Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Daerah

Komisi B DPRD Kota Malang Minta Evaluasi Total Program DBHCHT, Banyak Bantuan Tidak Tepat Sasaran

badge-check


					Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji. (Ist) Perbesar

Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji. (Ist)

MALANG, VOICEOFJATIM.COM – Program Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) kembali disorot oleh DPRD Kota Malang. Komisi B menilai pelaksanaan program tersebut belum maksimal, bahkan cenderung tidak tepat sasaran, khususnya pada aspek pelatihan dan bantuan usaha.

Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji, menyampaikan bahwa program pelatihan dan pemberian bantuan alat kerja kepada masyarakat perlu dievaluasi secara menyeluruh. Ia menyebut, ketidaksesuaian antara materi pelatihan dengan minat dan potensi penerima manfaat menjadi penyebab utama gagalnya program ini memberikan hasil nyata.

“Selama ini kami melihat pelatihan dan bantuan alat yang diberikan tidak sesuai dengan kebutuhan dan bakat penerima. Banyak yang akhirnya tidak melanjutkan usahanya setelah pelatihan,” kata Bayu dalam keterangannya.

Ia juga menyoroti kondisi alat bantuan yang dibiarkan mangkrak, bahkan dijual, karena tidak bisa dimanfaatkan. Menurut Bayu, hal ini jelas menandakan adanya pemborosan anggaran.

“Pekerja pabrik rokok kan sudah punya penghasilan tetap. Justru yang seharusnya menjadi prioritas adalah pelaku UMKM binaan pemerintah kota yang benar-benar butuh dukungan untuk mengembangkan usahanya,” tegasnya.

Bayu menambahkan, jika program DBHCHT hanya dijalankan sebagai formalitas, maka tidak akan berdampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat. Karena itu, Komisi B akan terus mengawal agar program ini benar-benar menyentuh sasaran yang tepat.

“Kami minta ada penyesuaian regulasi, terutama dari pemerintah pusat, supaya skema penerima manfaat bisa diperluas. Fokusnya harus bergeser ke penguatan UMKM yang terbukti mampu menopang perekonomian lokal dan menciptakan lapangan kerja,” pungkas Bayu.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

RSU Brimedika Malang Gelar Health Expo 2026, Ajak Generasi Muda Peduli Kesehatan Fisik dan Mental

23 June 2026 - 17:33 WIB

RSU Brimedika Malang Gelar Health Expo 2026, Ajak Generasi Muda Peduli Kesehatan Fisik dan Mental

Dugaan Pungli Rp250 Ribu per Bulan di SMAN 1 Sumbermanjing Wetan Disorot PuSDeK, Siswa Disebut Terancam Tak Ikut Ujian

17 June 2026 - 18:01 WIB

Direktur PuSDeK, Asep Suriaman, menyoroti dugaan pungli berkedok sumbangan di SMAN 1 Sumbermanjing Wetan dan mendorong sekolah membuka transparansi melalui komite.

Soroti Dugaan Persoalan Izin Metropoint, AMPH Ancam Gelar Aksi Lanjutan di Balai Kota Malang

11 June 2026 - 15:43 WIB

Soroti Dugaan Persoalan Izin Metropoint, AMPH Ancam Gelar Aksi Lanjutan di Balai Kota Malang

Dibina BRI Malang Sutoyo, Produk Bordir Handmade Marsalia Diminati Hingga Dubai

28 May 2026 - 14:00 WIB

Dibina BRI Malang Sutoyo, Produk Bordir Handmade Marsalia Diminati Hingga Dubai

Perkuat Fasilitas Kesehatan Pesantren, BRI Salurkan Ambulance ke An Nur 2 Bululawang

26 May 2026 - 19:21 WIB

Perkuat Fasilitas Kesehatan Pesantren, BRI Salurkan Ambulance ke An Nur 2 Bululawang
Trending on Berita