Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Daerah

Kasus DBD Naik Lagi, DPRD Malang Desak Pemkot Bertindak Cepat

badge-check


					Kasus DBD Naik Lagi, DPRD Malang Desak Pemkot Bertindak Cepat Perbesar

MALANG, VOICEOFJATIM.COM – Lonjakan kasus demam berdarah dengue (DBD) di Kota Malang membuat Fraksi PDI Perjuangan DPRD Kota Malang angkat suara. Mereka mendesak Pemerintah Kota Malang segera bertindak agar wabah ini tak terus meluas.

Sepanjang Januari hingga Mei 2025, tercatat ada 389 kasus DBD di Kota Malang. Dari jumlah tersebut, tiga pasien meninggal dunia. Sedangkan pada tahun 2024 lalu, kasus DBD sempat menyentuh angka 777 dengan empat kematian. Kondisi ini menandakan DBD masih menjadi masalah serius di kota ini.

Ketua Komisi D DPRD Kota Malang, Eko Herdiyanto, meminta Dinas Kesehatan tidak hanya bergerak di atas kertas. Edukasi yang gencar perlu digelar supaya masyarakat lebih sigap menghadapi ancaman DBD.

“Orang sering kali menganggap sepele gejala awal DBD. Padahal, kalau telat berobat, infeksinya bisa makin parah. Masyarakat harus paham risiko penyakit ini dan tahu cara mencegahnya,” ujar Eko.

Tak hanya soal edukasi, Eko menekankan pentingnya upaya pencegahan secara teknis, seperti memberantas sarang nyamuk. Fogging, kata dia, harus menjadi langkah cepat terutama di wilayah yang terdeteksi ada kasus DBD.

“Kalau di satu RT ada sepuluh warga yang sudah menunjukkan gejala DBD, fogging jangan ditunda. Peran RT dan RW juga penting supaya bisa memantau warganya dan melapor kalau ada kasus baru,” terangnya.

Eko juga mengingatkan, musim hujan saat ini membuat genangan air makin banyak, sehingga memperbesar peluang nyamuk Aedes aegypti berkembang biak. Data Kementerian Kesehatan RI menyebutkan, kasus DBD nasional cenderung naik saat intensitas hujan tinggi. Karena itu, gerakan 3M, yakni menguras, menutup, dan mengubur barang-barang yang bisa menampung air harus terus digaungkan.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kota Malang menyatakan telah menyiapkan berbagai langkah penanggulangan, mulai dari pemantauan wilayah rawan, fogging, hingga edukasi rutin ke masyarakat. Namun, Eko berharap upaya tersebut benar-benar ditingkatkan agar kasus DBD tidak kembali melonjak seperti tahun lalu.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

RSU Brimedika Malang Gelar Health Expo 2026, Ajak Generasi Muda Peduli Kesehatan Fisik dan Mental

23 June 2026 - 17:33 WIB

RSU Brimedika Malang Gelar Health Expo 2026, Ajak Generasi Muda Peduli Kesehatan Fisik dan Mental

Dugaan Pungli Rp250 Ribu per Bulan di SMAN 1 Sumbermanjing Wetan Disorot PuSDeK, Siswa Disebut Terancam Tak Ikut Ujian

17 June 2026 - 18:01 WIB

Direktur PuSDeK, Asep Suriaman, menyoroti dugaan pungli berkedok sumbangan di SMAN 1 Sumbermanjing Wetan dan mendorong sekolah membuka transparansi melalui komite.

Soroti Dugaan Persoalan Izin Metropoint, AMPH Ancam Gelar Aksi Lanjutan di Balai Kota Malang

11 June 2026 - 15:43 WIB

Soroti Dugaan Persoalan Izin Metropoint, AMPH Ancam Gelar Aksi Lanjutan di Balai Kota Malang

Dibina BRI Malang Sutoyo, Produk Bordir Handmade Marsalia Diminati Hingga Dubai

28 May 2026 - 14:00 WIB

Dibina BRI Malang Sutoyo, Produk Bordir Handmade Marsalia Diminati Hingga Dubai

Perkuat Fasilitas Kesehatan Pesantren, BRI Salurkan Ambulance ke An Nur 2 Bululawang

26 May 2026 - 19:21 WIB

Perkuat Fasilitas Kesehatan Pesantren, BRI Salurkan Ambulance ke An Nur 2 Bululawang
Trending on Berita