Menu

Dark Mode
Bank Saqu Catat 3,2 Juta Lebih Nasabah di Tahun Kedua AFTECH dan PERBANAS Tegaskan Pentingnya Sinergi Bank-Fintech untuk Perluas Akses Kredit Nasional Pevita Pearce Ungkap Rahasia Mengelola Finansial Bareng Sahabat Ajaib Luncurkan Investasi Saham AS, Ajak Investor Manfaatkan Momentum dengan Promo Biaya Transaksi 0% Ajaib Kripto Hadirkan Trading Futures Kripto dengan Leverage 25x, Kini Jadi Ajaib Alpha Apa Untungnya Indonesia Masuk ke BRICS? Begini Kata Dosen HI UMM

Headline

AI Kian Ambil Alih Peran Psikolog, Pakar UNAIR: Sentuhan Emosional Tak Bisa Digantikan Mesin

badge-check


					Ilustrasi. (Freepik) Perbesar

Ilustrasi. (Freepik)

SURABAYA, VOICEOFJATIM.COM – Kemajuan kecerdasan buatan (AI) kini memasuki ranah yang paling personal: kesehatan mental. Sebuah survei Snapcart pada tahun 2025 mengungkap bahwa 58 persen responden dari Indonesia mengaku mempertimbangkan menggunakan AI sebagai pengganti psikolog.

Bagi sebagian orang, menggunakan AI untuk konsultasi psikologis dianggap lebih praktis dan aman. Biaya mahal dan kekhawatiran akan privasi membuat AI menjadi alternatif yang menarik. Namun, Guru Besar Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental Universitas Airlangga, Prof Nurul Hartini, mengingatkan bahwa AI tetaplah mesin yang tidak bisa memahami perasaan manusia secara utuh.

Menurut Prof Nurul, AI memang bisa dimanfaatkan untuk mencari informasi awal terkait gejala gangguan mental. Namun saat seseorang butuh intervensi atau pendampingan secara emosional, peran psikolog manusia menjadi sangat penting. “Sangat mungkin kemudian jawaban-jawabannya itu tidak memahami benar situasi dan kondisi orang yang dihadapi,” ujarnya.

Ia menegaskan, dalam menangani seseorang dengan masalah psikologis, dibutuhkan empati dan komunikasi dua arah. Sifat kaku dan sistematis dari AI justru bisa memperburuk kondisi jika digunakan tanpa bimbingan.

Fenomena meningkatnya ketergantungan pada AI menurut Prof Nurul bisa membuat banyak orang tidak menyadari bahwa dirinya sebenarnya butuh bantuan profesional. Ia menyebutkan beberapa tanda yang harus diperhatikan. Misalnya, ketika seseorang mulai merasa pikirannya tidak jernih dan emosinya tidak stabil. Tanda lainnya adalah perilaku menyimpang seperti menyakiti diri sendiri, menyakiti orang lain, atau menarik diri dari lingkungan.

“Semakin banyak tanda itu muncul, semakin besar kebutuhan untuk bertemu langsung dengan psikolog,” jelas Prof Nurul.

Kendati begitu, Prof Nurul tidak menolak kehadiran AI dalam bidang psikologi. Ia menyebut teknologi ini bisa digunakan secara bijak untuk mendukung tugas psikolog, seperti dalam pengolahan data atau deteksi awal gangguan. Tetapi ia menekankan bahwa elemen penting seperti transfer emosi, bahasa tubuh, dan komunikasi psikologis tetap tidak bisa digantikan oleh sistem otomatis.

“Profesional di bidang kesehatan fisik, mental, sosial, itu sulit tergantikan oleh AI karena ada transfer knowledge, emosi, hingga psikomotorik,” pungkasnya.

Melalui pendekatan kolaboratif antara manusia dan teknologi, Prof Nurul berharap dunia psikologi tetap bisa menjaga sentuhan kemanusiaannya tanpa menolak kemajuan zaman.

Facebook Comments Box

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Read More

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

17 July 2026 - 11:50 WIB

Pendanaan Riset Fundamental Kemdiktisaintek 2026 Diraih STIE Malangkucecwara, Tim Peneliti Kembangkan Model Kepemimpinan SCAL

Kombes Pol. R. Bagoes Wibisono Resmi Jabat Dirressiber Polda Metro Jaya, Jejaknya dari Madiun, Malang hingga Siber Jatim

6 April 2026 - 22:49 WIB

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri memimpin sertijab tiga pejabat utama, yakni Karorena, Dirreskrimsus, dan Dirressiber, di Lobby Gedung Promoter Polda Metro Jaya, Senin (6/4/2026).

Sopir Xenia Positif Sabu Tabrak 2 Pedagang Sayur hingga Tewas di Sidoarjo, Kronologi Kecelakaan Terungkap

28 March 2026 - 15:01 WIB

Detik-detik mobil Xenia menabrak dua perempuan di Jalan Raya Candi, Sidoarjo, hingga meninggal dunia terekam dalam video yang beredar di media sosial. (Foto: tangkapan layar video viral)

Konten Promosi Pakai Video Almarhum Vidi Aldiano, Emy Aghnia Tuai Kecaman dan Sampaikan Permintaan Maaf

26 March 2026 - 15:06 WIB

Selebgram Emy Aghnia menjadi sorotan usai unggahan konten promosi yang menampilkan almarhum Vidi Aldiano memicu kecaman luas dari warganet. (Sumber Foto: Instagram/@emyaghnia)

Friderica Widyasari Resmi Nahkodai OJK 2026-2031, Susunan Baru Dewan Komisioner Jadi Sorotan

26 March 2026 - 14:58 WIB

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi bersama enam Anggota Dewan Komisioner menjalani pengucapan sumpah jabatan di Mahkamah Agung, Jakarta, Rabu (25/3/2026). ( SUMBER FOTO : HUMAS DOK OJK )
Trending on Headline