMAN 1 Sumbermanjing Wetan Disorot PuSDeK, Siswa Disebut Terancam Tak Ikut Ujian

17 June 2026 - 18:01 WIB

Direktur PuSDeK, Asep Suriaman, menyoroti dugaan pungli berkedok sumbangan di SMAN 1 Sumbermanjing Wetan dan mendorong sekolah membuka transparansi melalui komite.

Soroti Dugaan Persoalan Izin Metropoint, AMPH Ancam Gelar Aksi Lanjutan di Balai Kota Malang

11 June 2026 - 15:43 WIB

Soroti Dugaan Persoalan Izin Metropoint, AMPH Ancam Gelar Aksi Lanjutan di Balai Kota Malang

Dibina BRI Malang Sutoyo, Produk Bordir Handmade Marsalia Diminati Hingga Dubai

28 May 2026 - 14:00 WIB

Dibina BRI Malang Sutoyo, Produk Bordir Handmade Marsalia Diminati Hingga Dubai

Perkuat Fasilitas Kesehatan Pesantren, BRI Salurkan Ambulance ke An Nur 2 Bululawang

26 May 2026 - 19:21 WIB

Perkuat Fasilitas Kesehatan Pesantren, BRI Salurkan Ambulance ke An Nur 2 Bululawang
Trending on Berita